Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
65


__ADS_3

3Bulan telah berlalu,


Seminggu lagi adalah hari bahagia untuk Radit dan Caca karena mereka akan melangsungkan pernikahan. Namun hari bahagia yang kian mendekat tidak membuat Radit ikut bahagia malah terlihat murung.


"Ayo kita kesana." ajak Nita Mama Radit melihat putra semata wayang nya nampak melamun dibelakang rumah.


"Kemana?"


"Ayo kita temui Zahra." kata Nita lagi membuat Radit hanya menggeleng pelan.


Nita sudah tahu semuanya, tahu jika Dion yang kini menjadi Papa Zahra melarang Radit menemui Zahra namun Ia juga tak tega melihat putra nya sedih berlarut larut padahal sebentar lagi hari bahagianya.


"Kita nggak usah mikir itu dulu ya Ma, aku mau fokus sama pernikahan aku aja." balas Radit langsung berdiri dan pergi meninggalkan Nita sendirian.


Nita hanya bisa menghela nafas panjang, tak tahu apa yang harus Ia lakukan. Jika boleh jujur Nita pun juga sama, Ia sangat merindukan cucu nya itu namun mau bagaimana lagi, Radit juga bersalah meskipun itu dulu dimasa lalu.


Nita nampak termenung sebentar sebelum akhirnya Ia juga ikut berdiri dan memasuki rumah.


Setelah memakai baju rapi, Nita mengambil tas dan keluar dari kamarnya.


"Mama mau kemana?" tanya Radit yang heran dengan penampilan rapi Nita.


"Mama mau keluar sebentar." balas Nita.


"Tumben? biasanya kalau Radit pulang Mama nggak pernah keluar." heran Radit.


"Ada keperluan mendadak."


"Nggak minta dianter?" tanya Radit lagi.


"Enggak, kerumah temen Mama. deket ini." balas Nita yang lagi lagi membuat Radit hanya bisa keheranan.

__ADS_1


"Radit anter ya ma?"


"Nggak usah." balas Nita lalu keluar rumah tanpa mengubris Radit lagi.


Nita memasuki taksi yang baru saja Ia pesan, Ia memang sengaja tak minta diantar oleh sopir maupun Radit karena dirinya ingin ke suatu tempat yang tak ingin diketahui siapapun termasuk Radit.


Dan di sinilah Nita berada, keluar dari taksi Nita berdiri tepat digedung tinggi perusahaan milik Dion.


Dengan jantung berdegup dan sedikit gugup, Nita memasuki gedung perusahaan milik Dion itu. Jangan heran jika Nita mengetahui dimana Dion bekerja karena Nita juga memiliki orang bayaran yang bisa menyelidiki siapapun yang ingin Ia tahu termasuk Dion.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Dion." kata Nita saat di lobi bawah.


"Maaf, apa anda sudah memiliki janji?"


Nita menggeleng pelan, "Katakan saya istri dari Tuan Trian Wijaya yang pernah bekerja sama dengan Pak Dion." kata Nita lagi yang langsung diangguki karyawan Radit.


Trian wijaya adalah suami Nita yang sudah meninggal, pemilik dari wijayacorp yang kini sudah berganti nama dengan starcorp setelah dipegang oleh Radit.


Nita mengetahui jika dulu suaminya pernah bekerja sama dengan perusahaan Dion dari orang suruhannya saat Nita meminta data pribadi Dion. Dan ini bisa menjadi alasan agar Nita bisa menemui Dion dengan mudah.


Dan sekarang melihat terpuruknya Radit, Nita sudah tak peduli lagi dengan larangan Radit. Ia harus menemui Dion dan membicarakan ini semua karena mau bagaimanapun Zahra adalah cucu kandungnya.


"Mari saya antar." Nita mengangguk dan mengikuti karyawan Dion menuju tempat dimana Ia bisa bertemu dengan Dion.


"Pak... ini tamunya."


Dion mengangguk lalu mempersilahkan Nita duduk disofa yang ada diruangan itu.


"Saya istri mendiang pak Trian Wijaya." kata Nita memperkenalkan diri.


"Dan mama nya Radit?" tanya Dion dengan wajah dingin membuat Nita terkejut.

__ADS_1


"Ya."


"Ada apa mencari saya? apa karena Zahra?" tebak Radit yang lagi lagi membuat Nita terkejut.


"Ya."


"Jika memang masalahnya Zahra, sepertinya akan percuma saja Anda menemui saya karena sampai kapanpun saya tidak akan memberikan Zahra pada siapapun." tegas Dion.


"Tapi Dia cucuku, anak dari putraku." lirih Nita.


"Dan putramu pernah membuangnya, bahkan pernah tak menganggapnya. sepertinya anda sudah tahu itu." jelas Dion lagi membuang muka karena tak sanggup menatap wajah Nita yang terlihat sedih.


"Sekarang dia menyesali semuanya."


"Penyesalan yang percuma karena bahkan Naya saja sudah meninggal


"Saya ingat betul bagaimana Radit membuang Naya dulu yang waktu itu sedang mengandung Zahra dan saya tak akan melupakan itu semua apalagi memaafkan Radit dengan mudah, tidak akan pernah." kata Dion.


"Andai saya tahu sejak awal, mungkin saya tidak akan membiarkan Radit melakukan itu semua pada anak nya sendiri." lirih Nita lagi.


Nita mendongak tersenyum menatap Dion, "Jadi apa tidak ada kesempatan lagi untuk saya dan anak saya memperbaiki semuanya?"


"Maaf sepertinya sudah tidak ada." kata Dion mantap.


Nita kembali tersenyum namun kali ini senyumnya terlihat sangat dipaksakan.


"Minggu depan adalah pernikahan putra saya Radit, saya harap anda bisa datang dengan Zahra." kata Nita memberikan undangan pada Dion diletakan dimeja dan pergi meninggalkan ruangan Dion tanpa menunggu jawaban dari Dion.


Dion hanya menghela nafas panjang, menatapi undangan pernikahan Radit dan kekasihnya.


"Jika kamu masih ada, apa yang akan kamu lakukan Naya?" gumam Radit lalu mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa like vote dan komenn


__ADS_2