Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
50


__ADS_3

Keluar dari apartemen Radit, Caca bergegas menuju mall yang dekat dengan apartemen Radit. baru setahun berada diluar negeri membuatnya rindu tempat tempat di sini salah satunya adalah Mall. Tempat Caca membuang mood buruknya meski kadang hanya berjalan jalan saja tanpa membeli apapun sudah membuat Caca senang.


Dan karena Radit bekerja ahirnya Caca pergi ke mall sendirian. mencoba menghubungi salah satu teman nya namun teman Caca sedang sibuk jadi dirinya pergi berjalan jalan sendirian.


Dan beruntung nya Caca di mall bertemu dengan teman masa sekolahnya dulu, Laras yang sedang mengandeng anak kecil perempuan yang sangat lucu dan mengemaskan.


"Caca.." Laras tersenyum menatap ke arah Caca. Ya meskipun mereka dulu tidak terlalu dekat namun mereka pernah satu kelas waktu kelas 3 Sma.


"Kebetulan banget nih ketemu kamu, lagi jalan jalan juga?" tanya Caca langsung berhambur mendekat ke arah Laras.


Laras mengangguk, "Kamu ngapain di sini sendirian?" tanya Laras heran.


"Aku juga lagi bosen di apartemen jadi ke sini aja. kalau gitu gimana kalau kita jalan jalan bareng?" tawar Caca yang matanya langsung menatap gadis kecil yang sedari tadi bersembunyi dibalik rok Laras.


"Ini anak kamu?" tanya Caca.


"Ini anak dari mbak Naya, kakak aku tapi udah meninggal dan sekarang jadi anak aku."


"Ya ampun sorry, aku nggak maksud."


"Udah nggak apa santai aja."


Caca langsung berjongkok agar bisa setara dengan Zahra, "Halo cantik, siapa nama kamu?" tanya Caca menatap Zahra dan terlihat wajahnya tak asing untuknya.


"Yaya tante, tante temen nya Mama?" tanya Zahra yang kini sudah tak bersembunyi dibalik rok Laras.


"Iya, tante temen nya Mama kamu."


"Yaya kesini mau beli apa?" tanya Caca lagi.


Zahra menggeleng, "Yaya mau time zone aja."


"Ayo Ma, kita time Zone." ajak Zahra tak sabar.


"Iya ayo kita kesana."


"Sorry Ca, tapi aku harus nemenin Yaya ke tempat time zone soalnya kesini memang mau main." kata Laras merasa tak enak karena tadinya Caca ingin ikut.


"Nggak masalah, aku ikut aja lah lagian aku tadinya cuma jalan jalan aja." kata Caca.


"Beneran nggak apa apa? ini arena bermain anak lho."


Caca terkekeh "Ya ampun beneran nggak apa apa malahan sekalian aku belajar kan ngurusin anak biar besok kalau udah punya anak nggak bingung." balas Caca yang langsung diangguki Laras.


Mereka bertiga pun berjalan menuju arena bermain anak. Zahra yang baru sampai didepan pintu time zone sudah girang bahkan langsung saja berhambur menaiki salah satu mainan yang ada disana.


"Kamu beli saldonya dulu aja biar aku yang jagain Yaya." kata Caca.


"Serius nggak apa apa?" tanya Laras yang merasa tak enak.

__ADS_1


"Nggak masalah, udah sana."


Laras pun mengangguk dan langsung menuju kasir untuk mengisi saldo kartu time zone nya.


"Kok nggak bisa gerak ya tante?" tanya Zahra saat menaiki kuda poni namun kudanya hanya diam tak bergerak.


Caca terkekeh, "Ya kan belum digesek pake kartunya sayang, tuh Mama kamu lagi beli saldonya." kata Caca menujuk ke arah Laras yang masih antri didepan kasir.


"Yahh lama dong." lagi lagi Caca tertawa mendengar suara lucu Zahra.


"Ya ampun kamu lucu banget sih sayang, bikin tante gemes." kata Caca mencubit pipi Zahra.


"Tante dari tadi nyubit Yaya mulu." protes Zahra yang langsung membuat Caca semakin terkekeh.


"Iya deh maaf, cium aja boleh nggak?"


"Ada apa sih?" tanya Laras yang baru saja datang melihat Zahra cemberut dan Caca tertawa.


"Anak kamu lucu banget deh ras, ngambekan gitu." kata Caca membuat Laras hanya tersenyum.


Laras segera menggesekan kartu yang baru saja Ia isi saldo, seketika kuda poni yang Zahra tunggangi langsung menyala dan bergerak membuat Zahra langsung bersorak.


"Yaya umur berapa?"


"3tahun lebih lah, denger berita katanya kamu habis dari luar ya? wah hebat ya sekarang sudah jadi model internasional." kata Laras yang sudah profesi Caca.


Caca hanya mengangguk, "Sekarang udah mau stay di sini aja."


Caca malah tertawa, "Belum dilamar, gimana dong?"


Seketika Laras ikut tertawa,


"Besok kalau nikah, jangan lupa ngundang aku."


"Ck, kamu aja nikah nggak ngundang aku." protes Caca.


"Gimana mau ngundang, kamu masih diluar kan pas aku nikah." balas Laras yang langsung diangguki Caca yang memang dirinya sedang berada diluar negeri waktu itu.


Setelah puas bermain di time zone, Ketiganya pun keluar dan hendak mencari makan difoodcourt terdekat.


"Aduhhh..." keluh Zahra yang berada disamping Laras, digandeng Laras kesakitan karena seorang pria menabraknya.


"Maaf, nggak sengaja." ucap pria itu langsung pergi begitu saja membuat Laras seketika langsung kesal dan berteriak,


"Kalau jalan hati hati dong mas!"


Entah didengar atau tidak yang penting Laras sudah mengingatkan pria itu.


"Rambut Yaya tadi dijambak Ma." adu Zahra yang langsung mengelus elus rambutnya.

__ADS_1


"Haa dijambak? sakit nggak sayang?" Laras yang khawatir langsung melihat rambut Zahra yang memang sedikit berantakan.


"Kurang ajar banget tuh laki." omel Caca yang juga melihat rambut Zahra.


"Nggak sengaja ini paling, lagian kayaknya nggak kenal juga ngapain jambak rambut Zahra." kata Laras lalu mengelus rambut Zahra penuh kelembutan.


"Masih sakit nggak sayang?" tanya Laras yang langsung digelenggi Zahra.


"Ya udah sekarang kita mamam dulu ya." kata Caca yang langsung diangguki Zahra.


Selesai makan, mereka bertiga pun langsung pulang. Caca yang merasa senang hari ini raut wajahnya terlihat sumringah.


Ia memasuki apartemen Radit dan terkejut Radit sudah pulang padahal ini masih sore.


Baru ingin memeluk Radit dari belakang namun langkah Caca terhenti kala mendengar ucapan Radit di telepon,


"Ku tunggu hasil Dna nya." kata Radit lalu mematikan sambungan telepon.


Dan saat berbalik, Radit terkejut melihat Caca sudah disana.


"Baby..."


"Dna siapa maksudnya sayang?"


"Dna? maksudnya apa?'' Radit pura pura bodoh.


"Tadi kamu bilang ditelepon kalau Dna,"


"Ohh, itu Dana maksudku sayang, kamu salah denger." kata Radit langsung membawa Caca duduk ke pangkuan nya.


"Masa sih? kayaknya kamu tadi bilang Dna gitu."


"Dna apa sih." sangkal Radit yang malah menghujami Caca dengan ciuman di pipi.


"Geli tau."


"Kamu habis dari mana?" tanya Radit.


"Aku habis jalan jalan dari mall,"


"Mana belanjaan nya?" heran Radit melihat Caca pulang tak membawa paper bag sama sekali.


Caca menggeleng pelan, "Aku ketemu temen sekolah aku, dia sama anaknya. malah asyik nemenin main ditime zone sampai nggak sempet beli apapun."


Radit tersenyum, sangat tahu jika Caca menyukai anak kecil.


"Tapi kok aneh ya, wajah anaknya temenku mirip banget sama kamu."


Deg...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like vote dan komennn


__ADS_2