Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
49


__ADS_3

Paginya Laras yang sedang membantu Bik Inah menyiapkan sarapan terlihat sumringah. mengingat semalam Dion sudah kembali bersikap baik meskipun Laras harus menuruti hasrat Dion yang mengebu hingga beberapa jam namun setidaknya bisa menghilangkan rasa kesal Dion pada pria yang tidak dikenal oleh Laras yang sudah membuat Dion kesal itu.


"Dah beres semua Bik, biar aku bangunin Mas Dion sama Yaya dulu ya Bik." kata Laras melepaskan celemek yang dia pakai lalu bergegas ke atas.


Pertama Laras memasuki kamarnya lebih dulu, melihat Dion masih terlelap membuat Laras tersenyum lalu menghampiri Dion.


"Mas bangun," Laras mengoyangkan pelan tubuh Dion.


"Jam berapa?" tanya Dion dengan mata masih terpejam.


Laras terkekeh, "Jam setengah 7. buruan bangun trus mandi. aku bangunin Yaya dulu." kata Laras hendak bergegas keluar namun Dion menarik tangan nya hingga Laras jatuh ke pelukan Dion.


"Mass..."


"Satu ronde dulu." bisik Dion.


"Ya ampun mas, semalam hampir 4x dan sekarang pagi pagi mas udah minta lagi." protes Laras membuat Dion terkekeh lalu membuka matanya.


"Nggak mau nih? padahal nolak suami kan dosa." cibir Dion membuat Laras kesal dan akhirnya menuruti hasrat Dion.


1 jam setelahnya, Laras yang baru saja selesai mandi lagi bergegas menuju kamar Zahra, tak memperdulikan Dion yang mencoba menggodanya.


Dan ternyata Zahra baru saja selesai dimandikan oleh Bik Inah.


"Duh maaf ya bik, malah jadi Bik Inah yang mandiin Yaya." kata Laras merasa tak enak dengan Bik Inah.


"Santai aja non, lagian saya juga bingung dibawah mau ngapain kerjaan udah selesai gara gara dibantuin sama Non Laras." balas Bik Inah membuat Laras tersenyum.


"Mama kita mau kemana? kok Yaya pakai baju inces." tanya Zahra melihat dirinya memakai baju princes yang dulu sempat dibelikan Naya sebelum tragedi kecelakaan.


Laras tersenyum lalu memangku Zahra, "Hari ini kita mau ke makam Mama Naya."


Expresi Zahra terlihat tak suka, "Yaya nggak mau kesana."


"Yaya nggak boleh gitu, memang Yaya nggak kangen sama Mama Naya?" tanya Laras terlihat shock melihat Zahra masih membenci Naya.

__ADS_1


Zahra hanya menunduk,


"Kita ke sana ya sama Papa juga."


Zahra menggeleng pelan,


"Gimana kalau habis dari makam Mama Naya kita jalan jalan ke mall?" tawar Laras membuat Zahra langsung menatap senang ke arah Laras.


"Mau kan?''


Zahra langsung mengangguk menyetujui,


"Pinter, sekarang kita sarapan dulu ya sama Papa." Laras langsung mengendong Zahra dan mengajaknya ke bawah.


"Pagi kesayangan Papa." kata Dion langsung mencium pipi gembul Zahra yang baru saja duduk di kursi.


"Kok cemberut incess papa?"


"Yaya nggak mau ke Mama Naya." kata Zahra dengan raut wajah sebal.


"Yaya mau jalan jalan ke mall aja, nggak mau ke makam Mama Naya." ungkap Zahra dengan kepala tertunduk.


Melihat Zahra yang masih begitu membenci Naya membuat Dion sangat terpukul. Rasanya seperti Dion tak bisa menjaga amanat Naya untuk menjaga Zahra. Apalagi melihat kemarin Ia bertemu dengan Radit, membuatnya merasa takut jika sewaktu waktu Radit mengambil Zahra darinya.


Dion membawa Zahra duduk ke pangkuan nya,


"Yaya tau nggak kalau Papa sayang banget sama Yaya?" tanya Dion yang langsung diangguki Zahra.


"Yaya juga tau kan kalau Mama Laras sayang banget sama Yaya?" lagi lagi Zahra mengangguk pelan.


"Nah, mama Naya juga sayang banget sama Yaya." kata Dion lagi membuat Zahra langsung menggeleng tak setuju.


"Mama Naya nggak sayang sama Yaya, kalau sayang kenapa Mama ninggalin Yaya." protes Zahra membuat Dion merasa frutasi.


"Udahlah mas, jangan paksa buat jelasin ke Yaya." kata Laras tak tega melihat wajah sedih Dion "Mungkin sekarang belum waktunya Yaya bisa paham."

__ADS_1


Dion mengangguk lalu mendudukan Zahra di kursi. Sudah sering Zahra mengatakan ini namun entah kenapa kesalahpahaman Yaya selalu membuat Dion frustasi.


"Ya sudah kalau Yaya nggak mau ikut, nanti Yaya dirumah dulu ya sama Bik Inah. Biar Mama sama Papa aja yang kesana." kata Laras yang langsung diangguki Zahra.


Namun saat Laras dan Dion akan berangkat, nyatanya Zahra berubah pikiran.


"Mama Yaya ikut, tapi nanti janji ya jalan jalan ke mall." kata Zahra yang langsung membuat Dion dan Laras tersenyum senang.


"Iya sayang," kata Laras langsung mengendong Zahra.


"Wah Papa nggak diajak ini?"


"Papa kan kerja," ejek Zahra sambil menjulurkan lidahnya mengejek Dion membuat Dion dan Laras langsung terkekeh.


Mereka bertiga berangkat dijemput Reno, di makam Naya mereka tidak lama karena Zahra yang sudah tak sabar ingin pergi ke mall.


Setelah mengantar Dion ke kantor kini Reno mengantar Laras dan Zahra ke mall.


Awalnya Laras ingin naik taksi saja namun Dion memaksa agar diantar oleh Reno.


"Kalau lama ditinggal dulu aja." kata Laras sebelum keluar dari mobil "Biar nanti saya sama Yaya naik taksi pulangnya."


"Aman Non, tenang saja." kata Reno sambil mengacungkan jempolnya.


Laras segera mengendong Zahra memasuki Mall.


"Mau jalan sendiri Ma." kata Zahra membuat Laras langsung menurunkan Zahra.


"Hey Laraaas," panggilan seseorang membuat Laras menengok ke belakang.


"Caca?"


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2