Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
36


__ADS_3

Dion menatap lekat lekat wajah istrinya yang kini sudah terlelap. Siapa sangka hanya gurauan para ibu ibu komplek membuat Laras terlihat frustasi bahkan sampai tak bisa tidur.


"Aku jawab jujur apa nggak nih?" goda Dion kala Laras menanyakan sesuatu yang cukup mengejutkan untuknya.


"Jujurlah mas." kata Laras tak sabar ingin mendengar jawabannya.


"aku nggak bisa bandingin mana diantara kalian yang lebih enak. tapi aku bahagia bisa menjadi orang pertama untukmu." kata Dion namun sepertinya jawaban Dion tidak memuaskan Laras karena raut wajah Laras terlihat kecewa.


"Rasanya lebih nikmat bersama mu meski dulu aku juga sempat merasa nikmat bersama Naya tapi nyatanya kamu lebih bisa membuatku merasakan sesuatu yang berbeda." ucap Dion membuat Laras tersipu dan sepertinya jawaban seperti itu yang di inginkan Laras.


Dion tidak bermaksud membandingkan Laras dengan Naya, Ia hanya mengatakan sesuai kenyataan yang Ia rasakan. Memang jika dibandingkan Laras memang lebih nikmat dari Naya.


"Bohong." kata Laras masih tersipu.


"Harusnya tadi aku nggak usah jawab aja ya, percuma soalnya masih dianggap bohong ini." kata Dion pura pura kesal membuat Laras tertawa.


"Udah sekarang tidur, nggak usah mikir macam macam lagi."


Baru seperempat jam Dion mengatakan itu, Laras sudah terlelap membuat Dion geleng geleng kepala tak percaya dengan tingkah Laras yang mengemaskan itu.


Dion berbalik dan menatap langit langit kamarnya, mengingat masa lalu beberapa tahun yang lalu, saat bersama Naya.


Dulu Dion dan Naya bersahabat sejak smp, meski memendam perasaan pada Naya, Dion sama sekali belum pernah menyatakan cinta pada Naya karena tahu ada orang lain yang Naya cintai waktu itu.


Bahkan Ia rela berpura pura menjadi kekasih Naya didepan keluarga Naya dimana itu pula yang menjadi pertemuan pertama Dion dengan Laras yang waktu itu masih sekolah.


Hingga suatu hari, Naya mengajak Dion bertemu disuatu taman dimalam hari. Disana Dion melihat Naya terisak.


Dion yang khawatir dengan apa yang terjadi pada Naya akhirnya memberondong banyak pertanyaan namun Naya tak menjawab, Ia malah mengulurkan sebuah tespack bergaris dua yang membuat tubuh Dion ambruk seketika.


Naya hamil, sahabat sekaligus orang yang selalu Ia cintai hamil dengan pria lain. pupus sudah harapan Dion kala itu.


"Radit nggak mau tanggung jawab, gue harus gimana?" ungkap Naya masih terisak.


Dion mengepalkan tangannya, Radit pria brengsek itu.


Sejak awal Naya dekat dengan Radit, Dion memang selalu mewanti wanti Naya agar jangan terlalu terbuai dengan ucapan manis Radit namun nyatanya Naya tak mendengarkan dirinya.

__ADS_1


"Gue anter pulang dulu." Dion bangkit lalu memberikan jaket yang Ia pakai untuk dipakai Naya.


"Nggak usah mikir apa apa dulu, Lo istirahat dan besok kita ketemu lagi kalau Lo udah tenang." kata Dion langsung mengantar Naya pulang.


Beruntung waktu itu keluarga Naya sudah tidur jadi tidak tahu kondisi Naya yang sedang buruk.


Setelah mengantar Naya, Dion segera mendatangi sebuah club malam dimana Ia bisa menemukan seseorang yang sedang Ia cari, Radit.


Dan benar saja, Ia melihat Radit sedang duduk sambil merangkul wanita seksi. Tak menunggu lama Dion segera menghampiri Radit dan...


Bugh....


Bugh...


Dua pukulan dari Dion membuat Radit terpental dan wanita yang ada disampingnya berteriak histeris.


"Maksud Lo apa!" Radit memegangi pipinya yang lebam, tak terima dengan Dion yang langsung saja memukulinya.


"Lo harus tanggung jawab, Naya hamil! jangan jadi banci Lo!" teriak Dion sangat emosi.


"Brengsek!"


Bugh... Dion kembali memukul Radit dan kali ini pukulan Dion sangat keras hingga membuat Radit muntah darah.


Radit kembali tersenyum sinis, "Gue dapet dia udah nggak perawan, dan belum tentu juga dia cuma tidur sama gue!"


"Jadi sampai kapanpun, gue nggak akan tanggung jawab."


"Brengsek!"


Baru ingin memukul lagi, tangan Dion sudah dicekal oleh seorang pria bertubuh kekar, penjaga club malam.


"Nggak usah cari ribut disini atau gue yang habisin lu." kata pria berbadan kekar itu membuat Dion mundur.


"Urusan kita belum selesai." kata Dion sambil menujuk wajah Radit membuat Radit tersenyum sinis.


Sepulang dari club malam, Dion memikirkan bagaimana caranya membantu Naya keluar dari masalah ini. Dion masih tak menyangka dengan ucapan Radit yang mengatakan jika Naya sudah tidak perawan, membuat Dion bertanya tanya sebenarnya apa yang dilakukan Naya selama ini? bagaimana bisa Ia sama sekali tak mengtahui apapun tentang Naya. Dion sampai tidak tidur semalaman karena memikirkan itu semua. dan paginya Ia langsung pergi menemui Naya padahal hari ini dirinya harus meeting penting dengan klien nya namun Ia tunda karena baginya Naya lebih penting dari siapapun.

__ADS_1


Dion bisa melihat raut wajah sedih Naya, mata sembab Naya yang artinya wanita yang Ia cintai itu sangat terluka dan ketakutan saat ini.


"Dia nggak mau tanggung jawab, mungkin aku bakal gugurin kandungan aku aja." kata Naya membuat Dion sangat terkejut.


"Jangan gila Nay, resikonya gede. gue takut Lo kenapa napa." kata Dion.


"Trus gue harus gimana? gue bener bener bingung."


"Gue yang akan tanggung jawab." kata Dion membuat Naya terkejut menatapnya.


"Biarin gue yang tanggung jawab dan nikahi Lo."


"Nggak, gue nggak mau." jawab Naya waktu itu.


"Setidaknya sampai anak itu lahir dan setelahnya Lo boleh ceraiin gue kalau Lo mau."


Setelah perdebatan panjang, akhirnya Naya mau menikah dengan Dion dengan syarat mereka bercerai setelah bayi Naya lahir.


Namun Tuhan maha pembolak balik hati manusia, sampai Zahra lahir Naya nyatanya sudah menaruh hati pada Dion yang membuat mereka memutuskan perjanjian dan melanjutkan pernikahan.


Selama itu pula Naya bisa jujur dengan Dion, siapa pria pertama yang menjamah tubuhnya. dan nyatanya sudah ada 4 orang mantan kekasih Naya yang sudah merasakan nikmat tubuh Naya. terakhir Radit, memang Naya sengaja membuat dirinya hamil agar Radit mau menikahinya namun sayang, Naya malah dicampakan oleh Radit.


Dan selama itu pula Dion tidak pernah mempermasalahkan masa lalu Naya, karena bagi Dion dirinya bisa bersama Naya sudah bisa membuatnya bahagia.


Hingga hari itu tiba, Dimana Naya kecelakaan dan koma. Awal Ia bisa dekat dengan Laras meski hanya sebatas adik ipar.


Dan takdir berkata lain, Naya meninggal dan Ia harus menikahi Laras sebagai wasiat terakhir dari Naya.


Siapa sangka, bersama Laras Ia bisa menemukan sesuatu yang berbeda.


Sesuatu yang mungkin belum pernah Ia rasakan bersama Naya.


"I love you." Dion mencium kening Laras sebelum akhirnya Ia ikut berpetualang ke alam mimpi bersama Laras.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2