Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
38


__ADS_3

Setelah mendengarkan semua percakapan menjijikan dari Sinta dan Bima. Rama segera keluar sebelum mereka tau keberadaan Rama.


Kesal dan kecewa, tentu saja karena selama ini nyatanya Ia sudah dibodohi oleh Karyawan nya sendiri.


Rama melajukan mobilnya hendak pulang sambil berpikir apa yang harus Ia lakukan pada Sinta dan Bima besok.


Namun ditengah perjalanan, Rama melihat mobil yang tak asing untuknya dan disamping mobil itu ada Wanita yang berdiri sambil menghubungi seseorang melalui ponsel. wajahnya terlihat pucat.


"Are you lost baby girl?" wanita yang tak lain adalah Sella itu terkejut dengan suara Rama namun setelahnya Sella terlihat lega setelah melihat Rama yang mendekat.


"Kirain siapa." kata Sella.


"Seneng kan ngeliat gue, bukan malah orang asing?" kata Rama dengan percaya dirinya.


"Sama aja sih sebenernya, Lo sama sama bikin gue was was."


"Gitu? oke gue pergi." kata Rama.


"Eh ya jangan dong." kata Sella menahan tangan Rama membuat Rama tersenyum tengil ke arah Sella.


Dengan sekali hentakan, Sella melepaskan tangan Rama,


"Kenapa mobil Lo? mogok?" tanya Rama dengan bahasa Loe Gue. Saat sudah tak membahas pekerjaan memang obrolan keduanya sangat santai.


"Iya nih, mana montir gue susah banget dihubungi." keluh Sella.


Rama mengeluarkan ponselnya, "Pake montir gue mau nggak?" tawar Rama hendak menghubungi montir langganan nya.


"Boleh deh, lama nggak ya kira kira?"


"Paling semalam, besok pagi udah beres." kata Rama seusai menghubungi Montirnya.


"Ck, gue pulangnya naik taksi dong." keluh sella.


"Gue anterin tapi nggak gratis ya." tawar Rama.


"Nggak usah makasih deh." Rama terkekeh melihat wajah kesal Sella.


Setelah montir datang, mobil Sella diderek untuk dibawa ke bengkel karena rusaknya sedikit parah.


Sella yang ingin memesan taksi online melalui ponselnya tak bisa karena mendadak ponselnya lowbat dan mati.


"Gimana? mau dianter nggak? masih ditungguin lho ini." kata Rama yang sedari tadi ada disamping Sella.


"Ck, nggak deh. gue nyoba nunggu taksi yang lewat aja."


"Oke deh, gue balik duluan ya. ngantuk banget soalnya." kata Rama membuat Sella mendelik.


"Kenapa?" tanya Rama melihat Sella melotot ke arahnya.


"Nggak ada, pulang aja sana... pulang." kata Sella dengan nada kesal.


"Udah gue anter aja, Lo mau nunggu disini sampai besok subuh juga nggak bakal ada taksi lewat." kata Rama membuat Sella melirik jam tangan nya, sudah hampir pukul 12 malam.


"Tapi ya terserah aja kalau memang mau nungguin. tapi ati ati aja ya di sekitar sini banyak preman sama pedofi-"


"Gue bareng Lo deh." kata Sella tak menunggu ucapan Rama selesai.

__ADS_1


Dengan raut wajah pucat, Sella memasuki mobil Rama lebih dulu membuat Rama langsung saja terkekeh.


"Yakin nih mau numpang? gue nggak suka gratisan lho."


"Nanti gue bayar, ck sial banget dah gue hari ini." gerutu Sella.


"Bayarnya pake ciu-"


Sella langsung saja memberikan uang 100ribu pada Rama, "Nih, gue bayar. udah jalan aja nggak usah bawel."


Rama terkekeh, "Lo pikir gue sopir taksi?"


"Anggep aja gitu, dahlah nggak usah banyak ngomong cepet anterin gue pulang."


Rama mengembalikan uang Sella, "Uang gue udah banyak."


"Terus mau Lo apa bambang? please deh jangan mesumin gue!" Sella menatap Rama kesal.


"Gue laper, cuma mau makan malam." ucap Rama membuat Sella melonggo.


"Berharap banget ya gue mesumin." goda Rama dan Sella langsung memalingkan wajahnya.


"Jam segini mana ada warung makan buka!" kesal Sella.


"Terserah, gue laper mau makan atau Elo aja yang gue makan."


"Ck, iya iya gue masakin. Ribet amat hidup Lo."


Rama malah terkekeh mendengar ucapan Sella, "Emangnya Lo bisa masak?"


Hingga kini keduanya sudah sampai diapartemen milik Sella.


"Bagus juga apartemen Lo."ucap Rama kala dirinya tengah melihat lihat seisi apartemen Sella.


"Lo tinggal sendiri?" tanya Rama yang hanya diangguki Sella yang kini sibuk didapur.


"Kamar Lo sebelah mana?"


Sella akhirnya melotot ke arah Rama, "Ngapain Lo nanyain kamar gue."


"Biar nanti gampang kalau mau merkosa Lo tinggal tarik ke kamar Lo aja." balas Rama sambil terkekeh membuat Sella lagi lagi melotot dan kali ini sambil mengacungkan pisau.


"Lo macem macem gue bunuh juga!" kesal Sella yang terus terusan digoda oleh Rama.


Sementara Rama hanya tertawa karena berhasil mengoda Sella.


Sella meletakan dua piring nasi goreng salmon diatas meja makan.


"Gue masak yang ada dikulkas, jadi buruan Lo habisin trus pulang. gue nggak mau digrebek kalau ada yang lihat gue bawa pulang cowok." kata Sella.


"Sejak kapan apartemen ada penggrebekan?" kekeh Rama mulai duduk dan menyantap nasi goreng buatan Sella.


"Kenapa? nggak enak?" tanya Sella kala Rama berhenti mengunyah saat baru saja memasukan satu sendok ke dalam mulutnya.


"Enak..." balas Rama lalu melanjutkan makan hingga piringnya tandas tak tersisa.


"Ck laper banget ya?" heran Sella melihat piring Rama sudah kosong sementara nasi di piringnya masih separuh.

__ADS_1


"Gue balik dulu ya." kata Rama bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar apartemen Sella membuat Sella mengerutkan keningnya heran.


"Ada apa? kenapa dia tiba tiba berubah acuh?" batin Sella heran.


Sementara Rama sudah memasuki mobilnya, Ia masih mengecap bibirnya, rasa masakan Sella hampir sama.


Rama benar benar yakin jika masakan Sella hampir sama dengan masakan wanita yang selama ini Ia cintai.


Laras....


....


"Jam segini baru pulang sih mas?" tanya Laras saat membuka pintu untuk Dion yang baru saja masuk.


"Banyak kerjaan sayang, kenapa? udah kangen aja nih?" goda Dion sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ck, nggaklah mas. itu lo Yaya dari tadi bawel nanyain terus. aku telepon nomer mas malah nggak aktif." keluh Laras.


Keduanya memasuki kamar, Laras segera menyiapkan baju ganti untuk Dion.


Laras dikejutkan oleh tangan Dion yang memeluknya dari belakang.


"Kangen." bisik Dion membuat pipi Laras semu merah.


"Mandi dulu mas."


"Ck, nggak usah mandi aja gimana?"


"Kalau nggak mandi biar nanti aku tidur sama Yaya." balas Laras membuat Dion berdecak sebal.


Dion segera memasuki kamar mandi sementara Laras menghangatkan makan malam yang sudah dingin.


"Yaya rewel nggak?" tanya Dion yang baru saja menyusul Laras ke dapur.


"Ck, mas kebiasaan deh rambutnya nggak dikeringin dulu." omel Laras segera mengambil handuk lalu mengeringkan rambut Dion.


"Makasih sayang." kata Dion merasa diperhatikan.


"Yaya tadi nggak rewel kok mas, cuma malem pas mau makan malam nanyain mas terus." jelas Laras yang hanya diangguki Dion yang sedang mengunyah makanan nya.


"Aku mungkin bakal sibuk sampai besok soalnya kerjaan dikantor numpuk."


"Iya mas, kamu tenang aja. Yaya aman sama aku."


"Yaya aman sama kamu, akunya yang nggak aman."


Laras mengerutkan keningnya heran, "Maksudnya gimana mas?"


"Kalau setiap siang aku minta kamu datang ke kantor apa kamu mau?" Tanya Dion.


"Tapi sendiri aja, Yaya dititipin sama bik inah dulu."


"Mau ya?" bujuk Dion sambil mengedipkan sebelah matanya.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2