Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
46


__ADS_3

Paginya Laras bangun lebih awal dari biasanya namun siapa sangka Dion juga ikut bangun. Padahal biasanya Dion menunggu Laras yang membangunkan.


"kamu mau nyoba tespack nya?" tanya Dion yang langsung membuat Laras gugup. awalnya Laras ingin mengunakan tespack tanpa sepengetahuan Dion agar nanti jika memang hasilnya positif bisa menjadi sureprise untuk Dion namun rencana Laras gagal karena Dion ikut bangun bersamanya.


Laras berjalan mengambil tespack dan hendak membuka pintu kamar mandi.


"Aku ikut masuk ya?" tawar Dion yang dengan cepat langsung digelengi oleh Laras.


"Nggak usah ya mas." kata Laras membuat wajah Dion kecewa.


"Memang kamu sudah mengerti cara pakainya?"


Laras memperlihatkan kemasan tespacknya, "Sudah ada petunjuknya mas."


Dion menghela nafas panjang, "Ya sudah, aku tunggu di sini saja." kata Dion lalu kembali duduk dipinggir ranjang membuat Laras tersenyum dan segera masuk ke kamar mandi.


Laras membuka kemasan tespack lalu mencelupkan ke dalam cairan yang baru saja Ia keluarkan. Laras menutup matanya sebentar sebelum akhirnya Ia buka dan hasilnya... masih Agaris satu.


Seketika raut wajah Laras berubah kecewa saat mengetahui dirinya masih belum hamil.


"Bagaimana ini? bagaimana jika mas Dion kecewa." gumam Laras mengenggam erat tespack garis satu itu.


Dengan langkah pelan, Laras berjalan keluar dari kamar mandi dan langsung melihat Dion berlari le arahnya.


"Bagaimana hasilnya sayang?" tanya Dion yang terlihat sangat berharap.


Dengan tangan gemetar, Laras memberikan hasil tespack pada Dion "Maaf mas, masih mengecewakanmu."


Dion tersenyum menatapi wajah murung istrinya, dengan sekali gerakan Ia rengkuh tubuh istrinya dan langsung memeluknya.


"Its okay, kita bisa mencobanya lagi sayang." kata Dion menenangkan Laras.


"Maaf mas, sudah membuat mu kecewa." kata Laras dengan suara lirih.


"Sayang, aku sama sekali tidak kecewa. mungkin memang belum waktunya dan Tuhan ingin kita banyak menghabiskan waktu berdua." jelas Dion.


"Bertiga mas, emang Zahra nggak masuk hitungan?"


"Eh iya, hampir lupa kalau udah ada Zahra." kata Dion sambil terkekeh.


"Papaaaaaa... Mama..."


Suara cempreng Zahra disusul gedoran pintu membuat Dion dan Laras saling menatap sebelum akhirnya mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"Kan... aku bilang apa, Yaya pasti mau nagih janji Papa nya." omel Laras berjalan mendekati pintu.


Cup, kecupan mendarat di pipi Laras sebelum membuka pintu.


"Yang penting kan bisa sayang."


"Untung saja bisa mas." kata Laras terlihat lega lalu membuka pintu.


Zahra berdiri didepan kamar masih menggunakan piyama hello kitty nya.


"Pa, Ma... katanya mau ke kebun binatang?" tanya Zahra dengan polos membuat Dion dan Laras terkekeh bersamaan.


"Masih pagi sayang, belum buka ini." balas Dion melihat jam dinding masih pukul 5 pagi.


"Kan siap siap dulu Pa, biar nanti kita nggak kesiangan."


"Ya udah, ayo Yaya siap siap sama Mama ya." ajak Laras langsung mengendong Zahra dan membawanya memasuki kamar Zahra.


Dion hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Tak menyangka Zahra akan bangun sepagi ini hanya untuk menagih janjinya. Sedikit melegakan karena Ia bisa mengambil libur mengingat padatnya jadwal pekerjaan setelah I menikah dengan Laras.


Meski pukul 6 mereka sudah siap namun akhirnya mereka berangkat pukul 9 pagi. jarak kebun binatang dari rumah Dion tidak terlalu jauh jadi hanya butuh 1 jam perjalanan saja mereka akhirnya sampai di kebun binatang.


Zahra yang baru saja turun dari mobil sudah bersenandung Ria sambil sesekali menari tak sabar ingin segera memasuki kebun binatang.


"Udah dapet." kata Dion memperlihatkan 3 lembar tiket kepada Laras dan Zahra.


"Yeeyyy, ayo kita masuk Pa.." ajak Zahra tak sabar sampai menarik tangan Dion dan Laras.


Mereka mulai berkeliling dikebun binatang, melihat hewan hewan secara langsung. Jika biasanya Zahra hanya bisa melihat digambar yang ditempel oleh Laras kini Zahra bisa melihatnya secara langsung membuat Zahra sangat senang.


"Nah, ini yang belang belang coba tebak namanya apa?" tanya Dion pada Zahra.


Dan berpikir lama, Zahra langsung saja bisa menebak,


"Zebra Pa, itu Zebra."


"Duh pinter banget sih, siapa nih gurunya?" Dion mengacak rambut Zahra gemas.


Zahra spontan menunjuk ke arah Laras "Gurunya Mama dong."


"Ah iya Bu Guru cantiknya pinter banget." Dengan cepat Dion mengecup kening Laras membuat Laras terkejut dan langsung mendelik ke arahnya.


"Mas, ini tempat umum." Laras memukul lengan Dion.

__ADS_1


Dion malah terkekeh, "Kenapa sih? orang udah sah ini."


"Banyak anak kecil mas!"


"Iya deh iya, jadi maunya ditempat yang sepi nih?" goda Dion membuat Laras semakin kesal.


"Mama Yaya mau pipis." Zahra menarik baju Laras membuat Laras mengangguk dan segera mengantarkan Zahra ke kamar mandi terdekat.


Laras ikut masuk ke dalam kamar mandi karena Zahra masih belum bisa pipis sendirian.


Keluar dari kamar mandi, Zahra tak sengaja menabrak wanita paruh baya yang hendak memasuki kamar mandi.


"Maaf Bu." kata Laras spontan mengambilkan tas Wanita itu yang terjatuh.


"Maaf." Zahra pun ikut menirukan suara Laras dan terdengar lucu membuat wanita itu gemas dan mencubit pipi Zahra.


"Adik kecil namanya siapa?" tanya Wanita itu.


"Yaya omaa," balas Zahra dengan senyum mengembang.


"Namanya Zahra tapi belum bisa ngomong Zahra." jelas Laras membuat wanita itu tersenyum.


"Lucu banget, anaknya?" tanya Wanita itu pada Laras.


Laras mengangguk, "Kami permisi dulu, takut ditunggu suami saya." kata Laras yang langsung diangguki wanita itu.


Wanita paruh baya itu masih melihat Laras dan Zahra dari kejauhan hingga mereka tak terlihat lagi.


Wanita itu berjalan mendekat ke arah pria muda yang sudah menunggunya.


"Mama kok lama?"


"Barusan Mama liat ada anak kecil lucu, wajahnya kayak mirip kamu." kata wanita itu pada putranya.


"Ck, kebetulan aja Ma."


Wanita itu memukul lengan putranya, "makanya kamu buruan nikah, bikinin Mama cucu."


"Nikah lagi, nikah lagi..." gerutu Pria itu langsung memasuki mobil tak lagi menghiraukan omelan sang Mama.


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen

__ADS_1


..


__ADS_2