
"Ya ampun sayang ini sudah jam berapa? Masa kamu mau minta beli cimol, lagian mas nggak tau cimol itu seperti apa bentukannya." Ujarnya.
Mendengar ucapan suaminya yang menolak permintaannya, air mata Fani keluar begitu saja dia nggak terima di bentak suaminya, Abimana terperanjat kaget saat melihat istrinya menangis.
"Kamu ko bentak aku mas, ibu dan bapak aku juga nggak pernah membentak aku, tapi kamu udah berani bentak aku, aku benci sama kamu mas aku mau pulang ke rumah ibu dan bapak saja." Fani berucap sambil terisak.
Melihat istrinya menangis dan minta pulang Abimana jadi kalang kabut perasaan dia nggak bicara dengan nada tinggi kenapa istrinya malah menangis? Fani meninggalkan suaminya dan berjalan ke kamarnya sambil terisak.
Abimana langsung menyusul istrinya yang sedang menangis, dia nggak mau kalau sampai istrinya minta pulang kampung apa yang mau dia katakan sama mertuanya.
"Sayang kamu ko nangis, ok, maafin mas yah, mas nggak maksud bentak kamu, ok, ok, sekarang mas turuti mau kamu, kamu minta apa?"
Fani berbinar dia langsung mengusap air matanya dia memegang tangan suaminya dan memelukknya, Fani mencium seluruh wajah suaminya membuat Abimana berbinar dan berfikir kalau istrinya ingin kembali melakukannya.
"Mas kamu bener kamu mau menuruti ke inginan aku?" Fani bertanya sambil mengembangkan senyumnya.
"Iya sayang, kamu mau minta apa, bikin anak 5, 10 atau selusin biar Dikta ada temennya, nanti kita tinggal bikin lapangan sepak bola buat anak kita." Abimana tersenyum lebar.
Fani langsung melototkan matanya mendengar ucapan suaminya dia mencubit perut suaminya dengan begitu keras, membuat Abimana berteriak dia mengusap-usap perut yang habis di cubit istrinya.
"Bicara seperti itu aku tendang kamu mas, dan tidur sana jauh-jauh dari aku." Fani medelikkan matanya.
"Iya maaf, sekarang kamu minta apa?"
"Aku kan udah bilang, minta cimol, cimol mas cimol dengar nggak sih?" Tanyanya melototkan matanya.
"Ok, ok, mas cari yah sekarang."
"Cari dimana mas? Aku maunya mas yang bikin buat aku." Sahutnya tersenyum lebar.
Abimana membulatkan matanya dengan sempurna, istrinya ini ngigau atau apa? Kenapa dia menyuruhnya membuat cimol tau bentukannya saja nggak pernah, Fani yang melihat suaminya hanya diam saja langsung terisak.
Abimana mengusap wajahnya kasar ada apa dengan istrinya? kenapa sekarang jadi cengeng dan gampang nangis.
"Kamu nggak mau kabulin permintaan aku? Kalau gitu aku mau kerumah mas Kevin saja, mau minta di bikinin sama bu Hanum." Ucapnya tersenyum lebar sambil berbalik badan.
__ADS_1
Abimana membulatkan matanya mendengar ucapan istrinya bagaimana bisa istrinya mau meminta laki-laki lain untuk membuatkan cimol, apalagi lagi laki-laki itu pernah mencintai istrinya dan mungkin sampai sekarang laki-laki itu masih mencintai istrinya.
Fani membalikkan badannya dan tersenyum lebar dia mau melangkah meninggalkan suaminya Abimana langsung memegang tangan istrinya, membuat Fani melihat ke arahnya.
"Ada apa mas?" Tanyanya.
"Baiklah mas bikinin cimol buat kamu." Jawabnya nggak semangat.
"Ko nggak semangat gitu ngomongnya."
"Iya sayang mas kau bikinin cimol buat kamu." Abimana menjawab sambil menunjukkan giginya.
"Gitu dong harus semangat, oh iya panggil Alfian sama Jack mas biar mereka bisa bantuin kamu, nggak mungkin kan kamu bikin sendirian, com, com, nggak pake lama."
Fani duduk di kursi deket dapur dia melihat suaminya yang sedang menghubungi, Alfian dan Jack, Fani menopang dagu dengan kedua tangannya dia tersenyum melihat suaminya yang sedang kesel.
Nggak lama Alfian dan Jack datang Fani tersenyum lebar melihat kedatangan mereka berdua, Alfian dan Jack mendengus kesal padahal mereka baru saja memejamkan matanya dan ini juga sudah jam 12 malam tapi Abimana malah menyuruhnya untuk datang ke rumahnya.
"Mas panggil Irham biar dia ikut bantuin kalian bertiga, buruan mas kamu lelet banget sih." Fani terlihat kesel.
Mereka sudah berkumpul di dapur, mereka bingung kenapa mereka malah berkumpul di dapur mau ngapain? Mereka ber 3 jadi bertanya-tanya, apa yang mau mereka lakukan.
"Pak, kita mau ngapain kenapa berkumpul di dapur?" Alfian mau penasaran.
"Iya bos kita mau ngapain?" Jack juga langsung bertanya sama bosnya.
"Kita mau bikin cimol, itu istri saya mau makan cimol minta kita yang bikin." Sahutnya.
"Apa bikin cimol!" Teriak mereka.
Abimana menatap tajam mereka ber 3 saat berteriak pas di telinganya, Abimana langsung menyuruh mereka untuk langsung mengerjakannya, Jack dengan sigap langsung membukakan aplikasi pintarnya untuk melihat resep cimol, Alfian langsung mengambil baskom untuk wadahnya.
Glomprang!
Baskom yang Alfian ambil terjatuh dan menimbulkan suara bising membuat orang rumah terbangun, bu Rina, Ayumi, Pricilia dan Wulan menghampiri dapur mereka ber 4 terkejut melihat semua orang berada di dapur mereka langsung terbahak-bahak saat melihat Abimana dan yang lain karena terlihat berantakan badan mereka putih penuh dengan tepung, terlebih dapur terlihat berantakan semua peralatan dapur keluar dari tempat.
__ADS_1
Bu Rina menghampiri mereka apa yang mereka lakukan di dapur sehingga dapur terlihat sangat berantakan, air tumpah di lantai, wajan ada di atas kulkas, minyak ada di panci saos ada di magicom, wajah dan rambut mereka putih semua, bu Rina menggelengkan kepalanya.
"Kalian lagi pada ngapain di dapur, lihat dapur jadi berantakan, becek kaya gitu cepet bersihkan."
"Kita mau bikin cimol mah." Sahut Abimana.
"Cimol buat apa? Kan bisa beli di luar lihat gara-gara ulah kalian dapur jadi berantakan."
"Tapi Fani nggak mau beli di luar mah, dia mau cimol bikinan Abimana."
"Fani?" Tanya bu Rina memastikan.
Mereka semua menganggukkan kepalanya kompak, bu Rina melihat ke arah Fani yang sedang menundukkan pandangannya, yang lain melihat Fani dengan heran Fani yang melihat semua orang melihat ke arahnya langsung mendongak, pandangannya jatuh ke arah bu Rina dia langsung menghampiri mertuanya dan meminta maaf.
"Mah, maafin aku yah nggak tau kenapa aku tiba-tiba pengen makan cimol." Fani berkata sambil membayangkan makan cimol.
Mendengar ucapan Fani semuanya tersenyum, bu Rina menganggukkan kepalanya beliau menyuruh anaknya untuk segera membuat cimol buat Fani, para perempuan duduk sambil melihat para laki-laki yang sedang melihat membuat cimol mereka semua terbahak saat sedang menggoreng cimol malah lari-larian, bu Rina menggelengkan kepalanya pelan.
Nggak lama cimol bikinan mereka sudah jadi dan menyajikannya di depan Fani, mereka semua kembali terbahak saat melihat bentukkan cimol yang seperti martabak mini, bukannya bulat ini gepeng.
"Mas ini apa?" Tanya Fani melihat suaminya.
"Ini cimol yang kamu minta sayang." Abimana melihat istrinya.
"Yah sudah kalian duduk." Fani menyuruh suaminya duduk di ikuti Alfian, Jack dan Irham.
"Loh, kenapa kalian diam saja, makan dong cimolnya masa di diemin ajah sih, mubazir dong."
"Kenapa kita yang harus makan sayang? Kan kamu yang minta."
"Aku udah kenyang mas lihat bentukannya seperti itu jadi nggak berselera, cepetan makan."
Abimana dan yang lain menganggukkan kepalanya mereka semua memasukkan cimol kedalam mulutnya dan langsung membulatkan matanya.
__ADS_1
Bersambung..