Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 91


__ADS_3

Abimana masih memeluk foto keluarganya tapi di dalam foto itu enggak ada mamahnya hanya ada ibu tirinya yaitu ibu kandung Pricilia, Abimana menaruh foto keluarganya di dalam dompet, dia sampai lupa memberi tau sama asistennya kalau mereka harus keluar kota sore ini juga untuk menemui klien yang ada di bandung.


Selasai menghubungi asistennya lewat sambungan telepon dia kembali di sibukan dengan laptopnya, pintu ruangan ada yang mengetuknya dia menyuruhnya masuk ke dalam dia yakin kalau itu asistennya.


Abimana mendongakkan wajahnya dia terkejut melihat seseorang yang masuk kedalam ruangannya ngapain perempuan itu mendatangi kantornya? Dengan tidak tau malunya perempuan itu tersenyum begitu manis tapi itu malah membuat Abimana semakin muak.



"Hai." Sapahnya.



"Ngapain kamu ada di sini Voke?"



Abimana menatap tajam perempuan yang ada di depannya, Voke mendekati Abimana dan berdiri di sampingnya Abimana langsung berdiri dan menatap tajam Voke dengan berani Voke memegang pundak Abimana, Voke tersenyum sinis melihat mantan suaminya.



"Aku masih belum menyangka Abi, kenapa kamu bisa menikah sama mantan baby siter anak kita, kenapa kamu nggak memilih aku sebagai istri kamu apa istimewanya dia di bandingkan sama aku?" Voke mengusap bibir Abimana.



"Lepas beraninya kamu menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu."



Voke sama sekali nggak takut sama tatapan Abimana dia kembali memeluk Abimana dan melihat air minum Abimana yang ada di atas meja, dia langsung tersenyum sini dan langsung merogoh saku bajunya dan memasukkan sesuatu kedalam minuman milik Abimana.



Abimana langsung mendorong Voke sampai dia terjatuh membuat Voke mengepalkan tangannya, tapi dia tersenyum nggak masalah Abimana menolaknya bukannya pergi dia malah duduk di sofa yang ada di ruangan Abimana, dia ingin melihat Abimana meminum air yang sudah dia berikan sesuatu.


__ADS_1


"Ok, ok, maafin aku kalau aku sudah lancang masuk kedalam ruangan kamu, kalau gitu aku permisi kalau butuh bantuan hubungi aku pasti aku langsung datang untuk menolongmu," Ucapnya tersenyum.



Voke keluar dari ruangan Abimana dia masih ngintip di belakang pintu ruangan Abimana, Voke bersembunyi saat dia melihat Alfian berjalan mau masuk ke ruangan Abimana, Voke mengepalkan tangannya kenapa asisten mantan suaminya itu harus datang ke ruangan Abimana di saat waktu yang nggak tepat.



Saat Alfian masuk kedalam ruangan Abimana dia kembali menguping dan sedikit mengintip dari cela pintu, Voke melihat air yang ada di ruangan Abimana masih utuh kemungkinan Abimana belum meminum airnya, dia masih setia menunggu sampai Alfian keluar dari ruangan Abimana.



"Al, aku lupa kasih tau kamu kalau sore ini kita harus ke luar kota untuk menemui klien kita yang ada di bandung, kamu persiapkan segalanya jangan sampai ada yang ketinggalan," Ucapnya.



Alfian mengangguk kepalanya saat atasannya memberi tau soal keberangkatan mereka ke luar kota sore ini, nggak lupa Abimana memberi tau kalau mereka nggak cuma berangkat berdua, melainkan bertiga.




Mendengar ucapan Abimana dia sedikit terkejut mendengar atasannya menyebutkan nama Amanda.



"Amanda?" Tanyanya.



"Iya ibu Amanda, aku lupa kasih tau kamu kalau beliau adalah klien baru kita," Ucapnya.



"Iya baiklah." Jawab Alfian.

__ADS_1


Alfian mengangguk dia berpamitan sama Abimana untuk kembali ke ruangannya untuk menyiapkan semua dokumen yang harus di bawah, Voke yang melihat Alfian mau keluar langsung bersembunyi dia yakin Alfian nggak akan kembali lagi mengingat dia sangat sibuk.


Setelah memastikan Alfian bener-bener pergi dari ruangan Abimana untuk kembali ke ruangannya, ini adalah kesempatan untuknya Voke sedikit membuka pintu ruangan Abimana dia mau memastikan kalau Abimana meminum air yang sudah di campurkan sesuatu, Voke tersenyum lebar melihat Abimana meminum airnya.



Dia menunggumu beberapa saat untuk melihat reaksi obat yang sudah di campurkan kedalam minuman Abimana, nggak lama Voke melihat Abimana yang sedang mengibaskan jasanya Voke sangat yakin kalau obat itu sudah mulai bereaksi.



"Panas, kenapa ruangan aku begitu panasnya padahal ac sudah di nyalakan," Ucap Abimana.



Nafas Abimana memburu wajahnya sudah memerah, dia melihat air yang barusan di minuman Abimana merasakan panas di sekujur tubuhnya dia membuka jasnya dan membuangnya ke sembarang arah, Voke masuk kedalam memastikan kalau Abimana sudah terpengaruh obat yang dia campurkan.


"Sayang." Voke berjalan mendekati Abimana.


Abimana melihat Voke yang sedang berjalan mendekat pandangannya kabur obat yang di berikan Voke bener-bener bekerja sangat cepat, Abimana tersenyum melihat perempuan yang sedang berdiri di depannya.


"Fani," Ucapanya.


"Iya ini aku Fani istri kamu." Jawab Voke.


Abimana menggelengkan kepalanya memastikan kalau perempuan yang ada di depannya adalah istrinya, lagi-lagi Abimana melihat kalau yang di depannya memang benar dia adalah istrinya.


"Sayang tolong mas, mas sudah nggak tahan," Ucapnya.


"Iya aku akan menolong kamu mas." Voke tersenyum sinis.



Voke langsung melepaskan kancing baju Abimana dia tersenyum begitu lebar sebentar lagi Abimana akan kembali menjadi miliknya, dan Fani perempuan kampung itu akan tersingkirkan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2