
...I.B.U.S.A.M.B.U.N.G.U.N.T.U.K.A.N.A.K.K.U...
...Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, aku bertaubat kepada-Mu, dan aku mengadukan urusanku kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau dari segala hal yang bisa menyesatkanku...
***
Malam ini, Elea meminta kedua satpam untuk berjaga. Ia takut jika Dariush kembali datang dan kembali ingin melecehkan Elea.
Ingin Elea melaporkan Dariush pada polisi namun ia tak memiliki bukti yang kuat karena di dalam kamar tak terdapat CCTV. Hanya berada di ruang tamu dan beberapa sudut lainnya.
Malam ini pun mereka tidur bertiga dalam satu kamar bersama Cila dan Bi Mia meski Cila sempat bertanya.
Beruntung Bi Mia telah membersihkan pecahan kaca dan darah pada lantai sehingga Cila tak mengetahui bahwa baru saja terjadi kecelakaan.
Elea pun tak menemui pecahan kaca tersebut dibak sampah. Entah kemana Bi Mia membuangnya.
Matahari belum nampak, suasana dingin terasa menusuk. Namun Elea dan Cila telah bangun dan sudah siap diatas sajadah. Ingin menunaikan sholat subuh berjamaah.
"Tunggu, bu. Saya ikut sholat berjamaah." Bi Mia yang sudah lengkap dengan mukena pun menggelar sajadah dibelakang Elea.
Mereka pun sholat bersama. Didalam sujudnya Elea berdoa "Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, aku bertaubat kepada-Mu, dan aku mengadukan urusanku kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau dari segala hal yang bisa menyesatkanku"
__ADS_1
Sholat telah usai, namun belum lagi beberapa menit berdzikir selepas sholat, Elea merasa mual. Perutnya terasa diaduk. Gegas menuju toilet untuk muntah.
Cila ikut menyusul, tak sepanik saat pertama kali Bundanya muntah.
"Sudah ibu cek atau belum, Bu? Barangkali ibu memang benar sedang hamil." ucap Bi Mia.
Elea menggeleng dan Bi Mia Lekas bergegas mengambil alat tes kehamilan yang kemarin ia beli dan sepertinya ia taruh diatas meja rias Elea.
"Sembari menunggu Bunda, Non Cila sama Bibi dulu ya. Bibi sudah masak masakan kesukaan Non Cila. Ayuk!" ajak Bi Mia pada Cila yang membuntuti Elea. Bahkan ingin masuk ke dalam toilet bersama Elea.
Dengan wajah yang cemberut, gadis itu menurut saja dan sekarang tinggallah Elea seorang diri.
Deg,
Garis dua!
"Subhanallah, Ya Allah." Elea menangis tersedu.
Entah rasa senang atau sedih. Ia tak mampu menafsrikan dengan jelas. Senang karena Allah kembali mempercayainya untuk menitipkan kembali janin pada tubuh Elea.
Namun juga sedih, mungkin saja Ardha tak suka dan akan marah padanya. Sebab dengan hadirnya anak akan membuat laki-laki itu kewalahan.
__ADS_1
Elea mengusap air mata yang berair. Mengambil ponsel dan mencoba kembali menghubungi Ardha.
Elea ingin tau bagaimana perasaan laki-laki tersebut tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Satu kali panggilan, dua kali hingga panggilan ketiga tak dijawab. Padahal dapat Elea lihat jika Ardha sedang online.
"Aku mohon, angkat Mas!"
Apa Ardha terlalu malas untuk menerima panggilan dari Elea? tapi mengapa kemarin laki-laki itu mengirimi Elea pesan beruntun?
"Pengakuanmu yang akan menentukan apa aku harus bertahan atau pergi, Mas!" kembali Elea bermonolog.
Saat Elea ingin kembali menelpon, tiba-tiba sebuah pesan yang berisikan sebuah link dari Ardha.
Elea mengklik link tersebut dan terpampanglah sebuah postingan dari akun gosip yang berisikan.
Aktris Ardhana Kavin dan Sovia Mirabella ternyata menjalin hubungan asmara padahal Sang lelaki baru beberapa bulan yang lalu menikahi seorang perempuan berhijab. Bukan tanpa sebab, perempuan yang baru saja Sang aktris nikahi ternyata seorang wanita panggilan . Dia juga tega membunuh anaknya sendiri dan masih banyak lagi kabar miring mengenai istri aktris tersebut.
Elea menjatuhkan ponsel yang ia pegang. Ternyata Ardha dan Sovia memang menjalin hubungan. Tapi apa maksud Ardha mengirim link tersebut?
Masa lalu yang berusaha Elea simpan terkuak saat dirinya sedang lemah. Dan sekarang Elea merasa pada titik terendah.
__ADS_1