Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 82


__ADS_3

Bu Rina melihat ke arah Abimana yang sampai berani meneriakinya beliau langsung menghampiri anaknya dan menepuk-nepuk lengan anaknya, beliau kembali melihat Pricilia yang sudah banjir air mata.


Ayumi mendekati mamahnya dan memegang tangannya, Ayumi menggelengkan kepalanya berharap mamahnya nggak mengatakan yang sebenarnya untuk saat ini, dia nggak tega melihat adiknya bersedih.


"Kalian ini kenapa? Bukan kan Pricil berhak tau siapa dia sebenarnya, benar begitu Pricil sayang?" Tanya bu Rina melihat Pricilia.


Pricilia nggak bisa menjawab ucapan mamahnya dia masih syok saat mendengar ucapan mamahnya, bu Rina mendekati Pricil beliau mengitari tubuh anaknya yang masih berdiri mematung, air matanya masih terus keluar, Abimana mendekati mamahnya tapi bu Rina menyetop anaknya agar berhenti mendekat.


Alfian yang melihat Pricilia menangis merasa nggak tega, kenapa bu Rina setega itu sama Pricil tidak kah beliau tau akan seperti apa perasaan Pricil nanti? Terlebih Pricil sudah nggak mempunyai siapapun hanya mereka yang dia punya, hanya keluarga beliau yang Pricil punya sekarang.


"Jadi apa kamu masih mau mendengar cerita dari mamah Pricil?" Bu Rina kembali melihat anaknya.


"Katakan saja mah, Pricil juga pengen tau kebenarannya." Jawab Pricil terisak.


"Orang tua kamu yang sudah menyebabkan suami mamah meninggal Pricil, ibu kamu juga yang sudah membuat keluarga mamah berantakan, kamu adalah anak hasil dari perselingkuhan antara ibu kamu dan juga suami mamah." Bu Rina menatap tajam Pricil.


"Itu nggak mungkin mah, tolong mamah jangan bohongin Pricil." Ujar Pricil.


"Itu kenyataannya Pricil, ibu kamu adalah seorang pelakor yang sudah merebut suami mamah, kamu adalah anak haram hasil dari perselingkuhan mereka, dan ibu kamu juga yang sudah menyebabkan suami mamah meninggal karena gara-gara ibu kamu suami mamah mengalami kecelakaan hanya untuk menyelamatkan pelakor seperti ibu kamu itu!" Teriak bu Rina menunjuk wajah Pricil dengan wajah penuh amarah.


"Nggak, itu nggak mungkin, Pricil bukan anak haram, Pricil anak mamah dan papah, Pricil adik kandung kak Abi dan kak Ayu," Ucapnya menggeleng.

__ADS_1



Pricilia mendekati Abimana dan juga Ayumi, air matanya sudah berhamburan, mereka berdua memeluk adiknya Pricilia tergugu di pelukan kedua kakaknya.



"Kak, yang di bilang memah nggak bener kan? Pricil bukan anak haram kan? Pricil bukan anak pembunuh itu nggak mungkin kan?" Tanyanya melihat wajah kedua kakaknya.



Ayumi dan Abimana hanya menganggukkan kepalanya, mereka bingung harus menjawab apa, mamahnya bener-bener keterlaluan kenapa mamahnya mengatakan yang seharusnya nggak perlu di katakan, Fani meneteskan air matanya saat melihat Pricilia yang sedang terisak.




"Kaka kenapa kalian hanya diam saja? Jawab pertanyaan Pricil kalau Pricil bukan anak haram! Pricil adik kandung kalian kan? Tolong jawab pertanyaan Pricil kak, tolong jawab." Pricil terduduk di lantai.



Abimana langsung memeluk adiknya dia langsung memeluk Pricil yang sedang tergugu, Abimana ikut meneteskan air matanya, dia mengecupi puncak kepala adiknya, Fani ikut terisak melihat Pricil yang bener-bener tak berdaya.

__ADS_1



"Iya dek, kamu adalah adik kandung kak Abi dan kak Ayumi, sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi adik kandung kami berdua." Jawab Abimana.



"Abi kamu ini kenapa? Dia harus tau yang sebenarnya tentang siapa dia sebenarnya, sudah puluhan tahun kalian menyembunyikan rahasia besar ini, mamah sudah nggak bisa terus membohonginya, karena dia memang bukan adik kandung kalian, mamah nggak tahan melihat anak dari seorang pembunuh terus berada di sini!" Teriaknya.



"Cukup mah cukup! Mamah yang apa-apan apa yang mamah tuduhkan itu nggak benar, mamah selalu menutup mata untuk melihat kebenarannya." Jawab Abimana.



Pricil berlari dan meninggalkan rumah Abimana rasanya dia nggak tahan mendengar ucapan mamahnya, Alfian langsung turun kebawa untuk mengejar Pricil, Abimana yang mau mengejar adiknya di tahan sama Alfian.



"Biarkan saya saja yang mengejar non Pricil pak, bapak urusin nyonya besar saja," Ucapnya.


__ADS_1


Abimana menganggukkan kepalanya, Alfian langsung berlari mengejar Pricilia.


Bersambung..


__ADS_2