Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 98


__ADS_3

Semua orang melihat ke arah bu Rina yang sedang berdehem, Pricilia mendekati mamahnya dan tersenyum dia kembali memeluk mamahnya bu Rina membalas pelukan anaknya, Abimana merasa lega apa yang dia mau sudah kesampaian, mamah dan anaknya saling bermaafan.


"Maafkan mamah nak," Ucapnya.


Bu Rina meminta maaf sama anaknya, Pricilia menggelengkan kepalanya pelan bagaimana bisa mamahnya minta maaf sama anak, yang seharusnya minta maaf adalah dirinya bukan mamahnya, Irham memeluk pundak istrinya Ayumi tersenyum melihat suaminya.


"Mamah nggak perlu minta maaf mah, yang seharusnya minta maaf Pricilia bukan mamah."


Abimana mendekati mereka berdua, bu Rina melepaskan pelukan Pricilia beliau melihat anak sulungnya yang sedang tersenyum ke arahnya, Abimana langsung memeluk mamahnya, dia bahagia sangat bahagia melihat mamah dan adiknya saling bermaafan, Ayumi mendekati mereka bertiga dan ikut memeluknya.


Mereka ngobrol cukup lama Dikta sudah tidur nyenyak di kamarnya sejam yang lalu di tamai bi Sumi, Wulan berpamitan sama mereka semua karena mau istirahat rasanya dia sudah sangat ngantuk, biasa di kampung dia tidur jam sembilan dan sekarang ini sudah jam sepuluh malam pantesan dia sudah ngantuk.


Pricilia lagi menemui teman-teman kampusnya, pandangan Alfian tak lepas melihat Pricilia yang sedang ngobrol sama temennya tiba-tiba tatapannya menajam saat melihat ada laki-laki yang menghampiri Pricilia, laki-laki yang pernah dia lihat saat mengantarkan Pricilia ke kampus.


Jack mencibir temennya yang tak lepas memandangi nona mudanya, temennya itu udah tua tapi cemen masa suka sama perempuan cuma di pendam gitu saja kalau ada yang nikung gimana? Jack menggelengkan kepalanya pelan dia langsung menepuk pundak Alfian dengan keras dan mendapat tatapan tajam dari Alfian untuknya.

__ADS_1


Jack terbahak mendapatka tatapan tajam Alfian, Abimana yang lagi ngobrol melihat ke arah mereka berdua mendapatkan tatapan mematikan dari bosnya Jack menggaruk kepalanya yang enggak gatel, Irham terkekeh melihat Jack yang takut melihat Abimana.


"Pergi sana." Abimana mengusir keduanya.


"Maaf bos." Jawan Jack.


Jack mengajak Alfian untuk pindah Alfian mengiyakan ajakan Jack kebetulan mereka enggak mau mengganggu obrolan keluarga atasannya, pandangan Alfian masih melihat Pricilia yang masih ngobrol sama laki-laki itu.


Selepas kepergian Alfian dan Jack, Abimana melihat ibunya mereka mau membicarakan soal foto yang pernah Pricilia temukan di kamarnya karena sampai saat ini adiknya belum tau soal foto itu karena mereka belum ada yang mau menjelaskan tentang foto itu sama Pricil, bu Rina menghela nafasnya pelan apa setelah anaknya tau tentang foto itu anaknya mau memafkan kesalahannya.


"Mamah, mamah kenapa?" Abimana bertanya sama mamahnya.


"Mah, Pricil itu anak yang baik, Abi sangat yakin kalau dia bisa memaafkan mamah, Abi juga sangat yakin ko kalau Pricil nggak bakalan marah, dia itu hatinya sangat lembut, percaya sama Abi."


Bu Rina menganggukkan kepalanya pelan, dia melihat Pricilia yang masih ngobrol bersama temennya, Abimana dan Ayumi mengangguk kepalanya melihat mamahnya yang sedikit cemas.

__ADS_1


"Ya sudah biar mamah yang mengatakan semuanya sama Pricil, kalau seandainya Pricil marah sama mamah biarkan saja, karena ini memang kesalahan mamah dulu."


"Dia nggak bakalan marah mah, percaya deh sama Abimana."


Pricila berjalan ke arah mamahnya dan juga yang lain, waktu semakin larut malam teman-temanya sudah pada pulang dia ikut bergabung bersama keluarganya, nggak lama Abimana menyuruh keluarganya untuk beristirahat.


"Non Pricil."


Pricilia menengok ke belakang melihat Alfian yang sedang berdiri di belakangnya sedang tersenyum.



"Iya bang."


"Ada yang mau saya bicarakan." ujarnya.

__ADS_1


"Apa?" Pricilia sangat penasaran.


Bersambung..


__ADS_2