
...I.B.U.S.A.M.B.U.N.G.U.N.T.U.K.A.N.A.K.K.U...
...Aku mencintai kamu bukan karena masa lalu tapi karena dirimu yang sekarang. Seorang perempuan yang berusaha bangkit dari kelamnya masa lalu. Itu yang membuatku semakin mencintaimu....
...~Ardhana Kavin...
***
Cerai
Cerai
Cerai
Terlinga Ardha rasanya bagai dikelilingi lebah. Berdengung dan membuat dada Ardha mencelos.
Dengan cepat Ardha menggeleng, tak pernah terbesik kata cerai dalam rumah tangga bersama Elea. Ardha tak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.
Memori Ardha kembali mengulang ucapan Elea. Ada yang lebih penting dan menarik perhatian Ardha.
"Kamu hamil, Sayang?"
Tangan Ardha terulur hendak mengelus perut Elea yang masih rata dibalik hijab besarnya. Namun buru-buru Elea halau dengan tas.
__ADS_1
"Ceraikan aku, Mas." Elea masih kekeh minta cerai.
Dengan kepala menunduk Elea berusaha menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.
"Aku gak akan menceraikan kamu, Sayang." suara Ardha masih terdengar lembut meski Elea sudah membuatnya kesal.
Elea menggeleng dengan lemah "Jangan egois, Mas. Mempertahankan rumah tangga ini hanya akan membuatku semakin sakit."
Elea terisak disela ucapan dengan bahu yang bergetar. Sungguh sesak dan tentu saja sakit saat Elea berkata demikian.
Ardha mendengus dan memegang kedua bahu Elea. "Tatap aku, Sayang. Lihat suamimu!" titah Ardha.
Dengan ragu dan pelan Elea mengangkat kepala. Menatap manik kecoklatan Ardha dengan dekat.
Elea kembali menunduk hingga jemari Ardha menyentuh dan mengangkat dagunya.
"Aku tau bukan itu alasan kamu minta cerai dari aku."
Deg, dada Elea kembali berdebar. Matanya lantas menatap Ardha.
Bagaimana mungkin laki-laki di depannya ini mengetahui? padahal Elea sudah sebisa mungkin agar suaranya terdengar yakin.
"Kamu ga akan bisa bohong sama aku."
__ADS_1
"Ak-aku..." mulut Elea rasanya kelu. Gugup dan bingung harus berkata apa.
"Hmmm. Aku apa?"
"Aku merasa tidak pantas bersama kamu, Mas. Masa laluku begitu buruk. Aku...."
"Sssttttt." Ardha menutup mulut Elea dengan telunjuk.
"Aku mencintai kamu bukan karena masa lalu tapi karena dirimu yang sekarang. Seorang perempuan yang berusaha bangkit dari kelamnya masa lalu. Itu yang membuatku semakin mencintaimu." sorot mata Ardha terpancar sebuah kejujuran. Membuat Elea semakin terisak dengan memegang erat ujung kemeja Ardha.
Ardha menarik Elea ke dalam pelukan. Menghirup aroma dari istri yang lama ia rindukan. "Jangan menangis, nanti anak kita ikut sedih."
Perkataan Ardha justru menambah isakan Elea. "Ini air mata bahagia, Mas." elak Elea.
Pelukan terlepas. Bibir Ardha melengkung sempurna. Ia menghapus jejak air mata Elea lalu setelahnya beralih mengusap perut Elea.
"Anak kita." usapan dari tangan Ardha membuat Elea nyaman dan tenang hingga tak sadar sebuah mobil melaju ke arah mereka. Dan brak,
"Mas!"
Sebuh mobil menubruk tubuh. Membuat pemilik terkapar di atas aspal. Darah pun mulai mengalir. Isak tangis mulai terdengar. Baru saja kebahagiaan nampak, namun cobaan kembali datang.
Sedang mobil yang menabrak dengan cepat meninggalkan lokasi.
__ADS_1