
Kini mobil Alfian sudah sampai di depan rumah Abimana, Pricilia mengangkat Dikta yang masih tertidur dengan pulas Alfian langsung mebuka pintu mobil bagian depan, dia segera berlari ke belakang mau membantu Pricilia mengangkat Dikta.
Alfian membuka pintu mobil bagian belakang nggak sengaja kening mereka berdua saling menempel mereka berdua saling pangandaran, wajah mereka sangat dekat tinggal berapa senti mereka bisa bercium\*n jantung Alfian berdetak sangat kencang saat wajah Pricilia begitu dekat dengannya.
Sama halnya seperti Alfian, Pricilia juga merasakan hal yang sama jantungnya berdegup sangat kencang entah ada angin apa tiba-tiba Alfian langsung menempelkan bibir keduanya, Pricilia tersadar saat bibir keduanya saling menyatu dia langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Alfian pipinya langsung merona.
Mereka berdua jadi salah tingkah karena kejadian berepa detik yang lalu, Pricilia jadi gugup sedangkan Alfian menggaruk kepalanya yang nggak gatel, keduanya saling pandang dan tersenyum.
"Maaf non," Ucapnya.
"Nggak papa bang." Jawab Pricilia menundukkan kepalanya.
"Biarkan den Dikta saya yang gendong non." Alfian menawarkan diri.
Pricilia hanya mengangguk pelan, dia turun dari mobil di ikuti Alfian dari belakang yang sedang menggendong Dikta, mereka berdua jalan beriringan Pricilia yang membawa mainan Dikta, sedangkan Alfian yang menggendong Dikta mereka layaknya keluarga bahagia.
__ADS_1
Security yang melihat nona mudanya datang langsung membukan pintu gerbang dan menawarkan diri untuk membawakan barang bawahan nona mudanya, tapi Pricilia menolaknya.
Mereka berdua masuk kedalam dan sudah di sambutan senyum sinis dari bu Rina, di ruang tamu sudah ada bu Rina, Abimana, Fani, Ayumi dan suaminya, Alfian berpamitan untuk membawa Dikta ke kamarnya dengan di antar Pricilia, tapi sebelum Pricilia pergi bu Rina mengucapkan sesuatu membuat Pricilia menghentikan langkahnya.
"Pricilia biarkan Alfian sendiri saja nggak usah di di temani, ada sesuatu yang harus mamah sampaikan ini sangat penting buat mamah dan juga buat semuanya termasuk kamu." Ujar bu Rina tersenyum.
Degh!
Alfian yang mendengar ucapnya nyonya besarnya sungguh sangat terkejut, apakah nyonya besarnya mau mengatakan sebuah rahasia yang selama ini di sembunyikan? Kenapa? Kenapa harus sekarang sebentar lagi Pricilia ulang tahun masa iya bu Rina tega mau mengatakan semuanya hari ini juga, nanti ini akan menjadi sebuah kado yang sangat menyakitkan untuk Pricilia.
Pricilia melihat semua orang yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dia melihat Ayumi yang sedang menahan air matanya, Fani yang sedang menundukkan kepalanya, Irham yang sedang mengusap pundak istrinya dan terakhir dia melihat Abimana yang menatap dirinya nanar, Pricilia kembali melihat mamahnya dan menganggukkan kepalanya.
"Iya mah, mamah mau bicara apa?" Tanyanya dengan tersenyum kecut.
Di atas Alfian masih berdiri dia mau mendengarkan apa yang mau di katakan sama nyonya besarnya ke Pricilia? Abimana berdiri dan menghampiri adiknya Pricilia tersenyum melihat kakaknya.
__ADS_1
"Dek kamu pasti cape, lebih baik kamu istirahat dulu," Ucap Abimana mengusap kepala adiknya.
"Nggak kak, katanya ada yang mau mamah bicarakan tentang Pricilia, biarkan mamah bicara dulu kak." Jawabnya tersenyum.
"Iya kamu bener Pricil ada yang mau mamah bicarakan, apa kamu sudah siap mau mendengarkan semuanya?" Tanya bu Rina.
"Iyah mah, Pricilia siap mendengarkan apa yang mau mamah katakan, apapun itu." Pricilia kembali menjawab ucap mamahnya.
"Baiklah mamah akan kasih tau semuanya sama kamu, semua kebenaran tentang kamu dan siapa kamu sebenarnya. Yah seperti yang mamah pernah katakan sama kamu, kalau kamu bukan anak kandung mamah dan itu bener Pricilia, kalau kamu memang bukan anak kandung mamah! Kamu adalah anak perempuan pembawa sial yang sudah menghancurkan kehidupan rumah tangga mamah dan papah kalian!" Bu Rina menatap tajam Pricilia.
Jedar!
Pricilia langsung menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan mamahnya, air matanya luru begitu saja tanpa bisa di cegah, mendengar kenyataan pahit dari ucapan mamahnya.
"Mamah cukup!" Teriak Abimana.
__ADS_1
bersambung..