Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 99


__ADS_3

"Bisa ikut saya sebentar?" Tanya Alfian.


"Kemana bang Al? Tapi ini sudah malam takut mamah marah, apalagi sampai kak Abi tau."


"Biar saya yang izin sama mereka," Ucapnya.


"Tapi bang Al,"


Pricilia nggak melanjutkan ucapannya saat Alfian sudah meninggalkannya sendirian, dia mengikuti Alfian dari belakang yang sedang berjalan mau masuk kedalam rumah Abimana, Alfian sudah sampai di dalam dia melihat keluarga Abimana yang mau meninggalkan tempat duduknya, Alfian langsung mendekati mereka semua dia melihat bu Rina, Abimana dan yang lainnya.


Abiman melihat Pricilla dari belakang yang terlihat cemas, dia mengalihkan pandangannya melihat Alfian yang sedang berdiri di depannya mereka saling berpandangan melihat tingkah aneh Alfian.


"Ada apa? Kenapa kamu berdiri mematung apa kamu mau berganti profesi menjadi security di rumah ini?"


Alfian mendengus atasannya ini pura-pura enggak tau memang bener-bener nggak tau? Fani mencubit perut suaminya yang kalau ngomong suka sembarangan, Abimana melihat ke arah istrinya yang sedang melototkan matanya, Abimana meringis melihat tatapan istrinya.


"Ada apa Alfian?" Bu Rina melihat asisten anaknya dan melihat Pricilia yang sedang tersenyum kecut.


"Saya cuma mau meminta izin sama bu Rina da yang lain, saya mau mengajak non Pricilia sebentar.


"Enggak bisa ini sudah malam, nanti kamu apa-apak adik saya." Jawab Abimana.


Ck, Alfian mengumpati atasannya kalau bukan karena dia naksir sama adiknya mungkin sekarang Alfian sudah memberi pelajaran ke Abimana, Fani kembali mecubit suaminya kali ini lebih kenceng membuat Abimana mengadu istrinya ini kenapa dari tadi terlihat mencubitinya terus apa ada yang salah sama ucapannya.


Fani terlihat kesel sama suaminya, Ayumi terkekeh melihat kakanya yang sedang meringis kesakitan karena cubitan istrinya, entah kenapa seminggu belakangan ini Fani sedikit berbeda dia selalu saja muak sama suaminya dia juga enggak tau kenapa.


"Sayang kamu itu kenapa sih dari marah terus samas?" Tanyanya.


"Mas ini nyebelin jadi orang, aku benci lihat mas yang nyebelin seperti ini malam ini mas tidur di luar," Ucapnya.


"Loh, sayang nggak bisa begitu gitu dong."


Abimana mengejar istrinya yang meninggalkanya, mereka heran melihat sikap Fani yang nggak seperti biasanya dan di buat geleng-geleng melihat Abimana yang takut sama istrinya.


Alfian mengalihkan pandangannya ke arah bu Rina dia berharap bu Rina mengizinkan dirinya untuk mengajak anaknya pergi sebentar, mengingat baru jam setengah sebelas dan belum terlalu malam, dia mungkin butuh waktu sebentar nggak lebih dari satu jam.

__ADS_1


Bu Rina melihat Alfian dan bergantian melihat Pricilia yang sedang menggelengkan kepalanya dan mengibaskan tangannya, bu Rina tersenyum melihat anaknya Ayumi dan Irham saling berpandangan mereka berdua berpamitan sama mamahnya ingin masuk kedalam.


"Mah, aku dan mas Irham masuk kedalam kamar dulu yah, Dek kaka masuk dulu yah."


"Iya kak." Jawab Pricilia.


Alfian masih melihat bu Rina yang belum menjawab pertanyaannya, Pricilia menundukkan kepalanya dia enggak berani melihat mamahnya dia masih takut kalau mamahnya marah, bu Rina menghela nafsanya pelan beliau bukan bermaksud nggak mengizinkan anaknya pergi tapi beliau nggak mau kalau anaknya pergi malam-malam seperti ini mengingat anaknya seorang perempuan.


"Maaf Alfian bukan maksud saya melarang kamu untuk mengajak Pricilia tapi ini sudah malam, nggak baik rasanya kalau anak perempuan pergi malam-malam apalagi ini sudah hampir jam 11 malam, kalau besok masih ada waktu buat kalian, kamu ngerti maksud saya kan?" Bu Rina melihat Alfian.


"Iya nyonya, saya mengerti maksud nyonya maafkan saya yang sudah lancang mengajak non Pricil pergi malam-malam begini." Alfian menundukkan kepalanya.


"Iya, sekali lagi saya minta maaf yah Alfian."


"Iya nggak papa kalau gitu saya permisi dulu."


Bu Rina menganggukan kepalanya pelan, Alfian berbalik badan dia melihat Pricilia dan tersenyum, Pricilia membalas senyuman Alfian.


"Besok malam jam 7 bersiap-siap yah, saya jemput."


"Kalau gitu saya pulang dulu." Alfian mengusap rambut panjang Pricilia.


Pricilia mengangguk Alfian melangkah meninggalkan kediaman Abimana, Pricilia tersenyum dia menghampiri mamahnya bu Rina menyuruh Pricilia untuk segera masukan kedalam kamarnya, sebelum Pricilia pergi meninggalkannya bu Rina menghentikan langkah Pricilia.


"Iya mah ada apa? Apa ada yang mamah butuhkan Pricilia akan mengambilkan untuk mamah." Ujarnya.


"Nggak mamah nggak butuh sesuatu, mamah cuma mau bilang besok sebelum kamu berangkat kulia temui mamah di kamar, ada yang mau mamah katakan sama kamu." Bu Rina tersenyum melihat anaknya.


"Iya mah, besok Pricilia temui mamah, kalau gitu Pricilia masuk dulu yah."


"Iya."


Bu Rina menatap senduh anaknya besok beliau mau menceritakan semua kebenarannya, masalah kalau Pricilia marah atau nggak mau memaafkan beliu harus bisa menerimanya, saat beliau mau masuk kedalam kamarnya beliau melihat anaknya yang sedang memanggil istrinya minta untuk di bukakan pintu, bu Rina menghampiri anaknya dan menanyakan sesuatu.


"Abi, apa istri kamu belum mau membukakan pintu untuk kamu?" Tanyanya.

__ADS_1


"Iya mah, Abimana bingung sama Fani nggak biasanya dia bersikap seperti ini." Sahutnya.


"Apa istri kamu lagi datang bulan? Itu sudah biasa Abi perempuan kalau lagi datang bulan suka marah-marah, kamu yang sabar mending kamu nurut apa kata istri kamu yang menyuruh kamu tidur di sofa." Bu Rina menggeleng.


Bu Rina meninggalkan anaknya sendirian, Abimana menyipitkan matanya perasaan setiap malam dia melakukannya bersama istrinya, mana mungkin istrinya datang bulan? Abimana menggedor pintu kamarnya dan meneriaki istrinya.


"Sayang kamu lagi datang bulan yah? Ko kamu marah-marah sama mas!" Teriakanya.



Ceklek!


Pintu kamar terbuka Abimana tersenyum melihat istrinya yang sedang melihatnya, Fani langsung menatap tajam suaminya dan langsung melemparkan bantal dan selimut yang langsung di tangkap Abimana.


"Datang bulan dari mana? Setiap malam kamu minta jatah." Ujarnya.


"Terus kamu kenapa marah sama mas terus?"


"Pikir saja sendiri." Fani langsung menutup pintu kamarnya.


"Sayang ini beneran mas tidur di luar!" Teriaknya.


Abimana berjalan dengan langkah gontai menuruni anak tangga ternyata istrinya kalau lagi marah sungguh menyeramkan, dia membaringkan badanya di sofa, Di kamar Fani nggak bisa tidur dia terus membolak-balikan badannya mencari posisi ternyaman, tetapi enggak bisa tiba-tiba dia kepengen makan cimol membayangkan saja sudah bikin dirinya ngiler.


Fani bangun dari tempat tidurnya mau membangunkan suaminya, dia melihat suaminya yang sudah tidur memeluk guling dan langsung membangunkannya, padahal Abimana baru saja tidur tapi kini istrinya sudah membangunkannya.


"Mas, bangun mas, mas bangun." Fani menggoyang badan suaminya.


Abimana mengerjapkan matanya dia tersenyum melihat istrinya dia mengira kalau istrinya mau menyuruhnya tidur di kamar.


"Iya sayang ada apa? Apa kamu mengizinkan mas tidur di kamar?"


"Nggak, aku cuma mau makan cimol bikinan kamu mas." Jawabnya tersenyum.


"Apa!" Abimana berteriak kaget.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2