Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 85


__ADS_3

Alfian berjalan mendekati bu Rina rasanya dia nggak mau kembali mendengar ucapan bu Rina yang menyakitkan untuk Pricilia, semua orang melihat Alfian yang sedang berjalan ke arah mamahnya, Pricilia melihat Alfian yang berjalan mendekati dirinya.


Alfian sudah berdiri di depan bu Rina tepatnya di samping Pricilia, bu Rina menatap tajam asisten anaknya berani sekali dia menghentikan ucapannya, Alfian memeluk pundak Pricilia dia tersenyum saat Pricilia menatapnya.


"Kenapa memangnya nyonya kalau Pricilia kembali pulang kesini? Biar bagaimanapun nona Pricilia adalah anak nyonya sendiri, dan ini juga masih rumah pak Abi bener begitu pak Abi?" Alfian melihat Abimana.



Abimana menganggukkan kepalanya pelan yang di katakan asistennya memang benar kalau ini adalah rumahnya, sedangkan mamahnya punya rumah sendiri tapi dia bingung kenapa mamahnya lebih betah tinggal di rumahnya? Abimana masih melihat Alfian yang sedang berdiri di depannya mamahnya.



Bu Rina merasa nggak terima dengan ucapan Alfian wajahnya sudah memerah menahan amarah, Pricilia menyuruh Alfian agar nggak mengatakan apapun sama mamahnya, dia nggak mau kalau mamahnya jadi semakin membencinya.



"Tau apa kamu tentang hidup saya Alfian? Kamu hanya asistennya rendahan anak saya beraninya kamu menasehati saya." Jawabnya.



"Maafkan saya nyonya besar, pak Abi, nona Ayumi, kalau saya lancang mengatakan semua ini sama nyonya besar, tapi tak sepantasnya seorang ibu menaruh luka di hati anaknya. Bukankah ke inginan nyonya sudah terwujud memberi tau semuanya tentang kebenarannya sama Pricilia dan sekarang dia sudah tau semuanya sesuai ke inginan nyonya? Jadi biarkan Pricilia untuk tetep tinggal disini, karena biar bagaimanapun Pricilia adalah adik kandung pak Abi, dan nona Ayumi."



Alfian bener-bener berani bicara panjang lebar sama bu Rina, dia sama sekali nggak takut kalau bu Rina marah padanya atau mungkin dia bisa di pecat sama Abimana karena sudah lancang, dia nggak mau Pricilia kembali terluka.



"Dasar lancang kamu yah, berani sekali kamu bicara seperti itu sama saya." Teriaknya.

__ADS_1



"Mamah sudah cukup ini sudah malam, sebaiknya mamah istirahat yang di katakan Alfian memang benar ini rumah Abimana jadi yang berhak memutuskan Pricilia tinggal disini Abi. Kalau mamah nggak mau satu rumah sama Pricilia mamah boleh pulang kerumah mamah."



Bu Rina melihat anaknya beliau nggak menyangka anaknya berani mengusir ibunya sendiri, Pricilia menggeleng mendengar ucapan kakaknya.



"Kamu berani mengusir mamah Abi? Mamah ini yang melahirkan kamu dan dengan tega kamu mengusir mamah." Sahutnya.



"Bukan seperti itu mah, Abi cuma nggak mau kalau mamah nggak mengizinkan Pricilia tinggal disini, ini rumah Abi jadi biar Abi yang memutuskan ini semua.




Pricilia kembali meneteskan air matanya apa ibu kandungnya bener-bener perempuan yang jahat? Karena sudah tega menghancurkan hidup mamahnya, apa yang telah di lakukan ibu kandungnya sama mamahnya? Dia berjalan mendekati bu Rina sambil menangis.



Bu Rina menatap tajam melihat Pricilia yang sedang berjalan ke arahnya, kenapa nggak sedari bayi menyingkirkan Pricilia biar dia ikut bersama orang tuanya, Alfian menahan tangan Pricilia tapi langsung di lepaskan sama Pricilia.



"Mah, atas nama ibu kandung Pricilia yang sudah membuat keluarga mamah hancur, Pricilia minta maaf mah maafkan orang tua kandung Pricilia mah," Ucapnya terisak.

__ADS_1



Plak!


Bu Rina menampar anaknya semua orang terkejut, Ayumi langsung mendekati adiknya dan memeluknya.


"Apa yang mamah lakukan mah? Mamah bener-bener keterlaluan!" Teriak Ayumi.



"Kamu."



"Mamah cukup, Abi bilang cukup! Sudah cukup mamah membuat ke gaduhan di rumah Abi, apa mamah nggak malu masih ada mertua Abi mah? Lebih baik mamah masuk ke kamar, Ayumi bawa Pricilia masuk dek."



Ayumi mengangguk dia mengantarkan adiknya untuk beristirahat ke kamarnya, Ayumi nggak habis pikir sama mamahnya kenapa mamahnya jadi seorang ibu yang begitu tega, setelah kepergian Pricilia, Alfian berpamitan sama semua orang bu Rina meninggalkan Abimana beliau bener-bener terlihat geram.



Semua orang membubarkan diri, Abimana pusing menghadapi mamahnya, Fani mengusap lengan suaminya biar lebih tenang, di dalam kamarnya bu Rina menghubungi seseorang untuk merencanakan sesuatu ke Pricilia.



"Saya nggak akan biarkan anak kamu hidup dengan tenang Kinan, nggak akan." Bu Rina tersenyum sinis.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2