
Jenna meninggalkan club malam dimana dia bertemu dengan Kevin, setelah gagal untuk mendapatkan Abimana kini Jenna mengincar Kevin dia masuk kedalam mobil ingin segera pulang ke rumahnya.
Jenna sudah sampai di rumah dia masih saja terlihat kesal setelah gagal untuk menjebak Kevin gara-gara adiknya Kevin yang tiba-tiba datang coba saja seandainya adik Kevin nggak datang dia pasti sudah mendapatkan Kevin.
Jenna masuk kedalam kamar mandi untuk berendam badannya, merilekskan badannya yang cape setelah seharian kerja, cukup lama dia berendam setelah selsai dia langsung mendekati ranjang ukuran king sizenya, dan membaringkan badannya.
"Huh, hampir saja, gara-gara tuh anak jadi gagal." Umpatnya.
Tumben sekali masih jam sepuluh dia memutuskan untuk pulang ke rumah biasanya juga jam 12 malam dia baru pulang, nggak lama dia sudah terlelap dari tidurnya.
\*\*\*\*
Setelah Dikta puas bermain wahana yang ada di pasar malam, mereka bertiga memutuskan pulang mengingat waktu sudah jam 9 karena Dikta harus segera tidur mengingat besok dia harus berangkat sekolah takut ke siangan.
Di dalam mobil Dikta sudah tertidur sangat pulas di jok belakang, Pricilia tersenyum melihat keponakan yang sudah tertidur mungkin karena kelelahan, Alfian memandangi wajah Pricilia lewat kaca spion yang ada di depannya, tiba-tiba Pricilia melihat ke arah kaca sepion yang ada di depan sehingga pandangan keduanya saling bertubrukan, Alfian jadi tergagap saat Pricilia memergokinya Pricilia tersenyum saat melihat Alfian yang sedang gugup.
Tiba-tiba dia mengingat ucapan mamahnya yang mengatakan kalau dia bukan anak kandungnya, tatapannya menjadi senduh rasanya dia ingin bertanya sama Alfian siapa tau laki-laki yang ada di depannya siapa tau tentang dirinya.
"Bang Al, apa Pricilia boleh bertanya?" Pricilia melihat Alfian lewat kaca sepion.
"Nanya soal apa non?" Alfian balik bertanya.
__ADS_1
Sebenarnya dia tau apa yang mau di tanyakan sama gadis kecilnya, tapi dia pura-pura saja nggak tau lagian nggak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya karena dia cuma seorang asisten kakaknya, jadi dia nggak boleh ikut campur urusan keluarga mereka, biarkan nanti Abimana yang memberi tau semuanya.
Sebenarnya dia merasa kasian sama gadis kecilnya, perempuan yang sangat dia cintai sedari dulu dia nggak bisa membayangkan gimana saat Pricilia tau semuanya tentang siapa dia sebenarnya, rasanya Alfian nggak tega dia nggak bisa melihat perempuan yang dia cintai terluka.
"Mamah bilang, kalau Pricilia bukan anak kandungnya, apa itu benar bang?" Tanyanya.
Tes!
Pricilia meneteskan air matanya rasanya sakit banget mengatakan soal dia yang bukan anak kandung dari mamahnya, Alfian yang melihat air mata Pricilia rasanya ingin memeluknya Alfian menghentikan mobilnya dia mengambil tisu dan berbalik badan menghapus air mata Pricilia yang sudah berhamburan di kedua pipinya.
"Jangan menangis non, nona nggak usah pikirkan tentang ucapan nyonya besar mungkin beliau lagi emosi." Jawab Alfian.
Pricilia melihat Alfian yang sedang mengusap air matanya, gimana dia nggak menangis setelah bertahun-tahun dia mendengar ucapan mamahnya yang bikin hatinya terluka.
"Bang Al, jawab saja pertanyaan Pricilia, apa bang Al tau tentang siapa Pricil sebenarnya?" Pricilia kembali bertanya sama Alfian.
Alfian menggelengkan kepalanya dia kembali menghadap ke depan dan kembali menjalankan mobilnya, dia nggak kuat melihat sorot mata Pricilia yang sedang terluka, Pricilia masih menunggu jawaban Alfian yang sedari tadi belum menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Saya nggak tau non." Jawabnya.
"Apa abang yakin? Abang nggak menyembunyikan sesuatu dari Pricilia kan?" Tanyanya lagi.
Lagi-lagi Pricilia bertanya sama laki-laki yang ada di depannya, dia menyipitkan matanya Pricilia nggak sepenuhnya percaya sama Alfian dia bahkan sangat yakin kalau Alfian tau sesuatu tentang siapa dia sebenarnya.
Pricilia melihat Alfian yang sedang menganggukkan kepalanya, dia nggak mungkin memaksa Alfian untuk menjawab pertanyaan, mungkin Alfian takut kena amarah kakaknya sehingga Alfian nggak mau kasih tau, Pricilia nggak bisa memaksa Alfian untu menjawabnya.
"Baiklah bang kalau abang nggak mau kasih tau, tapi ingat kalau sampai Pricil tau abang juga ikut menyembunyikan sesuatu dari Pricil, Pricil nggak akan mau memafkan bang Al sampai kapanpun." Ujarnya.
Degh!
Jantung Alfian berdetak sangat kencang saat dia mendengar ucapan Pricilia, kenapa Pricilia jadi menakuti dirinya.
"Tapi non, saya me," Belum sempat Alfian melanjutkan ucapannya Pricilia lebih dulu memotongnya.
"Apapun itu alasannya bang." Sambung Pricilia lagi.
Bersambung..
__ADS_1
Kevin sama Jenna gimana yah? coment dong