Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Par 84


__ADS_3

Plak!


Bu Rina menampar pipi Abimana dengan sangat kencang, beliau bener-bener marah saat mendengar ucapan anaknya rasanya Abimana sudah nggak punya sopan santun sama orang tuanya, Fani terkejut melihat suaminya di tampar sama orang tuanya, Ayumi menutup mulutnya melihat mamahnya menampar kakaknya.


"Beraninya kamu ngomong seperti itu sama mamah Abi! kamu anak kemarin sore mana tau kamu tentang masalah mamah." Bu Rina menatapnya tajam.


Kedua orang tua Fani, Wulan dan bi Sumi yang melihat kejadian yang ada di depannya langsung membubarkan diri masing-masing, bu Windi merasa ingin pulang secepatnya beliau nggak bisa setiap hari harus melihat perdebatan mereka, beliau takut keluarganya akan terkena getahnya ternyata mamahnya Abimana bener-bener nggak punya hati, masa dengan tega beliu mengatakan sesuatu yang menurutnya sangat menyakitkan seperti tadi, mereka sudah kembali ke kamar yang di tempatinya.


Di bawah bu Rina masih menatap tajam anaknya, Abimana melihat mamahnya terlihat sangat marah Fani memegangi tangan suaminya agar Abimana nggak melanjutkan ucapannya, tapi Abimana langsung melepaskan tangan istrinya Fani nggak bisa berbuat apa-apa, dia jadi khawatir sama Pricilia mengingat hujan sangat deras dan juga banyak petirnya, tapi Fani sedikit lebih lega karena ada Alfian yang lagi menenangkan Pricilia.


"Kenapa mamah? Apa mamah nggak terima sama ucapan Abimana?" Tanyanya.


"Karena yang kamu katakan itu enggak bener Abimana!" Bu Rina kembali berteriak.


"Apanya yang nggak bener mah? Apa mamah beneran nggak tau atau pura-pura nggak tau?" Abimana tersenyum melihat mamahnya.


"Sudah cukup, mamah bilang cukup kamu nggak tau apa-apa jadi lebih baik kamu diam." Ujar bu Rina.


Bu Rina meninggalkan mereka semua yang berada di ruang tamu Fani memegang tangan suaminya dan membawanya kembali duduk di sofa, Ayumi melihat suaminya Irham mengusap rambut istrinya dan mengecup keningnya.


Irham menutun istrinya untuk kembali duduk bergabung bersama Fani dan juga Abimana, Ayumi menganggukkan kepalanya pelan dia masih terisak sampai sekarang adiknya belum juga kembali.


"Kak kenapa sampai sekarang Pricil belum juga kembali?" Tanya Ayumi khawatir.


"Kamu nggak usah khawatir dek, masih ada Alfian mas yakin Alfian bisa membawa Pricilia pulang." Jawab Abimana.

__ADS_1


Pricilia masih menyenderkan kepalanya di pundak Alfian dengan setia Alfian masih menemani Pricilia yang masih terus terisak, tanpa sadar Alfian mengecup rambut Pricilia membuat Pricilia mendongak dan melihat Alfian yang lagi mengecup rambutnya, Pricilia langsung menjauh dari Alfian mereka berdua jadi gugup dan canggung.


Ehem... Alfian berdehem pelan untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka, Alfian mendekati Pricilia dan memegang tangannya, membuat Pricilia semakin gugup.


"Sampai kapan kita ada di sini? Kalau nona muda mau di sini silakan saja, saya mau pulang karena besok harus bangun pagi," Ucapnya.



"Ya sudah kalau bang Al mau pergi tinggal pergi saja." Sahutnya.



Alfian menganggukkan kepalanya pelan dia berjalan meninggalkan Pricilia sendirian, Pricilia membulatkan matanya ternyata Alfian beneran meninggalkannya, dalam hati Alfian tertawa pasti sebentar lagi Pricilia berteriak memanggil namanya.


"Satu, dua, ti," Alfian nggak melanjutkan ucapannya saat mendengar teriakan Pricilia.


Alfian menarik sudut bibirnya dugaannya bener kalau Pricilia pasti akan mengejarnya, dia melihat ke belakang dan melihat Pricilia sedang berlari mengejarnya, Pricilia kini sudah ada di samping Alfian, dia berdiri di depan Alfian dan menaruh kedua tangannya di pinggangnya dan mendelikan matanya, Alfian menaik turunkan aliasnya membuat Pricilia kesel.


"Kenapa abang ninggalin aku sendirian, kalau ada yang menculik aku gimana?" Tanyanya.


"Tadi nona yang minta di tinggal kenapa jadi nyalahin aku." Jawabnya.


"Ih, nyebelin banget sih." Ujarnya.


Pricilia mencubit perut Alfian membuat Alfian mengaduh, Alfian berlari meninggalkan PriciliPricili sambil terbahak-bahak, Pricilia langsung mengejar Alfian.

__ADS_1


"Aku ingin selalu mendengar tawa kamu gadis kecil," Ucapnya pelan.


Mereka berdua sudah sampai di depan rumah Abimana, Pricilia menghentikan langkahnya tapi Alfian langsung menarik tangannya, semua orang yang sedang duduk langsung terbangun saat melihat Pricilia sudah berdiri di depannya, Ayumi langsung berlari memeluk Pricilia mereka berdua menangis bersama-sama.


"Kak," Ucapnya.



"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Ayumi mengusap air mata adiknya.



Pricilia hanya menganggukkan kepalanya, dia melihat Abimana dan tergugu dia nggak menyangka ternyata dia bukan adik kandung kakaknya yang sangat menyayanginya, Pricilia masih diam mematung dia nggak berani mendekati kakaknya.



Abimana tersenyum dan langsung memeluk adiknya, tangis Pricilia kembali pecah saat Abimana memeluknya, Fani ikut meneteskan air matanya.


"Kenapa kamu nggak mau peluk kaka? Apa kaka punya salah sama kamu?" Abimana melepaskan pelukan adiknya.


Pricilia menggelengkan kepalanya pelan dia terisak-isak mengusap air matanya, dia melihat bu Rina yang sedang menuruni anak dengan tatapan yang nggak bisa di artikan.



"Kirain kamu nggak mau kembali pulang kesini, ternyata masih berani pulang," Bu Rina tersenyum kecut.

__ADS_1


"Cukup nyonya."


Bersambung..


__ADS_2