Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 77


__ADS_3

Semua orang terkejut saat melihat seseorang yang sedang berdiri di depan pintu ruang kerja Abimana, Abimana mengesahkan rahangnya saat melihat Voke yang sudah berani masuk kedalam ruangan kerjanya tanpa permisi.



"Kamu ngapain kamu ada di sini? Beraninya kamu masuk ke ruangan saya tanpa permisi." Ujar Abimana.



"Maaf aku nggak senja," Ucapnya.



"Sekarang kamu keluar dari ruangan kerja saya!" Teriaknya.



Voke terjingkat kagat saat mendengar teriakan Abimana, Fani bediri dan menenangkan suaminya Abimana mengehela nafasnya pelan saat istrinya menenangkan dirinya, dia kembali duduk dan melihat istrinya.



Ayumi melihat Voke yang masih berdiri di depan pintu ruangan kerja Abimana, dia berdiri dan langsung mendekati Voke dia menatap sengit Voke, Voke yang melihat tatapan Ayumi padanya memutar bola matanya malas.



"Ngapain kamu ada di sini? Kamu mau nguping pembicaraan kami iya." Ayumi tersenyum sinis.



"Jangan asal nuduh." Jawabnya.

__ADS_1



"Terus kalau bukan mau nguping pembicaraan kami kamu mau ngapain?" Tanyanya lagi.



"Aku mau bertemu Dikta sekalian mau ketemu mamah." Jawabnya.



"Kalau mau ketemu Dikta bukan masuk ke ruang kerja, tapi di kamarnya tapi Dikta nggak ada dia lagi pergi, dan buat apa kamu mau ketemu mamah?" Tanya Ayumi menatap curiga sama Voke.



"Bukan urusan kamu." Jawab Voke lagi.




Setelah kepergian Voke, Ayumi kembali duduk di sebelah suaminya mereka kembali terdiam dengan pikirannya masing-masing, Fani melihat suaminya yang hanya diam dia ingin mengatakan sesuatu sama suaminya soal rencana suaminya yang mau mengatakan semuanya tentang Pricilia, yang bener saja masa ulang tahun malah dapat kabar yang nggak enak di dengar.



"Mas, tadi kemu bilang mau kasih tau semuanya ke Pricilia saat dia ulang tahun nanti? Yang bener saja masa ulang di kasih hadiah yang akan membuat dia sedih sih." Ujarnya.



Mereka bertiga melihat Fani yang sedang mengutarakan pendapatnya, Ayumi mengangguk yang di katakan kaka iparnya ada benernya ngapain juga kakaknya memberi saran untuk mengatakan semuanya saat adiknya ulang tahun ada-ada saja.

__ADS_1



Abimana melihat istrinya dia sedikit terkejut baru kepikiran bagaimana bisa di hari ulang tahun adiknya dia mau membuka rahasia yang sudah di simpan selama bertahun-tahun, Fani melihat suaminya yang juga lagi menatapnya.



"Mas sampai nggak kepikiran sayang, mas bener-bener bingung, andai saja nggak ada rahasia sebesar ini kita semua nggak akan bingung seperti ini." Jawabnya.



"Kalian kasih tau sekarang saja, aku yakin pasti tadi mba Voke mendengar ucapan kita dan aku takut kalau dia nanya sesuatu sama nyonya soal Pricilia, apa kalian nggak takut kalau nyonya akan menceritakan semuanya sama mba Voke? Dan apa kalian nggak takut kalau mba Voke akan langsung memberi tau semuanya sama Pricilia? Apalagi mba Voke tau kalau Pricilia nggak menyukainya dan dia akan memanfaatkan semuanya." Ujar Fani.



"Apa kau yakin? kalau sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya sama dia?" Abimana bertanya sama istrinya.



"Aku juga nggak yakin juga sih mas apalagi seminggu lagi dia mau ulang tahun, tapi semakin lama kita menyembunyikan ini semua maka semakin dekat Pricilia tau dari orang lain." Jawabnya.



"Kalian nggak usah bingung, biar dia tau sekarang bukankah lebih cepat lebih bagus?" Ujarnya.



Bu Rina langsung masuk ke dalam ruang kerja Abimana setelah di beri tau sama Voke kalau mereka semua lagi berkumpul di ruang kerja Abimana lagi ngomongin masalah Pricilia, dan bu Rina langsung mendatangi mereka dan langsung nyelonong masuk, Voke tersenyum sinis saat melihat mereka yang merasa terkejut dengan kedatangan mamahnya.


__ADS_1


Abimana menatap Voke dengan tajam tapi Voke pura-pura nggak tau, ingin rasanya Ayumi menjambak rambut mantan kaka iparnya.


Bersambung..


__ADS_2