Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Pria Misterius


__ADS_3

...I.B.U.S.A.M.B.U.N.G.U.N.T.U.K.A.N.A.K.K.U...


...Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka. Karena sesungguhnya sebagaian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain....


...QS Al Hujurat 49 : 12...


***


Ardha telah pulang. Mereka telah menyelesaikan makan malam. Masakan dari percobaan Mama Nira dan Elea siang tadi.


Setelah membersihkan meja makan, Elea menyusul Ardha masuk ke kamar. Cila sudah tidur karena Ardha pulang larut hari ini.


Banyak wartawan yang mendatangi Ardha di lokasi syutting. Sedang Mama Nira pamit pulang beberapa menit yang lalu.


“Kamu baik-baik aja kan Sayang? Apa ada sesuatu yang membuat kamu gelisah atau khawatir?” Ardha bertanya.


Seperti biasa, sebelum tidur mereka akan menyempatkan untuk berkomunikasi. Saling berbagi kisah dan menanyakan aktivitas hari ini.


“Aku baik-baik aja, Mas. Kamu ga perlu khawatir.” Elea menenangkan Ardha. Terlihat raut Ardha sangat khawatir.


Ardha menopang dagu di bahu Elea. Memeluk sang istri dari belakang. Dan menghirup aroma shampo yang Elea pakai.


“Bagaimana keadaan Sovia, Mas? Komentar dari mereka sangat keterlaluan.”Tanya Elea. ia sangat khawatir dengan keadaan Sovia.


Sebagai sesama manusia, ia juga merasa sakit hati saat ada yang mengatakan bahwa lebih baik Sovia bunuh diri.


“Jangan pikirkan dia. Aku lebih khawatir sama kamu. Sovia itu orang yang nekat. Aku takut dia berbuat sesuatu sama kamu.”

__ADS_1


Ardha sudah mengenal Sovia sejak lama. Perempuan yang sudah menyukainya sejak dulu itu selalu saja menjauhkan siapa saja yang mendekati Ardha.


Sovia itu licik. Berbagai cara akan ia lakukan demi melancarkan rencananya.


Dengan wajahnya yang cantik dan sikapnya yang anggun saat di depan kamera membuatnya banyak mempunyai fans.


Dan banyak dari fansnya yang menjodohkannya dengan Ardha.


Ditambah dengan orang tua Sovia yang punya kekuasaan membuat perempuan itu semakin merasa berkuasa.


“Mas, kita ga boleh berburuk sangka sama Sovia. Mungkin saja setelah kejadian kemarin membuat Sovia berubah.” Tegur Elea.


Perkataan untuk Ardha dan untuk dirinya sendiri. Elea juga sempat berburuk sangka pada Sovia. Sampai Elea lupa bahwa Allah melarang perbuatan tersebut.


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka. Karena sesungguhnya sebagaian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.


Elea mengiyakan. Ia menepis pikiran- pikiran buruk. Dan yakin bahwa orang yang mengiriminya pesan lewat instagram itu hanya orang yang iseng.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 lewat. Ardha telah berangkat pagi sekali untuk menghindari wartawan yang mungkin saja akan mendatanginya lagi di lokasi syutting hari ini.


Cila sedang bermain dengan Bi Mia. Hari ini tanggal merah dan sekolah pun libur.


Elea berangkat ke mini maret dekat rumah dengan menggunakan sepeda motor. Ia ingin membeli beberapa sayuran untuk mengisi kulkas karena kemarin ia dan Mama Nira memasak banyak dan stok di kulkas pun menipis.


Elea memakirkan sepeda motor dan masuk ke mini maret. Mulai memasukkan satu persatu sayur ke dalam keranjang. Tak lupa membeli beberapa camilan.


Elea berada di depan rak camilan kesukaan Ardha. Kakinya berjinjit karena camilan tersebut berada pada rak paling atas.

__ADS_1


Dengan tubuh yang pendek, Elea sedikit kesusahan. Ia berusaha menjangkau.


Saat Elea mulai menyerah dan ingin mencari camilan yang lain saja, tiba-tiba sebuah tangan kekar dari belakang membuat Elea terkejut. Tubuhnya refleks menjauh.


“Ini.” laki-laki itu menyerahkan satu bungkus camilan yang sedari tadi ingin Elea ambil.


Elea berbalik untuk mengetahui siapa pemilik suara bass tersebut. Suara yang tak asing ditelinga Elea. dan suara yang sepertinya Elea kenali.


Deg


Jantung Elea terhenti sesaat. Ternggorokan Elea mendadak kering.


Laki-laki di depan Elea tersenyum miring. Menatap Elea dengan sorot mata tak terbaca.


“Te-terima kasih.” Elea dengan cepat mengambil bungkus camilan. meletakkan ke dalam keranjang dan menjauh. Ia segera menuju kasir untuk membayar belanjaan.


Tak ingin berlama-lama lagi disana. Meski masih banyak yang ingin Elea beli.


Sembari menunggu antrian di kasir,Elea menengok ke kiri dan ke kanan. Memastikan laki-laki itu tak mengikutinya.


Elea menghela napas karena tak lagi menemukan sosok tersebut.


Setelah membayar Elea dengan cepat mengendarai motor dan melaju menuju rumah.


Dibalik kaca mini market, sosok yang Elea hindari pun tersenyum sinis.


“Akhirnya aku menemukan kamu, Dilla.”

__ADS_1


__ADS_2