
...I.B.U.S.A.M.B.U.N.G.U.N.T.U.K.A.N.A.K.K.U...
...Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Aku perkenankan doa dan permohonan kamu...
...QS Ghafir ayat 60...
***
Acara penghargaan dilaksanakan disebuah hotel bintang 7.
Mobil mewah telah berderet. Jepretan kamera pun juga ikut menghiasi.
Kedatangan aktris yang sedang naik daun beserta keluarga kecilnya pun menjadi pusat perhatian.
Ardha dan Elea berjalan bersisian sambil menggandeng Cila. Anak kecil itu kegirangan dan berusaha melepaskan pegangan sang Ayah dan Bunda. Lalu melambai-lambai pada media yang sedang sibuk memotret. Ia bergaya layaknya model sungguhan.
Cepret, suara bidik kamera yang entah keberapa kalinya saat Cila sedang berkacang pinggang. Mereka berjalan diatas karpet merah untuk menuju ruangan.
Acara SAI (Sinar Aktris Indonesia) itu akan ditayangkan di STVI (Saluran Televisi Indonesia) secara live.
Di salah satu meja bundar yang tersedia untuk beberapa aktris, Sovia telah duduk dengan manis. Ia telah merencanakan sesuatu. Wajah yang angkuh itu terus saja tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Elea nantinya.
Matanya menatap pada meja yang diduduki Ardha bersama keluarga kecilnya. Sedang asik tertawa dan menikmati hidangan.
Untuk sekarang Sovia membiarkan saja tawa dan senyuman yang mungkin sebentar lagi akan luntur diwajah Elea.
“Gue deg-degan nih. Semoga kali ini gue terpilih sebagai nominasi aktris terpopuler.” Salah satu aktris dengan nama Wulan duduk disamping Sovia. Ia meletakkan tas branded di atas meja.
“Ngayal lo, mana mungkin lo bisa ngalahin Sovia.” Celetuk Chatleen yang sudah lebih dulu duduk bersama Sovia. Ia memang teman yang sangat dekat dengan Sovia.
Sifat mereka pun hampir sama. Sama-sama angkuh dan ingin menang sendiri.
__ADS_1
Wulan memandang Sovia yang tengah tersenyum meledek.
Dengan cemberut Wulan kembali berkata “Ngayal dulu emang ga boleh. Kali aja ada keajaiban dan gue terpilih sebagai aktris wanita terpopuler dan Ardha yang menjadi aktris pria terpopuler. Trus gue sama Ardha jadi pasangan.”
Wulan mengutarakan khayalannya. Meski tau itu tak mungkin.
“Ardha udah punya istri. Noh liat, istrinya cantik, elegan, tertutup. Jadi jangan ngarep lebih.” Rosa menimpali. Ia sekaligus mengefek Sovia yang terus saja berceloteh bahwa Ardha menyukainya.
Bahkan beberapa kali Sovia mengatakan bahwa Ardha hanya terpaksa menikahi Elea.
“Lo ga inget kata gue waktu dicaffe. Ardha itu sukanya sama gue.” kembali perkataan Sovia yang membuat Rosa muak.
“Tau nih si Rosa ga percayaan banget.” Ucap Chatleen membuat Rosa berdecak.
“Liat aja sebentar lagi kalian akan tau.” Sovia dengan percaya dirinya bahwa rencananya akan berhasil.
Tangannya terangkat untuk merapikan beberapa helai rambut yang mulai jatuh diarea pelipis. Mengambil kaca dari dalam tas dan melihat riasan yang barangkali rusak.
Sovia yakin bahwa Ardha itu ditakdirkan untuknya. Ardha adalah laki-laki yang Tuhan kirimkan untuknya. Laki-laki dengan paras bak seorang pangeran itu tentu saja sangat cocok untuk dirinya yang cantik seperti seorang putri.
Kata sapaan dari host memudarkan lamunan Sovia. Ia menegakkan tubuh dan duduk dengan tenang. Menunggu moment yang telah direncanakan.
“Bunah apa Papih nanti dapat piala tuga? Tila mau tuga megang piala tama matu ke depan.”
Cila bertanya saat melihat nominasi aktris pendukung yang telah dipanggil ke depan untuk mengambil trofi sebagai pemenang.
Mata Cila berbinar ingin memegang trofi. Berharap sang Papih juga akan menang dan mendapat trofi.
“Bunda ga tau sayang.” Elea menggeleng lemah.
Cila cemberut dan melipat tangan di depan dada “Bunahkan olang dewasa. Kenapa bisa ga tau?”
__ADS_1
Elea menarik memindahkan kursi yang ia tempati agar bisa lebih dekat dengan Cila. Menunduk dan mulai berbicara pada gadis yang sedang merajuk.
“Karena menang atau tidaknya Papih itu sudah takdir dari Allah. Kita sebagai manusia tidak bisa merubahnya, Sayang.”
“Telus apa yang mentadi milik kita, Bunah. Kalo takdil tadi milik Allah.”
Elea tersenyum, Cila memang selalu punya pertanyaan. Bahkan gadis kecil itu sudah lupa jika sedang merajuk.
“Usaha dan doa yang menjadi milik kita. Seperti Firman Allah SWT dalam Surat Ghafir ayat 60. Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Aku perkenankan doa dan permohonan kamu. jadi kalu Cila mau Papih menang, Cila harus memohon dan doa sama Allah.” jelas Elea membuat Cila mengangguk.
“Tila mau doa bial papih menang.”
Cila mengangkat kedua tangannya dan berdoa meminta agar sang Papih bisa menang dan ia bisa mendapatkan trofi yang sangat ia impikan.
Bersamaan dengan Cila mengusap tanda doanya berakhir, host kembali mengumumkan nominasi untuk aktris pria terpopuler.
“Untuk nominasi Sinar Aktris Indonesia dengan kategori aktris pria terpopuler tahun ini dimenangkan oleh…..”
Disudut sana, Sovia sedang menyeringai. Sebentar lagi matanya akan dimanjakan dengan tontonan menakjubkan yang akan membuat Elea hancur dan tentu saja menangis tersedu-sedu.
1
2
3
“Ardhana Kavin!” seru host dengan menggelegar dan tentu saja sangat semangat. tepuk tangan yang meriah dan sorak sorai pun menggema.
Namun hanya sesaat karena sebuah video ditayangkan di depan panggung mengalihkan perhatian.
“Ardha!”
__ADS_1