Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 88


__ADS_3

"Dek kamu dapat foto ini darimana?" Tanya Abimana.


"Dari kamar Pricilia kak, saat Pricilia lagi beres-beres nggak sengaja nemu foto ini."


Abimana menghela nafasnya pelan dia melihat adiknya yang masih setia menunggu Jawabannya, apa ini saatnya dia menceritakan tentang keluarganya? Dan apa adiknya bakal bisa memaafkan mamahnya Abimana meliat istrinya yang masih terdiam, Pricilia mengikuti arah pandang kakaknya.


"Dek nanti kakak ceritakan semuanya tapi sekarang kakak harus berangkat kerja dulu."


Abimana mengusap adiknya inilah yang membuat Pricilia nggak bisa membatah ucapan kakaknya, tapi kali ini dia sangat penasaran apalagi mereka sudah menyembunyikan selama bertahun-tahun darinya.


"Kapan kak? Pricilia sudah dewasa dan Pricilia berhak tau semuanya, Pricilia juga pengen tau siapa ibu kandung Pricilia sebenarnya."


"Secepatnya dek, kakak janji secepatnya kakak akan menceritakan semuanya sama kamu, untuk saat ini kakak belum bisa cerita sama kamu karena kaka harus keluar kota." Jawab Abimana.


"Janji kak, kalau kakak nggak mau kasih tau biar Pricilia cari tau sendiri." Pricilia melihat Abimana.


"Iya dek kakak janji."



Pricilia mengangguk dia tersenyum saat Abimana mengecup keningnya, Fani mengantar suaminya sampai Abimana masuk kedalam mobilnya, Pricilia masih diam mematung melihat ke luar dengan tatapan kosong, setelah kepergian suaminya Fani kembali masuk kedalam dia masih melihat Pricilia yang masih berdiri sambil melamun.


Fani menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri tapi ngga ada respon dari adik iparnya, dia memegang tangannya dan memanggil namanya membuat Pricilia langsung tersadar dan tersenyum melihat Fani.


"Nona kenapa?" Tanya Fani masih memanggil Pricilia dengan sebutan nona.

__ADS_1



Pricilia tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, Fani menarik tangan adik iparnya dan membawanya ke sofa yang ada di ruang tamu, Pricilia nurut saat Fani menarik tangannya.



"Nona kenapa? Kenapa nona terus melamun? Apa nona lagi memikirkan sesuatu?"



"Mba, nggak usah panggil nona panggil Pricil saja kan sekarang aku sudah jadi adik mba Fani."



"Iya baiklah, kamu kenapa dari melamun terus? Apa kamu lagi mikirin soal ibu kandung kamu?"


Fani masih memegang kedua tangan Pricilia, dia nggak akan memaksa kalau Pricilia nggak mau bercerita dengannya, mungkin dia juga butuh privasi tersendiri dan nggak semua masalah bisa di ceritakan sama keluarganya, dan Fani harus memaklumi itu.



"Nggak papa kak, nggak ada yang lagi Pricilia pikirkan." Jawabnya tersenyum.



"Apa kamu lagi mikirin Alfian? Di lihat-lihat dia ganteng dan terlihat perhatian banget sama kamu, apa kalian ada hubungan? Kalau kalian ada hubungan kakak setuju dia laki-laki yang baik pantas untuk mendampingi hidup kamu kelak."

__ADS_1



Fani sengaja mengalikan pembicaraannya dia nggak mau membebani pikiran adik iparnya, mendengarkan penuturan kakak iparnya dia langsung membulatkan matanya dengan sempurna, Fani terkekeh melihat Pricilia yang terlihat kaget.



"Kenapa jadi bahas bang Al kak? Aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa, lagian nggak mungkin bang Al suka sama aku, mungkin juga dia sudah punya calonnya sendiri, dia nggak mungkin suka sama aku." Ujarnya.



Pricilia jadi ingat kejadian kemarin malam dimana dia merasakan kalau Alfian sangat pehatian padanya, dia jadi merasa nyaman saat Alfian memeluknya kenapa laki-laki itu begitu perhatian dengannya apa karena kasian? Atau karena dia cuma mau menenangkan dirinya saja entahlah dia juga nggak tau.



"Tapi kakak merasa kalau Alfian ada hati sama kamu dek." Fani sangat yakin.



" Itu nggak mungkin kak, mungkin itu cuma persaan kakak saja." Pricilia menepis yang di ucapkan Fani.



"Kalau itu beneran gimana? Apa kamu mau menerimanya?" Tanya seseorang yang baru datang.


__ADS_1


Fani dan Pricilia langsung menengok ke arah suara seseorang yang memotong pembicaraan mereka, mereka melihat seseorang yang sedang bersediri di hadapannya sedang tersenyum, Fani ikut tersenyum sedangkan Pricilia mencibirnya.


Bersambung..


__ADS_2