
Abimana, Jack, Alfian dan Irham, membulatkan matanya dengan sempurna, Fani tersenyum cerah sedangkan yang lain malah terbahak-bahak melihat 4 orang yang saling berebutan kamar mandi, Abimana mendorong Alfian sampai dia terjatuh dan mengenai Jack mereka ber 2 terjatuh secara bersamaan.
Wulan dan Ayumi terbahak-bahak melihat Alfian dan Jack terjatuh, bu Rina cuma bisa menggelengkan kepalanya pelan sedangkan Pricilia terkekeh kecil, Fani hanya terbengong melihat mereka semua, Alfian dan Jack mengumpati Abimana yang sudah bikin mereka terjatuh.
Jack yang melihat Wulan tertawa lepas langsung melihat ke arahnya, pandangannya tak lepas melihat Wulan yang sedang terbahak dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Mereka ber 4 kembali menghampiri para perempuan yang sedang melihatnya dengan menahan tawa, Abimana mendengus kesal melihat istrinya Fani yang melihat suaminya yang lagi melotot langsung mendekati Wulan dan terisak, Wulan melihat kakanya dengan pandangan heran.
"Mba Fani kenapa ko nangis?" Tanya Wulan mengusap pundak kakanya.
"Dek, kamu lihat mas Abimana marah sama mba, coba kamu lihat mas Abi melototkan matanya." Fani menunjuk Abimana.
Abimana menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia heran melihat istrinya kenapa istrinya jadi sensitif dan mudah menangis? Bu Rina tersenyum melihat Abimana yang terlihat heran melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
Fani meninggalkan mereka semua mau masuk kedalam kamarnya, sebelum pergi melangkah Fani mencicipi cimol bikinin Abimana dan yang lain, dia membulatkan matanya dan tersenyum lebar dia kembali memasukkan cimol kedalam mulutnya, dia membagikan cimol ke Abimana, Alfian, Jack dan Irham membuat mereka bergidik ngeri saat Fani kembali memberikan cimol untuk mereka.
"Mas ayo makan lagi, cimol bikinan kalian ternyata enak juga." Fani tersenyum.
Mereka ber 4 menelan salivanya kasar, Fani juga memberikan cimol sama bu Rina dan yang lainnya dan menyuruh mereka untuk mencoba memakan cimolnya, setelah memastikan mereka memasukan cimol kedalam mulutnya masing-masing, dia meninggalkan semua orang dan masuk kedalam kamarnya.
Setelah kepergian Fani mereka semua terbatuk-batuk bu Rina menatap tajam Abimana dan yang lain, membuat mereka menggeleng melihat tatapan bu Rina.
"Apa yang kalian bikin, kalian mau bikin mamah sakit perut?" Bu Rina menunjuk cimol yang baru saja masuk.
"Kamu nyalahin mamah, lebih baik besok kamu periksakan istri kamu kedokter kandungan."
Mendengar ucapan bu Rina Abimana membulatkan matanya, Ayumi dan Pricilia tersenyum dan saling berpelukan bu Rina meninggalkan Abimana, di ikuti sama Ayumi dan yang lain rasanya bu Rina sangat kesal sudah makan cimol yang tidak karuan rasanya.
__ADS_1
"Aku mau masuk dulu mas, udah kangen sama Ayumi aku juga pengen kayak mas yang tokcer." Irham ikut meninggalkan mereka.
Alfian dan Jack juga meninggalkan Abimana sendirian walau awalnya Abimana tidak mau di tinggalkan sendirian, tapi Alfian dan Jack tidak memperdulikan ucapan bosnya.
Abimana masih memikirkan ucapan mamahnya yang menyuruh dia untuk memeriksakan istrinya ke dokter kandungan, Abimana tersenyum lebar dia ingin menyusul istrinya di kamar tapi saat dia sampai di pintu kamarnya dia mendengus kesal karena pintu kamar sudah di kunci sama istrinya, mau tidak mau dia kembali tidur di sofa ruang tamu.
"Apa Abimana junior akan segera hadir." gumam Abimana pelan.
Dia tersenyum membayangkan kalau istrinya bener lagi mengandung anaknya dan sebentar lagi Abimana junior hadir di dunia Dikta bakalan ada temennya.
"Ngapain kamu senyum-senyum sendiri.
Abimana terjingkat kaget mendengar suara orang yang ada di depannya.
__ADS_1
"Kamu."
Bersambung..