
Mereka langsung terbangun saat melihat mamahnya, bu Rina mendekati mereka semua beliau melihat Fani dengan tatapan merendahkannya beliau merasa kalau Fani nggak pantas ada di tengah-tengah di antara mereka, Abimana yang melihat tatapan mamah seperti merendahkan istrinya langsung menegurnya.
"Mamah nggak usah melihat Fani seperti itu mah, perlu mamah ingat Fani sekarang adalah istri Abimana, jadi mamah nggak boleh merendahkan dia." Ujarnya.
Bu Rina semakin mendekat ke Abimana beliau sekarang sudah berdiri di depan Fani dan tersenyum sinis, Fani yang melihat tatapan mertuanya merasa nggak nyaman Voke mendekati bu Rina tanpa memperdulikan tatapan mereka yang terlihat nggak suka dengannya.
"Bakhan sampai sekarang mamah seperti sedang mimpi buruk mendapatkan menantu seperti dia, lihat baik-baik dong Abi antara perempuan itu dengan Voke sangat jauh berbeda." Ujarnya.
Abimana merasa nggak terima saat mamahnya membandingkan istrinya sama perempuan yang nggak tau diri seperti Voke, jelas mereka berbeda sangat jauh berbeda Fani bagaikan bidadari tak bersayap untuk anaknya, sedangkan Voke ibu yang berhati iblis yang nggak mempunyai perasaan apalagi saat dia meninggalkan anaknya yang masih berusia 1 thn hanya untuk mengejar kariernya.
Voke yang merasa di puji sama mantan mertuanya merasa terbang melayang ke angkasa , dia tersenyum manis melihat Abimana tapi setelah dia mendengarkan ucapan Abimana dia meremas kedua tangannya, saat mendengar Abimana merendahkan dirinya.
__ADS_1
"Jelas beda dong mah antara istri Abi dan perempuan itu sangat jauh berbeda, mamah pasti bisa membedakan bahkan yang lain pun sama, istri Abi adalah bidadari tak bersayap untuk anak Abi. Sedangkan dia apa? Perempuan yang nggak mempunyai hati dan perasaan, yang sudah meninggalkan anaknya demi karirnya tapi apa setelah karir dia hancur dia malah balik ke sini mau mengambil Dikta, jadi jelas sangat berbeda kan." Sahut Abimana tersenyum sinis ke arah Voke.
Mendengar ucapan Abimana Ayumi tersenyum, Voke yang merasa harga dirinya di injak-injak sama mantan suaminya merasa terhina dia mengepal kedua tangannya, bu Rina mendelikan matanya ke arah Abimana.
"Jaga ucapan kamu Abi." Bu Rina nggak terima dengan ucapan Abimana.
"Mamah nggak terima perempuan kesayangan mamah di hina, bergitu juga dengan Abi mah, Abi nggak terima kalau ada orang yang berani menghina istri Abi." Jawabnya.
"Terserah kamu mau ngomong apa tentang perempuan udik itu Abi, mamah nggak peduli, tujuan mamah kesini cuma mau kasih tau sama kalian semua kalau secepatnya mamah akan memberi tau semuanya sama Pricilia tentang siapa dia sebenarnya." Ujarnya.
"Abi kasih tau mamah nggak ada satu orang pun yang boleh kasih tau masalah ini sama Pricilia, dan kamu perempuan nggak tau malu kamu perlu aku ingatkan kembali ini adalah rumah saya dan dengan keras saya melarang kamu untuk datang ke sini apapun itu alasannya, kalau kamu mau bertemu dengan mamah silakan kalian ketemuan di luar, ini rumah bukan mall yang bisa kamu datengin kapan saja yang kamu mau!" Abimana menegaskan setiap perkataannya sambil menunjuk Voke.
__ADS_1
"Apa kamu denger apa yang di katakan kak Abi? Sekarang kamu pergi dari sini." Ayumi menyambungi ucapan kakaknya.
\*\*\*\*
Malam hari Kevin lagi ada di sebuah club malam, semenjak dirinya di tinggal menikah sama Fani dia jadi sering kembali mabuk-mabukan sekarang dia sedang duduk di meja di depannya ada beberapa botol minuman keras yang sudah dia pesan padahal dirinya sudah mabuk berat dia merancu nggak jelas dan kadang tertawa, marah dan menangis.
"Fani kenapa kamu tinggalkan aku? Padahal aku sangat mencintai kamu dari pada laki-laki itu, apa karena dia kaya? Aku juga nggak kalah kaya darinya seharusnya kamu pilih aku bukan dia." Rancaunya.
Seseorang yang sedari tadi memperhatikannya tersenyum sinis saat melihat laki-laki yang sedang mabuk dan selalu memanggil nama Fani.
"Menarik aku harus dekatin dia, ini adalah kesempatan yang sangat bagus," Ucapanya.
__ADS_1
Bersambung..