Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 90


__ADS_3

"Amanda." Panggil Alfian.


Amanda tersenyum lebar melihat laki-laki yang ada di depannya dia langsung berdiri selesai membereskan barang-barang yang berserakan di lantai, tanpa berniat membantu Alfian hanya berdiri di depan perempuan yang pernah bertahta di hatinya walaupun hanya karena merasa berhutang budi, setelah sekian lama enggak bertemu kini mereka kembali di pertemukan.


"Hai, nggak menyangka kita bisa di pertemuan kembali yah? Setelah cukup lama kita enggak ketemu tuhan kembali mempertemukan kita kembali, apa ini yang di namakan jodoh." Amanda tersenyum lebar melihat Alfian.


Alfian berdehem saat mendengar ucapan mantan kekasihnya dulu, Amanda langsung terdiam mendengar Alfian yang sedang berdehem, mungkin mantan kekasihnya itu nggak nyaman sama ucapan dirinya yang membicarakan sesuatu yang nggak harus di katakan.


"Amanda maaf aku harus segera pergi karena lagi di tungguin sama atasan saya," Ucapnya.


"Iya baiklah, apa kapan-kapan kita bisa ngobrol sekalian ngopi-ngopi kan sudah lama kita baru ketemu lagi, gimana apa kamu mau?" Tanyanya.


Amanda bertanya sama Alfian dia tersenyum melihat laki-laki yang ada di depannya dia berharap semoga Alfian mau menerima ajakannya, Alfian melihat Amanda dengan pandangan tak bisa di artikan.


"Iya kita lihat nanti yah, kalau gitu aku pergi dulu." Ujarnya.


Amanda menganggukan kepalanya pelan dia memandang punggung Alfian yang semakin menjauh dengan tatapan senduh, Alfian nggak pernah berubah dia masih saja bersikap dingin dan acuh terhadapnya, Amanda meninggalkan kantor Abimana dengan langkah gontai.


Alfian mengetuk pintu ruangan atasannya dia langsung masuk kedalam setelah mendapat sahutan dari atasannya, dia membuka pintu ruangan atasannya dan melihat Abimana yang sedang fokus dengan laptopnya, Abimana mengalihkan pandangannya ke arah asistennya.


"Kamu lama sekali Al? Aku sedari tadi sudah nungguin kamu apa kamu pacaran dulu di jalan?" Tanyanya.


Ck, Alfian mencibir atasannya sekaligus sahabatnya itu, bagaimana dia bisa pacaran sedangkan orang yang ada di depannya selalu membebani dirinya dengan pekerjaan yang begitu menumpuk, mau mendekati Pricilia saja sangat susah nggak tau apa kalau dia juga pengen pacaran sama adiknya.


Abimana menyipitkan matanya melihat asistennya, dia tersenyum mengejek melihat Alfian dia tau kalau Alfian pasti kesal.


"Jangan mengumpati aku Alfian, kenapa sudah nggak sabar mau menikah? Aku sebenarnya kasian sama kamu umur kamu sudah tua tapi belum juga menikah, apa masih ada perempuan yang masih mau sama kamu?" Tanya Alfian tergalak.

__ADS_1


"Ini juga semua gara-gara kamu Abi." Sahutnya.


Abimana menaik turunkan alisnya kenapa mala dia yang di salahkan? Yang belum laku siapa yang di salahkan juga siapa? Abimana menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Alfian yang menyalahkan dirinya karena sudah membuat asistennya belum menikah juga.


"Kenapa kamu malah menyalahkan aku?" Tanyanya menyelidik.


"Iya gara-gara kamu yang selalu memberikan aku banyak pekerjaan jadi aku nggak bisa pacaran, makanya sampai sekarang aku belum menikah juga aku juga pengen seperti kamu menikah dua kali." Jawabnya.



Abimana tergalak mendengar jawaban Alfian dia berdiri dari duduknya dan mendekati Alfian dia menepuk-nepuk pundak Alfian membuat Alfian mendenus kesal.



"Itu bukan salah aku yang menyebabkan kamu belum menikah sampai sekarang, itu karena kamu kalah ganteng dari aku." Jawab Abimana.




"Duduklah Al, ada sesuatu yang mau aku bicarakan," Ucapnya.



Alfian menganggukkan kepalanya dia duduk di kursi yang ada di depan Abimana, apa yang mau di bicarakan sama atasannya ini kelihatannya sangat serius.


__ADS_1


"Ada apa pak?" Alfian melihat Abimana.



"Pricilia, dia sudah menemukan foto itu dan dia minta penjelasan dari ku tentang foto itu."


Abimana menghela nafasnya pelan dia melihat Alfian yang masih terdiam, dia mau mendengar jawaban dari Alfian, apa yang Alfian katakan dia akan menurutinya.


"Yah mungkin ini sudah saatnya nona Pricilia tau pak, bapak ceritakan saja yang sebenarnya jangan menundanya lagi pak, sudah seharusnya nona tau tentang semuanya." Jawab Alfian.



"Baiklah Al, kalau itu yang terbaik untuk Pricilia, selepas pulang dari luar kota aku akan menceritakan semuanya.



"Iya pak itu lebih baik, kalau gitu saya permisi pak, masih banyak pekerjaan yang harus saya selsaikan," Ucapnya.



Abimana melemparkan tisu di wajah Alfian, Alfian selalu saja bicara formal saat mereka hanya berdua, Alfian tergalak dan meninggalkan ruangan Abimana.


"Kaka akan selalu ada untuk kamu dek." Gumam Abimana pelan.


Dia mengehela nafasnya pelan dan melihat foto yang di berikan adiknya.


"Maafkan Abimana ibu, yang belum bisa menjaga Pricilia dengan baik," Ucapnya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2