Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Part 92


__ADS_3

Akh!


Voke berteriak saat seseorang menariknya dari belakang dengan begitu kencang sampai dia terpental ke tembok dan kepalanya membentur tembok, dia terkejut melihat Fani ada di depannya sedang menatapnya tajam! Bagaimana bisa Fani tiba-tiba datang? Dan bodohnya dia lupa mengunci pintu ruangan Abimana.


Fani menatap tajam perempuan yang ada di depannya berani sekali dia menyentuh suaminya, Fani langsung mendekati Voke dan langsung menjambak rambutnya sampai dia mengadu, darahnya seakan mendidih saat dia melihat Voke sedang melepaskan kancing kemeja suaminya.


Fani sengaja datang untuk menemui suaminya dia mau memberi kejutan dengan membawa bekal makan siang untuk suaminya sebelum berangkat ke luar kota, saat baru membuka pintu ruangan suaminya tangannya terkepal kuat matanya melotot dengan begitu tajam melihat suaminya lagi memeluk perempuan lain, tanpa membuang waktu lagi dia langsung menjambak rambutnya dan mendorong sampai Voke terjatuh.


"Dasar wanita ****** berani sekali kamu menyentuh suamiku! Wanita sepertimu perlu di kasih pelajaran." Fani menatap tajam perempuan yang di depannya.


Voke menatap tajam Fani dia bangun dan berdiri di depan Fani, bukannya takut Voke malah tersenyum sini dan itu semakin membuat Fani menggeram marah.


"Aku sangat membenci mu perempuan kampung, apapun akan aku lakukan untuk kembali merebut Abimana dari tangan kamu. Gara-gara kamu mas Abimana nggak mau kembali sama aku, kamu memang perempuan pembawa sial!" Voke berteriak di depan wajah Fani.


Plak!


Plak!

__ADS_1


Fani menampar kedua pipi Voke rasanya dia sangat geram sama perempuan yang ada di depannya, urat malunya bener-bener sudah putus berani sekali dia mengatakan seperti itu di depannya, dia nggak masalah kalau orang lain menghina dirinya tapi kalau ada orang yang mau mengganggu pernikahannya dia nggak akan tinggal diam.


"Beraninya kamu menampar aku perempuan kampung! Memang siapa kamu yang berani menamparku!" Teriak Voke.


"Jangankan menampar kamu, melenyapkan nyawa kamu aku sanggup kalau kamu mengganggu keluarga ku!" Teriak Fani tanpa rasa takut.


"Panas, panas sekali sayang tolong mas, mas sudah nggak tahan," Ucap Abimana.


Wajah Abimana sudah memerah nafasnya memburu, Fani langsung mendekati suaminya dia nggak tau apa yang terjadi sama suaminya, Abimana langsung melahap bibir istrinya dengan rakus nafas Fani tersengal saat Abimana melepaskan cuim*nnya, di rasa cukup Abimana kembali menyerang bibir istrinya.


Setelah menyuruh sekertaris suaminya Fani langsung masuk kedalam dan mengunci pintunya, Abimana langsung menarik istrinya dan dengan sedikit kasar dia membaringkan istrinya di sofa yang ada di ruangan.


"Mas, tolong jangan di sini mas," Ucap Fani tersengal.


"Mas sudah nggak tahan sayang, tolong mas sayang mas sudah nggak kuat."


"Iya mas, tapi tolong jangan di sini."

__ADS_1


Fani membawa suaminya mssuk ke dalam kamar pribadi suaminya yang ada di ruangannya, kamar yang tadinya dingin seakan menjadi panasnya setelah pergumulan mereka terjadi beberapa ronde membuat Fani kelelahan akibat ulah suaminya, apalagi Abimana melakukannya dengan kasar karena pengaruh obat yang di campurkan Voke ke dalaman minumannya.


Abimana mengecupi kening istrinya dia bener-bener merasa bersalah karena sudah menyakiti istrinya dan membuat istrinya kelelahan dia sangat berterimakasih sama istrinya untung saja istrinya datang tepat waktu, seandainya istrinya nggak datang dia nggak tau apa yang bakalan terjadi padanya.


Abimana mengerahkan rahangnya saat mengingat kejadian tadi, hampir saja dia melakukannya bersama Voke, dia ingin memberi Voke pelajaran karena sudah berani menjebaknya.


"Kamu sudah membuat kesabaran aku habis Voke, lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk memberi kamu pelajaran." Abimana mengepalkan tangannya.


Dia kembali melihat istrinya yang sedang tertidur pulas wajahnya terlihat pucat, dia kembali mengecup kening istrinya berkali-kali dan memeluknya.


"Terimakasih sayang, kamu sudah menyelamatkan mas kalau seandainya kamu nggak datang mas nggak tau apa yang akan terjadi sama mas," Ucapanya.


Abimana menghubungi Jack dan menyuruh dia untuk memberi Voke pelajaran.


"Bersenang-senanglah Voke," Ucapnya sinis.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2