
...I.B.U.S.A.M.B.U.N.G.U.N.T.U.K.A.N.A.K.K.U...
...Lindungilah Hamba-Mu yang lemah ini, Ya Allah. Jangan biarkan iri dengki mengintai hamba...
***
"Tolong lepaskan saya, saya bisa jelasin semuanya." Elea memberontak. Tapi seakan perkataan Elea hanya sebatas hembusan angin. Tak berarti dan tak di dengarkan.
Dengan tubuh yang terseok-seok karena terus mendapatkan dorongan, Elea hanya pasrah sekarang. Entah ia akan dibawa kemana.
Lindungilah Hamba-Mu yang lemah ini, Ya Allah. Jangan biarkan iri dengki mengintai hamba. Elea bergumam disela tangisnya.
Bugh,
Tubuh Elea terjatuh karena dorongan yang cukup kuat. Lututnya yang tertutup gamis membentur aspal. Meski begitu rasanya tetap saja terasa perih. Elea meringis.
"Pergi dari sini dan jangan pernah kamu injakkan kaki lagi di sini. Kami semua tak sudi." ujar seorang perempuan berusia sekitar 30-an yang sedari tadi berdiri di samping Anggun.
Mulutnya berujar penuh kebencian. Entah karena apa, Elea rasanya tak pernah berseteru sebelumnya dengan perempuan itu.
Jari telunjuk mereka mengarah pada Elea pun dengan tatapan hina. Seakan Elea adalah perempuan yang menjijikan.
__ADS_1
Elea hanya pasrah sambil mengusap lututnya yang terasa nyeri.
Rombongan pun meninggalkan Elea tanpa belas kasih. Seorang diri, Elea menatap jalan yang dekat dengan jalam raya. Terlihat beberapa meter lagi ia akan menuju jalan raya.
Elea membetulkan jilbab yang berantakan. Tak berani kembali ke rumah karena ia takut kembali di arak.
Melangkahkan kaki entah kemana. Elea hanya pergi dengan membawa baju yang ia pakai. Selebihnya tak ada barang apapun yang ia bawa.
Peluh menetes, di bawah terik matahari Elea terus menyusuri trotoar.
Elea membalikkan tubuh karena ia merasa sedang diintai.
Rasa was-was menyelimuti Elea kala dua orang laki-laki dengan pakaian serba hitam. Mereka memakai topi dan masker penutup wajah. Dan tentu saja Elea tak dapat mengenali siapa mereka.
Dua orang tersebut tak mengikuti namun berdiam diri di depan bangunan indoapril.
Ah mungkin itu hanya firasat Elea dan hanya kebetulan. Elea kembali melangkahkan kaki keluar indoapril.
Namun tiba-tiba, kedua laki-laki tersebut juga ikut meninggalkan indoapril. Elea lari dan menyebrang ditempat penyebrangan. Dan mereka pun juga ikut lari.
"Woy jangan lari!" teriak mereka sambil menunjuk Elea.
__ADS_1
Elea mengamati sekitar, mengapa tadi ia menyebrang sehingga jalan yang ia lalui sekarang sepi.
"Tolooong!" teriak Elea. Dengan tubuh yang tertatih-tatih Elea lari sekuat tenaga. Masuk gang sempit dan menerobos kemana saja pada tempat yang Elea rasa dapat bersembunyi.
Elea menyembunyikan tubuh pada pos ronda yang kala itu ia temui. Berharap ditempat seperti itu dua orang tadi tak dapat menemuinya.
Hhh, Hhh
Deru napas orang berlari menggelitik telinga Elea.
"Lari kemana perempuan itu?"
"Hh, sial. Kita kehilangan jejak! cepat cari atau bos akan marah!" celetuk mereka bergantian.
"Bos. Siapa bos mereka? dan apa yang mereka mau sehingga mereka mengejarku?" Elea membatin dalam hati. Seraya menutup mulut.
Berupaya agar deru napasnya yang tak beraturan tak sampai mereka dengar. Setidaknya Elea harus menahan sampai dirasa aman.
Elea mengintip dibalik dinding pos ronda. Namun saat sedang ingin menyembulkan wajah, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dari belakang.
Elea ingin berteriak namun mulutnya dibekap sangat keras sehingga suara hanya tertahan didalam mulut.
__ADS_1
"Tol-loong!"