Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku
Par 86


__ADS_3

Di kamar Fani dan Abimana sudah bersiap-siap untuk tidur mereka sudah mengganti pakaian mereka dengan baju tidur, sebelum tidur Fani mau mengutarakan sesuatu sama suaminya kalau dia nggak jadi pulang kampung ikut bersama keluarganya.



Abimana yang melihat istrinya terdiam heran kenapa Fani dari tadi terus melihat dirinya apa yang sedang di pikirakan istrinya? Abimana menyentuh tangan istrinya membuat Fani begitu terkejut saat suaminya menyentuh lengannya.



"Iya mas ada apa?" Fani melihat suaminya.



"Mas yang harusnya nanya, kamu kenapa sedari tadi ngelihatin mas sambil ngelamun."



Fani menggelengkan kepalanya pelan saat suaminya menanyakan kenapa dirinya melamun, Abimana menyuruh istrinya untuk mendekatinya, Fani nurut apa yang suaminya suruh, kini dia sudah ada di dekapan suaminya Abimana mengusap rambut istrinya yang panjangnya hanya sebahu, Fani tersenyum melihat suaminya Abimana mengecup kening istrinya.



Mereka berdua bersenderan sambil berpelukan Fani rasanya nggak percaya sudah menjadi istri sah dari Abimana, begitu juga Abimana dia juga nggak menyangka bisa jatuh cinta sama istrinya, mengingat dia sangat lama sekali saat-saat dia berusaha melupakan mantan istrinya Voke Handayani, baru melihat Fani beberapa bulan saja perasaannya langsung teralihkan saat melihat ketulusan Fani merawat anaknya.



"Katakan apa yang mau kamu katakan? Jangan menyembunyikan sesuatu dari mas. Sekarang kita adalah pasangan suami istri yang sudah sah." Ujar Abimana mengusap kepala istrinya.



Fani mengadakan wajahnya dia melihat suaminya yang sedang tersenyum, dia nggak mungkin kan pulang kampung sedangkan di rumah suaminya lagi ada masalah, Abimana masih menunggu istrinya bicara.

__ADS_1



"Mas besok ibu, bapak dan Wulan kan pulang kampung, aku nggak jadi ikut kampung bareng mereka, rasanya nggak enak kalau aku harus ikut pulang kampung sedangkan disini lagi ada sesuatu yang nggak harus di tinggal, aku kepengen temenin Pricilia," Ucapnya.



Abimana langsung melihat istrinya dia nggak menyangka kalau Fani sangat peduli dengan keluarganya, ternyata dia bukan cuma baik sama anaknya bahkan sama adiknya pun begitu, mungkin istrinya bisa menyayangi keluarganya dia jadi teringat kembali saat dia menikah sama Voke, jangankan perhatian akur sama adiknya saja nggak pernah.



Dia merasa kalau Fani dan Voke sangat jauh berbeda, tapi sangat di sayangkan mamahnya belum bisa menerima Fani sebagai menantunya padahal perempuan yang ada di depannya ini sangat baik, dia akan berusaha meyakinkan mamahnya untuk melihat kalau Fani adalah perempuan yang pantas menjadi istrinya, dia juga akan berusaha agar mamahnya mau memafkan Pricilia.



"Kamu beneran sayang kalau kamu nggak jadi ikut pulang sama ibu dan bapak?" Abimana memastikan.




"Baiklah sayang, apapun keputusan kamu mas sih setuju saja, lain kali kita biasa pulang ke rumah kamu."



Fani menganggukkan kepalanya, Abimana berencana mau membiayai kuliah Wulan tapi dia harus ngomongin masalah ini sama istri dan juga kedua mertuanya, semoga saja istri dan mertuanya menyetujuinya.



Fani menggeserkan badannya dia mau membaringkan tubuhnya tapi Abimana langsung menahannya Fani langsung melihat ke arah suaminya, dia menyipitkan matanya.

__ADS_1



"Ada apa? Aku mau tidur mas cape banget," Ucapnya.



"Cape ngapain sih, orang nggak ngapa-ngapain juga, kan selama ada Wulan Dikta selalu nempel sama Wulan." Jawabnya menaik turunkan alisnya.



"Nggak maksudnya sudah malam kita harus segera istirahat, bukannya kamu besok harus kerja? Ya sudah sekarang kita tidur mas."



Abimana nggak menjawab ucapan istrinya dia langsung menempelkan bibir keduanya, dia langsung \*\*\*\*\*\*\* bibir istrinya dengan rakus, membuat Fani memukul dada suaminya.


Ehmmm, Fani bener-bener kehabisan nafas karena serangan dari suaminya, Abimana melepaskan cium*nnya dan memberi ruang untuk Fani menghirup nafasnya dengan rakus di rasa cukup Abimana kembali menyerang bibir istrinya kembali.


Abimana membaringkan badan istrinya dia langsung menindih badan istrinya, akhirnya Fani mengikuti permainan suaminya dan mereka kembali melakukannya beberapa ronde sampai Fani kewalahan akibat ulah suaminya, Abimana tersenyum melihat istrinya yang sedang terlelap mungkin istrinya kecapean setelah pergumulan beberapa jam yang lalu, untung mereka berdua langsung mandi membersihkan badannya yang lengket



"Selamat tidur sayang," Abimana mengecup kening istrinya.



Dia ikut menyusul istrinya masuk ke alam mimpi, rasanya dia juga pusing memikirkan masalah keluarganya nggak lama Abimana langsung terlelap di samping istrinya.


Didalam kamar Pricilia lagi mbongkar barang-barang yang ada di kamarnya, sesuatu terjatuh dan mengenai kakinya dia langsung mengambilnya, terlihat sebuah foto yang sedikit usang.

__ADS_1


"Foto siapa ini? Kenapa ada disini?" Gumamnya pelan.


Bersambung..


__ADS_2