
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa ya untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Selamat Membaca....
...*...
...*...
...*...
...*...
Di Bandara.....
Ben dan Nissa akan mengantar kepergian Lyra. Ben ingin setidaknya ia akan mengantar kepergian sahabat nya. Meski banyak hal yang terjadi di masa lalu, bagi Ben Lyra dan juga Ed adalah teman yang berharga baginya. Rasanya berat juga baginya melihat Ed yang kacau semalam.
"Padahal kau tidak perlu mengantar ku Ben" Ucap Lyra.
"Apa kau sungguh akan pergi lyr? Lalu bagaimana dengan cintamu pada Ed? Apa kau bisa meninggalkan nya?" Tanya Ben khawatir.
Kekhawatiran yang wajar Ben tunjukkan terhadap sahabat nya.
"Ya, setidaknya aku perlu mencari jalan hidupku, selama ini hidup ku selalu bergantung pada Ed, Aku ingin menemukan jati diriku sendiri, dan untuk apa aku hidup, seperti itu lah....Cinta....ku rasa aku tak menginginkan nya sekarang"
Ben mengerti, Lyra perlu bahagia, dan Lyra perlu mencari jalan hidupnya untuk mencari kebahagiaan yang akan membuat nya merasa dalam kenyamanan milik nya.
"Keputusan bijak, jika butuh bantuan hubungi saja aku" Ben menawarkan bantuan kepada Lyra.
"Kau cukup tidak usah perhatian padaku!! Nanti istri mu cemburu" Ucap Lyra sambil tertawa.
*
*
*
*
*
*
Nissa berada tepat di belakang mereka. Entah kenapa Nissa memandang kedua nya dengan tatapan aneh.
__ADS_1
Lyra yang mengetahui pandangan Nissa pun langsung berbisik ke arah Ben.
("Lihat!! Istrimu juga tidak terlalu suka dengan perhatian mu padaku!! Aku terlalu takut untuk membuat nya marah, terakhir kali dia melawan ku, aku sempat terbawa suasana") bisik Lyra.
"Hahaha benar, istriku memang hebat" Jawab Ben dengan bangga.
"Ben pilihan mu benar, kuharap kalian selalu bahagia. Nissa!! Terimakasih!! Kalian jangan cari aku ya, serah terima jabatan sudah kulakukan via online tadi malam, aku tidak akan menjawab panggilan mu, apalagi jika itu mengenai pekerjaan"
Nissa yang mendapat ucapan Terimakasih itu hanya membalasnya dengan senyuman. Rasanya ketika Lyra mengatakan alasan nya kenapa ia berbuat begitu, Nissa jadi mengerti dan merasa kasihan pada Lyra.
Nissa bisa bertahan dari penderitaan nya dan memulai hidup baru karena ia memiliki Adel dan Ben disisinya, serta orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan nya. Sedangkan Lyra hidup sendiri, anak dan Ed yang menjadi harapan hidupnya tak bisa menjadi kan harapan itu kenyataan, serta....orang tua nya yang tak pernah mendukung nya sama sekali.
"Lyra, ku harap dimanapun kau berada, kau bisa bahagia" Itu tulus keluar dari mulut Nissa.
"Terimakasih" Lyra pun segera berjalan pergi dengan koper nya dan melambai sambil memunggungi Ben dan Nissa.
"Haaaah!!" Ben menghela nafas nya.
"Kenapa?" Tanya Nissa.
"Ya aku merasa bahwa aku sebagai teman sangat lah tidak mengerti diri Lyra, selama ini aku dan Ed menganggap bahwa Lyra itu wanita yang kuat, tapi sebenarnya dia adalah orang yang sangat rapuh, Aku hanya sedikit menyesal, jika saja saat itu aku lebih perduli, mungkin aku bisa mengubah banyak hal buruk yang akan terjadi"
"Itu adalah bagian dari takdir Ben, tapi....tidak ada siapapun disisinya aku merasa bahwa itu menyedihkan, karena itu Aku selalu bersyukur kamu selalu ada disisiku pada saat terberat dalam hidupku"
"Lyr!! Lyr!!! Lyra!!!"
Ben dan Nissa saling berpandangan.....
"Suara ini?!!"
"Edison!!!" Tunjuk Nissa kepada Ben.
"Ed!!" Panggil Ben.
Edison segera menghampiri Ben.
"Mana Lyra? Aku perlu bicara padanya, pagi ini aku menelfon nya tapi tidak ada jawaban, dan aku baru tahu dari pelayan kalian bahwa kalian ke bandara, aku tidak tahu penerbangan Lyra jam berapa"
Ben baru kali ini melihat Edison berlari sampai kehabisan nafas dan bicara dengan nada cepat seolah sangat terburu - buru. Edison adalah orang yang paling santai seolah hidup itu bukan beban, Ben melihat sisi baru dari teman nya itu.
"Lyra baru saja masuk pesawat, pesawat mereka baru pergi sepuluh menit yang lalu" Jawab Ben.
"Shit !! Sial !!" Edison memaki dengan putus asa. "Lalu kemana dia pergi?" Tanya Edison.
__ADS_1
Ben memandangi Edison dengan tatapan serius.
"Sebelum ku beritahu, tolong jawab pertanyaan ku dengan jujur!!" Perintah Ben.
"Ben, kasih tahu saja, kan....."
"Nissa, aku akan mengurus hal ini"
Nissa mengalah dan membiarkan Ben melakukan urusan nya. "Kalau begitu, Aku tunggu di mobil ya" Nissa pun meninggalkan Ben dan Edison berbicara. Mereka berdua perlu meluruskan kesalahpahaman yang ada.
"Bicaralah" Ucap Edison.
"Apa kau mencintai Lyra? Apa di hatimu masih ada Lyra?" Tanya Ben dengan tegas.
"Aku selalu mencintai nya Ben, Aku sering berpesta dan mencari wanita sejak perpisahan kami tapi tubuh ku tidak mau bereaksi, tubuh dan hatiku selalu merindukan Lyra, Meski kami selalu bersama selama di Australia, Aku ribuan kali merindukan Lyra tapi aku berfikir pengkhianatan kalian, jadinya aku selalu bersikap jahat pada Lyra, Aku menyesal....."
"Kau selalu mengganti wanita - wanita mu setiap bertemu Lyra, bayangkan betapa sakit nya dia!! Ini juga salahku, seharusnya aku membantu Lyra untuk bicara mengenai kehamilan itu, Lalu sungguh kau belum menyentuh wanita manapun? Lalu Dewina?"
Edison memandang Ben dengan tatapan serius. Ketika seperti itu, Ben tahu bahwa Edison sangat serius.
"Aku bersumpah meski aku berkencan dengan banyak wanita tapi aku tidak menyentuh mereka!! Tidak ada yang perlu kau khawatir kan!! Lalu Dewina....Aku sedang menyelidiki laporan data palsu di perusahaan Australia, itu ada hubungan nya dengan Mr. Frank dan Dewina"
"Apa? Jadi kau juga menyelidiki nya? Ku kira kau yang.....tapi setiap cap yang tertera atas nama dan cap mu"
"Ben, bukti yang ku punya akan kuberikan padamu, tolong biarkan aku jadi agen ganda, Aku harus menyelesaikan masalah ini, bekerjasama lah dengan ku, pura - puralah tak tahu hal ini, Aku akan membuat Mr.Frank dan Dewina membayar semua nya, karena ini tanggung jawab ku juga"
"Lalu apa jaminan nya? Aku tidak mau dikhianati untuk kedua kali nya"
"Ambil kepala ku!! Kau boleh menebas kepala ku jika aku berkhianat!! Please Ben....aku harus mengejar Lyra, tapi sebelum itu aku harus jadi pria terhormat dan membereskan masalah yang kubuat"
Ben yakin Ed punya pemikiran dan rencana nya sendiri. Jadi Ben pun melakukan pertukaran sebagai imbalan yang sesuai untuk Ed.
"Baik, jika kau berhasil membereskan hal ini aku akan memberitahu lokasi Lyra kepadamu, kau tidak akan bisa menemukan Lyra, karena dia tidak akan menetap di satu tempat atau mungkin berada di tempat yang tak terjangkau oleh mu."
"Deal" Jawab Edison.
"Ed, semoga kali ini belum terlambat bagimu, Tapi menurut ku ini akan sangat berat bagimu"
"Tidak masalah!! Karena aku lelaki yang buruk, Aku pantas mendapatkan nya! Aku harus meraih kembali hati Lyra, Karena aku mencintai nya"
-bersambung-
..."Sebelum mencoba, belum ada kata terlambat karena itu mulailah mencoba sebelum terlambat"...
__ADS_1