Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 85 - KETERLALUAN !!


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini, Serta jangan lupa mengunjungi cerita Adel dan William dalam novel dengan judul CINTA KU MAFIA KU. Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


...*...


Petir menyambar Paris, malam dengan hujan lebat disertai badai membuat Paris semakin dingin. Bahkan lampu yang padam di malam hari menjadikan kota Paris seperti kota sunyi, hanya terdengar riuh badai yang mencekam.


Ben telah menyuruh anak buah nya mencari Nissa, kondisi nya yang sekarang tak bisa membuat nya turun langsung untuk mencari Nissa. Bahkan handphone yang sejak tadi ia hubungi sama sekali tak aktif. Ben ketakutan setengah mati.


Ben takut jika Nissa terjebak dalam situasi yang sulit. Ben bahkan tak bisa menutup mata nya di tengah malam, sedangkan badai masih terus berlangsung.


Ben pun mendapat kabar dari anak buah nya....


"Boss, nyonya terakhir kali terlihat sedang menuju ke bandara dengan Taxi."


"Kalian sudah memeriksa Bandara?"


"Sudah Boss, tapi tidak ada keberadaan nyonya sedang menaiki pesawat ataupun terekam cctv"


"Kalau begitu, cari penginapan di sekitar bandara, mungkin istriku terjebak karena badai disana, Aku akan memeriksa akun bank istriku, siapa tahu pengeluaran nya bisa memberitahu di mana dia berada"


"Baik boss"


Ben bersyukur bahwa sinyal masih bisa berjalan meski badai kencang membuat listrik mati total. Pencarian yang beresiko, dimana tak ada yang tahu di mana istrinya berada. Bahkan Ben menyuruh Dokter Eric untuk siaga berjaga di rumah sakit, siapa tahu istrinya ada disana.


Ben terus mondar - mandir di depan perapian, benak nya tak lelah sedikit pun menunggu kabar dari Nissa. Meski Ben khawatir pada Nissa, tetap prioritas nya saat ini adalah menjaga anak - anak karena itulah tugas nya sebagai ayah mereka. Ben akan menjaga mereka agar mereka tidak kesepian dan tidak ketakutan di malam penuh badai ini.


Karena terbangun oleh bayangan Ben yang berbolak - balik di depan perapian, Adel pun terbangun.....


"Papa, tidak tidur?" Tanya Adel dengan sedikit membuka mata nya.


"Papa kan harus menjaga kalian, Tidurlah....ini masih waktu nya tidur, Adel mendekat lah ke arah Collin, sepertinya dia merasa hangat berada di dekat kamu"


Adel pun mendengar kan perkataan Ben dan memeluk Collin yang masih demam dan tertidur lelap.

__ADS_1


Ben kemudian menelfon kembali anak buah nya, tak henti - henti Ben menanyakan kabar istrinya setiap sepuluh menit. Yang terakhir bahkan lebih parah karena suara terdengar putus - putus. Bahkan anak buah Ben sudah mengeluh karena tubuh mereka terasa beku diterpa badai.


.


.


.


Pagi Hari.....


Setelah badai penuh semalaman, pagi nya badai mulai hilang. Air hujan masih menetes dengan pelan, meski angin kencang sudah berhenti bertiup.


Mata Ben terlihat penuh dengan lingkaran hitam karena tidak tidur semalaman. Ben masih memperhatikan dari jendela, barangkali Nissa akan pulang melewati gerbang rumah mereka. Gerbang rumah yang kotor dan penuh dengan ranting maupun daun yang berserakan mulai di bersihkan oleh pelayan nya.


Ben pun kemudian mengecek suhu tubuh Collin, syukurlah demam nya sudah mulai menurun. Adel yang bangun dengan cerah karena nyenyak tidur nya pun menyapa pagi dengan ceria.


"Pagi papa" Adel mengecup pipi Ben dengan ceria.


"Bagi Sweety" Jawab Ben.


"Papa!! Wajah papa mengerikan!! Apa papa tidak tidur semalaman?" Tanya Adel khawatir.


"Papa menunggu mama kamu pulang, sekarang saja masih belum ada kabar, sebenarnya kemana dia?"


Wajah Ben terlihat kacau dan Ben terlihat lelah serta khawatir bercampur aduk di wajah nya.


"Papa, lebih baik papa minum air hangat dan sarapan dulu, Adel akan menunggu mama menggantikan papa, papa istirahat lah dulu" Ucap Adel.


"Terimakasih, papa akan mengambil susu hangat untuk kamu dan Collin, kita sarapan di kamar saja" Ucap Ben.


Collin masih asyik tertidur, tapi Ben yakin sebentar lagi Collin akan bangun, karena biasanya seperti itulah jadwal bangun tidur nya Collin. Tak butuh waktu yang lama, Ben telah datang sambil membawakan senampan penuh sarapan.


"Waah anak papa sudah bangun ya? Baiklah papa membawa sarapan untuk kalian"


Collin ternyata sudah ada dalam gendongan Adel. Cukup menyenangkan Adel adalah anak yang pengertian sehingga tanpa Ben suruh Adel sudah tahu apa yang harus diperbuat nya ketika Collin bangun. Collin selalu menangis ketika bangun tanpa melihat ada orang lain disebelahnya sehingga biasanya setiap jam setengah tujuh Ben atau Nissa akan menunggu saat - saat Collin akan bangun.


"Adel pelan - pelan menggendong Collin ya, kepala nya masih lembut, posisi kamu masih salah, tangan kamu harus nya menopang kepala Collin seperti ini" Ben membetulkan posisi tangan Adel yang terlihat canggung itu.


"Hehehe maaf papa" Adel masih saja selalu lupa meski sudah belajar menggendong collin berkali - kali.

__ADS_1


"Tidak apa, salah itu hal yang wajar....karena kamu masih dalam tahap belajar"Jawab Ben.


Kemudian Ben menyodorkan susu untuk Ben dan Collin untuk mereka minum bersama sarapan nya.


"Ini dia susu hangat untuk Adel, ini untuk Collin dan sarapan pagi ini adalah Sandwich buah"


Collin pun meminum susu formula nya dan Ben sedikit memberikan Collin bubur bayi dan memberikan buah yang dihaluskan untuk Collin. Adel menikmati sandwich buah nya dengan lahap bersama susu hangat nya.


"Papa tidak makan?"


"Mana bisa papa makan ketika mama kamu saja belum tentu bisa sarapan"


Ben pun menelfon sekali lagi untuk menanyakan kabar Nissa.



Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, saat itulah pagar gerbang rumah mereka di buka dengan lebar dan mengeluarkan bunyi yang terdengar hingga ke kamar Ben.


Ben pun segera berdiri dan melihat mobil Taxi memasuki rumah mereka, Ben bisa melihat Nissa yang turun dari mobil Taxi itu. Ben segera menitipkan Collin pada Bentley dan berlari menuruni tangga untuk menuju ke arah Nissa berada. Ben tak perduli lagi dengan alas kaki nya, yang Ben pikirkan saat ini adalah keadaan Nissa.


"Nissa!! Apa kamu masih punya niat pulang atau tidak?!!!" Bentak Ben dengan kesal.


"Ben...."


"Handphone tidak aktif, tak ada kabar apapun, tidak berkabar sama sekali, Kamu juga meninggalkan Collin dan Adel, sebenarnya kamu kemana sih?!!!!"


"Ben maafkan aku, Hujan badai mengganggu perjalanan, Aku harus berteduh ke penginapan terdekat, Maaf tidak mengabari kamu"


"Kamu baik - baik saja?"


"Ya, hanya kotor dan kedinginan saja"


"Jadi kemana kamu semalaman ini?"


"Sebenarnya......"


-bersambung-


..."Kekhawatiran yang berlebihan adalah tanda dia memikirkan mu selalu"...

__ADS_1


__ADS_2