
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel karya author yang lain dengan judul "CINTA KU MAFIA KU" dan "PERTEMUAN"....
...*...
...*...
...*...
"Bisakah saya menguji tunangan saya?" Tanya Lyra.
Semua orang di pesta mengatakan bahwa Lyra gila dan otak nya sudah banyak kemasukan air. Lyra sudah gila jika ingin menguji seorang Charles Green.
"Benar, bukankah wajar bagi seorang wanita untuk menguji calon suami nya?" Nissa ikut menyuarakan pendapat nya.
Nissa memberanikan diri setelah mendapat pesan singkat dari Ben yang Nissa sendiri pun ragu untuk melakukan apa.
Maaf, bisakah kamu undur acara itu? Aku sedang melakukan sesuatu...
Pesan singkat dari Ben itu membuat Nissa merasa harus melakukan sesuatu agar rencana Ben berjalan lancar. Dan dengan keberanian sekecil jagung, Nissa menyuarakan pendapat nya.
"Saya mohon" Ucap Lyra sambil menundukkan wajah nya.
"Lyra, apa yang kamu..?"
Charles tersenyum dan mengangkat tangan nya sedikit agar Ayah Lyra berhenti. Charles mendekat ke arah Lyra dan tersenyum.
"Apakah yang akan kau uji kepadaku, calon istriku yang cantik ini?"
Wajah tampan Charles membuat para tamu wanita di taman seakan ingin pingsan. Visual yang seperti lukisan hidup itu membuat hati wanita pada goyah dan menikmati keindahan dari yang dimakan tampan itu.
"Kalau boleh tahu, Apa yang anda kuasai Mr. Green?" Tanya Lyra dengan berani.
"Aku cukup mahir dalam olahraga, dan perdebatan"
Jawaban dari Charles membuat Ayah nya dan Ayah Lyra merasa sangat puas. Nissa bisa melihat bahwa kehadiran Charles itu menyihir semua tamu wanita yang ada disana.
Nissa bisa mengakui ketampanan itu, meski tak setampan suami nya. Dan tubuh Charles tak sekekar suami nya, Nissa bisa merasakan bahwa jika Ben ada disini sekarang, wanita lain juga pasti akan melakukan hal yang sama terhadap apa yang mereka lakukan pada Charles. Tatapan penuh dahaga.
"Bagaimana jika kita mulai dengan dansa? Anda bisa menguji saya dengan dansa" Ujar Charles percaya diri.
Lyra ragu untuk mengambil uluran tangan Charles, tapi karena Lyra tak ingin membuat Charles malu, Lyra pun menerima ajakan dansa itu. Di taman yang penuh bunga, harum dari bunga mengelilingi dansa mereka. Iringan musik dari bunyi beberapa alat musik menghidupkan suasana di antara keduanya.
Ben please bawalah Edison secepatnya....
Nissa tak bisa berhenti berdoa di dalam hatinya. Menunggu kedatangan Ben membuat setiap detik yang ada menjadi begitu intens.
__ADS_1
"Lagu apa yang anda sukai?" Tanya Charles kepada Lyra.
"Entahlah, saya mungkin suka dengan musik Rock"
Lyra sengaja berbohong dan mencari - cari keburukan dirinya. Ia melakukan itu agar Charles tak semakin tertarik kepadanya.
"Saya suka musik klasik dan wanita yang cantik seperti anda" Charles mengungkapkan hatinya tanpa ragu - ragu.
Dukk...Lyra sengaja menendang kaki Charles.
"Maafkan saya!! Oho saya memang tidak pandai berdansa"
"Tidak masalah" Jawab Charles.
Bukkk....Kali ini Lyra sengaja menginjak kaki Charles dengan High heels miliknya. Nissa yang melihat itu dengan tatapan girang dan ingin melompat sangking senang nya dengan sikap Lyra.
"Waah aneh sekali, kenapa saya selalu menginjak kaki anda ketika berdansa? Biasanya saya tidak pernah menginjak kaki partner dansa saya"
Tentu saja, Karena Lyra terkenal pandai berdansa dan sekarang ia sengaja melakukan itu. Lyra bisa merasakan tangan Charles yang bergetar menahan rasa sakit di kaki nya.
Dansa pun berakhir dengan tepuk tangan meriah. Banyak yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan serasi bulan ini. Dan taman itu semakin indah dengan keberadaan keduanya.
"Saya ingin mengajak anda berduel" Ucap Lyra.
Ayah Lyra seperti ingin menyumpah dan memaki dengan tatapan mata nya. Nissa bisa merasakan tatapan kemarahan dari ayah Lyra meski dari jauh.
"Ya berduel dengan adil"
"Lalu duel apakah yang anda inginkan Miss Lyra? Saya rasa hal ini tidak mungkin"
"Anda takut?" Tantang Lyra.
"Tentu saja tidak"
"Kalau begitu ayo kita lakukan, karena saya cukup pandai dengan pisau belati, saya ingin berduel dengan pisau saya, hanya sampai lawan menyerah dan tidak melukai saja"
Acara semakin seru, namun Nissa semakin khawatir. Nissa takut mereka akan kehabisan waktu dan Lyra akhirnya bertunangan dengan pria bernama Charles itu.
Duel pun dilakukan, Charles dan Lyra sudah dalam posisi siap masing - masing. Dengan rompi dan pisau belati masing - masing kedua nya bersiap. Lyra lupa hari ini ia memakai gaun, Lyra tahu bahwa ini akan jadi penghalang nya meski sepatu sudah ia lepas.
Tang....Ting....tung....suara besi yang saling bergeser begitu membuat semua penonton merasa ngilu. Charles dapat mengimbangi Lyra dan membaca semua gerak - gerik Lyra.
Lyra merasa bahwa dirinya dipermalukan padahal ia punya gelar master pisau belati.
"Apa segini saja kemampuan Miss Lyra? Saya kecewa" Ucap Charles memanas - manasi Lyra.
__ADS_1
Gaun nya yang berat dan kembang membuatnya susah bergerak dan tidak leluasa menggerakkan tubuhnya.
"Saya hanya tidak nyaman dengan gaun ini, jangan salah paham bahwa saya masih belum menyerah"
Pisau kembali saling beradu dan menghasilkan bunyi ngilu yang akan membuat perut mules. Semua fokus memandangi pertarungan itu.
Srakkk....Pisau belati Lyra terlempar dari tangan nya setelah tepisan keras dari Charles. Charles mengakhiri semuanya dengan kemenangan telak. Lyra merasa bukan wanita yang berbakat dihadapan Charles.
"Saya menang, saya rasa sudah bisa kan saya dikatakan pantas untuk anda?" Charles mengulurkan tangan kepada Lyra, dan membantu Lyra berdiri.
Akhirnya acara pertunangan itu pun kembali di lanjutkan. Lyra menerima nya dengan pasrah karena kekalahan mutlak nya di hadapan Charles Green. Lelaki itu memandang Lyra dengan senyum cerah nya. Lyra ingin muntah dan merasa dadanya sesak.
"Baiklah, saat nya pertukaran cincin, Ayo nak kemari lah" Ucap Ayah Charles.
Charles mendekat ke arah Ayah nya. Namun aneh nya tubuh Lyra tak bisa menaiki tangga itu untuk mendekat ke arah Ayah Charles dan Ayahnya.
Padahal Lyra sudah pasrah akan dirinya, namun kaki nya tak mau bergerak dari posisi nya sama sekali. Lyra termenung.
"Lyra!!" Panggil Ayah nya yang membuat lamunan Lyra buyar.
Satu langkah begitu berat untuk Lyra lakukan, namun ia berhasil naik satu tangga. Saat ia akan menaiki tangga ke dua tiba tiba....
.
.
.
.
.
.
"Jangan kesana" Ucap seseorang.
Lyra menoleh ketika sebuah tangan menarik nya dan menggenggam tangan nya. Tangan yang kenal dengan sangat baik, tangan yang begitu ia rindukan sentuhan nya.
"Ed?"
"Jangan lakukan pertunangan ini, Aku kembali Lyra"
-bersambung-
__ADS_1
..."Wanita berhak memilih pendamping hidup nya, karena wanita butuh mendapatkan yang terbaik baginya"...