
Dibawah hujan yang semakin deras kedua orang itu semakin bersitegang dan tetap dengan pendirian nya. Ed berusaha untuk meminta dengan cara baik bahwa kedatangan nya dengan niat yang baik, seperti nya usaha Ed masih belum bisa mencapai hati Ayah Lyra.
"Ketulusan? Cinta? Kau kira semua itu bisa menghilangkan rasa malu dan sakit yang ia rasakan? Kalau memang kau cinta seharusnya kau tidak pernah berbuat begitu pada putriku!!"
"Tuan, Saat itu saya masih belum dewasa, saya membuat Lyra khawatir dan menghadapi sendiri rasa sakit itu, tapi sekarang tidak akan lagi.....saya berani menghadapi tuan seperti ini, karena saya ingin berubah"
Ed lah yang paling tahu, betapa besar nya hasrat yang ia punya pada Lyra. Hasrat itu membuat nya melakukan hubungan indah beracun dan sering melewati batas hingga Lyra hamil. Dirinya begitu bodoh, hubungan yang seperti itu sudah pasti suatu saat pastilah akan menghasilkan anak.
Dirinya takut mempunyai anak, takut untuk jadi dewasa, takut untuk menggenggam beban di pundak nya. Karena sikap nya itulah yang membuat Lyra tak bisa percaya kepada nya. Sekarang ia akan berubah dan memberanikan diri menghadapi segala hal sebagai orang dewasa.
"Kau tidak layak untuk anak ku Edison Canvendish, Ku mohon pergi dari rumah ini, sebelum Aku mulai semakin kasar padamu"
Ayah Lyra yang sangat keras itu mempunyai amarah yang setinggi gunung Everest. Susah untuk di daki maupun dihancurkan amarah nya.
"Tuan Besar!! Tuan Besar!!" Yuju datang sambil berlari memanggil Ayah Lyra.
"Yuju!! Bukankah sudah ku katakan untuk menjaga nona?!!" Warren berusaha menahan Yuju menemui Tuan nya.
Pikiran ini mungkin berlebihan, tapi Edison hanya menduga saja.
"Apa anda mengurung nya?" Suara Ed sangat pelan dan hampir seperti tidak terdengar sama sekali.
"Ada apa ini?!! Dimana Lyra? Kau membiarkan Lyra keluar dari kamar nya????"
"Anda mengurung nya?"
"APA ANDA MENGURUNG NYA?!!" Teriak Edison dengan keras.
Suasana menegang dan sunyi beberapa saat.
"Bagaimana bisa anda sebagai Ayah nya mengurung putri anda seperti itu?"
Ed sakit membayangkan bahwa Lyra harus dikurung di dalam kamar nya. Seperti seorang Rapunzel yang terus di kurung dalam menara nya, Ed tak menginginkan Lyra seperti itu.
__ADS_1
"Aku juga akan mematahkan kaki nya jika dia berani menemui mu! Cukup sekali saja dia di permalukan! Aku tidak akan merestui kalian, soal lamaran itu lupakan lah!!"
Kini Ed baru sadar, kenapa Lyra menunjukkan reaksi seperti itu. Lyra ingin Ed menjauh karena tahu Ayah nya tidak akan memberikan izin seperti ini. Lyra ingin menyelamatkan Edison dari ayah nya.
Lyr.....lagi - lagi aku di selamat kan oleh mu, sampai kapan kamu akan menjadikan ku prioritas mu? Aku ingin kamu menjadi prioritas ketimbang diriku.....
"Saya tidak bisa menerima nya! Saya akan lakukan apapun demi bersama Lyra"
Amarah Ayah Lyra semakin menjadi dan ia pun membuka gerbang itu dengan paksa lalu hendak memukul Edison dengan tongkat nya.
"Berhenti !!!!" Teriak seseorang.
"Jangan sakiti Ed Papa, Please.....jangan lukai Ed, dia baru saja sembuh dari luka nya, Aku akan merasa lebih sakit jika dia terluka" Teriak Lyra dari balkon kamar nya.
Lyra berhasil membobol jendela kamar nya dan hendak terjun dari balkon kamar nya. Saat melihat Ayah nya hendak memukul Ed, bibir nya bergerak sendiri dan berteriak untuk menghentikan hal itu.
Tubuh Lyra sudah condong ke arah balkon dan siap untuk meloncat dari atas. Ayah nya yang melihat itu seketika pucat pasi.
"Lyra!! Apa yang kau lakukan!! Turun dari sana sekarang juga!! Jangan berani - berani kau bergerak selangkah sedikit pun" Ucap Ayah nya sambil menahan panik.
"Apa yang kalian lakukan?!! Cepat selamat kan putriku itu!!" Teriak Ayah nya kepada para pelayan dan penjaga yang ada.
"Papa berjanjilah untuk tidak menyakiti Ed, Aku akan merasa sakit jika Ed terluka, jangan lukai Ed sedikit pun" Ucap Lyra serius.
"Baik!! Baiklah!! Tapi turun dari sana, cepat!!"
Ed terpaku dan terdiam melihat hal itu. Tubuh nya mendingin dan terlihat ketakutan melihat Lyra yang hampir melompat.
"Lyr, hentikan" Ucap Ed dengan pelan.
Tubuhnya bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Papa! Aku akan melakukan apa yang papa perintah kan padaku, karena itu papa juga harus menepati janji mu"
Ed pun segera berlari dan melewati Ayah Lyra begitu ada celah, Ed berlari sekencang mungkin menuju ke bawah balkon Lyra dan menatap Lyra dengan nafasnya yang hampir habis itu.
"Ed! Kenapa kau berlari begitu? Kaki mu baru saja sembuh, Jika luka mu terbuka lagi, bagaimana?!!"
"Jadi karena ini kamu menolak lamaran ku? Karena Ayah mu tidak setuju? Bukan karena tidak mencintai ku?"
Lyra terdiam dan mengabaikan pertanyaan Ed itu.
"Aku sampai curhat kepada Ben dan berfikir bahwa kamu tidak mencintai ku lagi, Rasanya sesak saat memikirkan itu"
"Ed kembali lah, kita tidak bisa bersama, Keluarga kita tidak akan menyetujui hubungan ini, Biarlah hubungan kita tetap jadi masa lalu saja"
"Lalu kenapa kau menyelamatkan ku? Pelukan itu? Ciuman itu? Ucapan Cinta itu? Semua nya bohong?"
Ed tahu bahwa itu bukan lah perasaan Lyra sesungguhnya. Semua yang terucap di mulut Lyra saat ini adalah kebohongan putih yang Lyra buat demi Ed.
"Aku hanya bernostalgia, Apa guna nya cinta kita jika kedua keluarga tidak setuju?"
"Lyr! Ini bukan zaman nya Romeo dan Juliet!! Siapa yang perduli jika keluarga tidak setuju?!!"
"Tapi memang benar, ini masih zaman Romeo dan Juliet dalam dunia modern, keluarga yang berperan dalam penyetujuan pernikahan"
Ed tak berfikir seperti itu, karena baginya jika Keluarga tak saling setuju, selama Lyra mau menerima dirinya. Tak ada masalah, selama Lyra mau berjuang bersama nya, ia akan berjuang meski terjatuh berkali - kali.
"Bukan!! Kita bukan Romeo dan Juliet, Aku hanyalah Edison Canvendish yang hanya mencintai Lyra wanita yang kucintai, Kita bukan Romeo dan Juliet"
"Ed, kau tidak mengerti...."
"Kalau begitu jelaskan....Aku akan berjuang meski harus jatuh dan terluka, kali ini aku Tidak akan lari lagi, Lyra....Kumohon menikah lah dengan ku"
Lamaran manis itu terlontar begitu keras dari suara Edison menembus hati Lyra dengan sangat dalam. Nafas nya tercekat karena Lyra tahu jawaban yang akan dia berikan kepada lelaki itu.
__ADS_1
-bersambung-