
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
Ben dan Nissa sampai di salah satu Mall, meski masih pagi....mall tersebut sudah ramai di penuhi pengunjung. Kebanyakan mereka yang datang berasal dari turis dan karyawan kantor yang ingin sarapan. Dan pasti nya para karyawan tersebut bekerja di salah satu kantor di dekat mall tersebut. Mall tersebut adalah salah satu mall yang Ben pun ada bisnis di dalam nya.
Ketika masuk di lantai pertama, tanpa sengaja Nissa melihat pakaian anak - anak di salah satu store di sana.
"Ben, baju itu seperti nya akan sangat cocok dengan Si kembar! Bisakah kita mampir di sana?" Tanya Nissa.
"Tentu saja, tapi bukan kah kita akan berbelanja bahan makanan?"
"Aku ingin belanja baju untuk anak - anak"
"Baiklah"
Ben pun mengikuti Nissa. Ben percaya bahwa selera Nissa adalah yang terbaik. Terbukti dengan pakaian anak - anak yang kebanyakan Nissa yang memilih nya, dan itu sangat luar biasa bagus nya. Ben kadang selalu membelikan yang mahal sedang kan Nissa selalu membeli kan pakaian yang cocok dengan anak - anak.
"Untuk Adel tidak di beli kan juga?" Tanya Ben.
"Iya! Untuk Adel, Kita bisa kirim kan baju nya ke asrama Adel"
Nissa pun di pandu oleh pegawai menuju ke pakaian anak yang size nya sesuai dengan umur Adel.
"Ini bagus?" Tanya Nissa.
"Bagus"
"Ini?"
"Bagus"
Nissa pun menunjukkan pakaian ke tiga dan kali ini jawaban Ben masih sama.
"Bagus"
"Kalau semua nya bagus berarti mata kamu aneh, tiap detail pakaian ini berbeda. Seperti Collin yang lebih memiliki kulit putih dan mata biru seperti mu lebih cocok dengan warna pakaian nomor dua, Adel nggak seputih itu pasti nya terlalu kontras pakaian baju nomor satu dan dua"
__ADS_1
Nissa menjelas kan dengan panjang lebar.
"Kalau begitu aku percaya dengan pilihan kamu"
Nissa hanya bisa pasrah dan melanjutkan belanja nya. Ben pun siap membayar dengan Black Card nya namun Nissa menghalangi nya.
"Aku juga mau memakai uang ku untuk anak - anak, kamu nanti aja gunakan uang mu"
Ben hanya bisa tersenyum pasrah dengan rasa keberatan istri nya. Akhirnya Ben pun menyimpan Black Card nya itu.
Setelah itu mereka pun naik ke lantai dua, di depan supermarket, ada sebuah store pakaian dewasa bergaya worm tone. Warna nya yang identik dengan Nude dan Warm itu, membuat mata Ben sangat tertarik.
"Kenapa belok ke sana? Kan kita mau ke supermarket?"
"Ayo ke sana sebentar"
Mereka akhirnya masuk ke toko tersebut. Ben pun memilih pakaian yang sesuai untuk Nissa.
"Apa mau di coba dulu pakaian itu?" Tanya pelayan tersebut dengan ramah, Apalagi mereka tahu dengan pasti bahwa Ben itu adalah orang yang sangat penting.
"Ya istri saya perlu mencoba nya" Ucap Ben dengan yakin.
"Tapi pakaian ku masih...."
Nissa pun akhirnya mencoba pakaian tersebut. Saat Nissa masih sibuk berganti pakaian, Ben sudah memilih kan lima pakaian lain untuk Nissa coba.
Nissa pun keluar setelah beberapa menit....
"Wah sangat cocok sekali untuk anda Nyonya"
"Sesuai perkiraan, cantik sekali sayang" Puji Ben tanpa malu - malu. " Kalau begitu, saya ambil"
Ben kemudian menyodorkan lima helai pakaian lain nya untuk Nissa coba.
"Ben....ini terlalu banyak....aku tidak mungkin bisa menggunakan nya, apalagi aku sudah jarang ke luar rumah"
"Kamu guna kan saja di rumah, biar aku yang melihat nya dengan puas di rumah, Ini hanya helaian kain, berapa banyak pun ku beli tak akan pernah mengganti kan cantik nya kamu, tapi paling tidak aku ingin jadi suami kaya yang memanjakan istri nya dengan membeli kan banyak baju"
Pelayan lain yang mendengar nya pun iri sekaligus malu. Nissa harus siap jika besok di majalah gosip akan tersebar bahwa orang terkaya di Prancis sangat mencintai Istri nya.
Nissa sudah mencoba enam helai pakaian sekaligus dengan sepatu dan sandal yang cocok dengan pakaian tersebut. Cukup susah untuk menghentikan Ben ketika berbelanja. Nissa harus memohon beberapa kali agar Ben mau berhenti memilih pakaian dengan boros.
__ADS_1
"Tuan, Nyonya kami punya stok terbaru Lingerie dan pakaian dewasa, ada yang berenda maupun berjaring, apakah mau sekalian saja di ambil? Banyak juga kok model nya." Tawar pelayan tersebut.
Nissa melihat wajah Ben yang bersemangat, Nissa hanya ingin menutup wajah nya karena malu sedang kan Ben sudah menggandeng tangan nya ke area tersebut.
Nissa pun berbisik pelan ke arah Ben...
"Untuk apa beli banyak - banyak? Nanti kalau melakukan nya toh pakaian itu akan di lepas, di rumah aku juga masih menyimpan beberapa yang..."
"Beda lah, di rumah itu terlalu tertutup sedangkan yang ini semua nya sangat bagus dan keren, banyak juga model nya, Meski pun nanti nya di lepas tapi sangat menyenangkan melihat kamu memakai nya" Ben tersenyum dengan nakal nya.
Nissa pun mencubit sedikit pinggang Ben.
"Kamu ini ya!!"
"Mau model yang mana tuan? transparan? Baju tidur atau Berenda? Atau model lain?"
"Saya pilih yang sexy dan paling menggoda untuk istri saya, lalu kalau bisa nggak perlu yang terlalu menutupi tubuh hanya perlu yang mengekspos lekuk nya saja, paham kan?"
Nissa merasa malu dengan penjelasan Ben yang sangat detail itu.
"Kalau warna?"
"Merah pasti sangat bagus kan?" Tanya Ben pada Nissa.
"Aku tidak tahu, terserah kamu aja!"
"Kalau begitu saya ambil semua warna dengan model yang berbeda dan tolong sekalian string dan swimsuit yang menggoda untuk ukuran istri saya"
"Baik Tuan"
Pelayan tersebut sibuk mengambil string dan swimsuit pesanan Ben.
"Kenapa banyak sekali sih?! Kapan coba bisa di gunakan semua?!" Protes Nissa.
"Tenang saja, sejam sekali bisa kita ganti, sehari akan ku buat kamu menggunakan semua baju itu"
"Benn kamu nggak manusiawi banget sih"
"Aku sudah manusiawi benget ya, Aku bahkan sudah lama nggak dapat jatah, kalau malam aku minta kamu bilang Collin begini lah, si kembar begitu lah kan jadi nya kamu ketiduran habis ngobrol, Nah aku! Cuma bisa melukin kamu semalaman tanpa bisa ngapa - ngapain"
"Yah tapi kan nggak seharian juga"
__ADS_1
"Aku sudah susun daftar nya kan? Maka nya bersiap aja!"
-bersambung-