
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
Nissa melihat ke sepanjang jalan, daerah yang dilewati oleh mereka adalah tempat yang belum pernah Nissa datangi sama sekali. Ben masih merahasiakan nya dari Nissa. Tapi Nissa bisa melihat sedikit senyum dari Ben, yang menandakan bahwa Ben sudah mulai membaik perasaan nya.
"Apa masih jauh?" Tanya Nissa.
"Sebentar lagi sampai"
Nissa selama ini selalu fokus pada apa yang ada di depan nya, apalagi saat ini ada anak - anak, tentu saja Nissa memfokuskan diri kepada anak - anak. Nissa tahu bahwa Ben kesepian namun Ben bisa mengerti jika itu demi anak - anak.
Namun kemarin, Nissa akui dia sedikit keterlaluan. Nissa terlalu fokus kepada teman nya yang sudah lama tak ia lihat, bahkan saat pulang pun Nissa mengabaikan Ben karena kelelahan. Nissa akui bahwa ia sangat tidak berperasaan bahkan tidak adil kepada Ben yang selama ini selalu sabar dan pengertian kepada dirinya.
"Aku punya hadiah untuk kamu" Ucap Nissa.
"Apa? Kenapa tiba - tiba? Aku sedang menyetir lho! Bahaya jika kamu membuat ku jadi senang tiba - tiba begini"
"Hadiah nya sudah ku letakkan di ruang pakaian, kamu bisa melihat nya ketika pulang ke rumah nanti"
"Hmm baik lah"
Mereka pun sampai di tempat tujuan, karena sudah malam, Nissa hanya bisa melihat tulisan di gerbang dengan sekilas saja.
"Ini University? Kampus?"
"Ya, ini kampus ku"
Nissa bisa melihat bahwa di dalam begitu ramai dan penuh dengan orang.
"Kenapa kampus kamu bisa ramai banget malam - malam begini?"
"Setiap malam di tanggal segini, kampus ku selalu mengadakan acara festival, ini pertama kali nya aku datang setelah aku tamat dari kampus ini"
Ben mengulurkan tangan nya dan membawa Nissa masuk ke dalam gedung kampus Ben. meski ramai orang, mereka begitu menikmati nya dengan bersama.
"Kenapa kamu tidak pernah ke festival ini setelah tamat?"
"Karena aku tidak punya pacar yang mau ku bawa"
"Kenapa tiba - tiba mau membawa ku kesini?"
__ADS_1
"Selama ini aku selalu mau membawa mu kesini, apalagi setelah kita menikah tapi kupikir karena kita sudah menikah rasanya aneh untuk kesini di tengah pasangan yang masih belum menikah, tapi hari ini tiba - tiba saja aku kepingin"
"Tiba - tiba ya"
"Aku seperti merasakan sedang berkencan dengan mu, karena itu ayo kita nikmati saja waktu ini"
Ben menggenggam tangan Nissa dan mengaitkan jari mereka. Ben menuntun Nissa dengan bangga. Disana mereka bertemu dengan banyak sekali teman - teman Ben semasa kuliah dulu. Bahkan ada Lyra dan Edison yang memang biasanya langganan tiap tahun ke festival itu. Bahkan saat mereka putus dulu, mereka masih datang berdua meski tidak ada status di antara mereka.
.
.
.
"Haahh seru sekali ya" Ucap Nissa saat masuk ke mobil.
mereka benar - benar menikmati festival dan sangat bahagia. Apalagi Ben selalu memperlakukan Nissa dengan baik tanpa pernah meninggalkan nya meski sedang bersama teman - teman nya. Nissa semakin sadar betapa egois diri nya.
"Ben....Aku memang orang yang selalu melakukan sesuatu jika hal itu ada di depan ku, tapi meski begitu, bukan berarti aku tidak perhatian kepada mu...Aku...."
"Aku tahu"
"Tidak! dengar dulu....Aku tahu mungkin Aku tidak akan pernah bisa seperti dirimu, tapi aku akan berusaha yang terbaik karena kamu orang yang kucintai, karena itu jika besok - besok aku melakukan kesalahan tolong tegur lah aku"
"Baik sayang, Aku mengerti" Ben segera memeluk Nissa. "Selama kamu menyesali perbuatan mu, itu sudah cukup bagiku"
"Aku mengerti"
"Sekarang, maukah kamu pergi bersama ku? Kali ini biarkan aku yang membawa mobil nya"
"Apa? Of course Not! Bahaya! ini malam"
"Nggak..."
Dengan berat, akhirnya Ben membiarkan Nissa membawa mobil. Meski Nissa membawa mobil dengan pelan, Ben tak bisa berhenti khawatir karena jujur saja Nissa bukan pengemudi yang baik. Akhirnya mereka sampai di sebuah Hotel bintang lima.
"Kenapa ke sini? Nggak pulang ke rumah?" Tanya Ben.
"Jika di rumah kita pasti akan dapat gangguan, Ayo kesini saja dulu, nanti baru pulang, Aku sudah pesan kamar" Nissa kemudian mendekatkan bibir nya ke telinga Ben dan berbisik "Yang pasti kamu pasti akan suka"
Mereka pun segera masuk dan Nissa mengurus proses check in dan mereka mendapatkan nomor kamar 1389. Cukup lama mereka sampai ke kamar, karena Elevator terus saja berhenti di setiap lantai. Saat sampai di kamar, Nissa merasa sangat puas.
Meski pemesanan nya lewat online, tapi Nissa sangat puas karena sesuai dengan yang ia bayang kan. Pemandangan langsung tepat di depan menara Eiffel begitu indah.
"Aku akan mandi dulu, kamu boleh bersiap" Ucap Nissa.
__ADS_1
Nissa mulai menghidupkan keran dan mengisi bathtub dengan air hangat. Kemudian Nissa menuangkan sabun cair dengan wangi yang selalu Ben sukai ke dalam bathtub. Nissa sengaja membawa sabun itu supaya bisa Nissa gunakan.
Dengan pelan Nissa berhasil menanggalkan pakaian nya dan berendam untuk membersihkan tubuh nya. Nissa ingin semua nya berjalan sempurna dengan dirinya yang sangat cantik dan wangi.
"Ehmm wangi nya enak" Ucap Ben yang tiba - tiba masuk.
"Ben aku belum selesai" Ucap Nissa sambil menutup tubuh nya.
Entah kenapa rasanya memalukan dilihat dalam keadaan mandi itulah yang Nissa rasakan. Ben yang masih berpakaian dengan lengkap, hanya melepas dasi dan ikat pinggang nya. Kemudian Ben mengeluarkan kemeja nya yang dimasukkan ke dalam celana lalu ikut masuk ke bathtub.
.
.
.
.
.
.
Nissa memunggungi Ben dan melirik ke arah Ben dengan wajah merah.
ini sangat memalukan, bahkan lebih memalukan dari pada di atas ranjang. Aku akan gila jika Ben terus begini.
Pakaian Ben melekat di tubuh nya, hingga membentuk otot - otot yang transparan dari kemeja putih itu. Nissa sering melihat tubuh Ben tapi entah kenapa itu begitu memalukan dan membuat Nissa berdebar.
"Biarkan aku selesai mandi dulu" Pinta Nissa.
"Kamu tahu kan aku bukan orang yang akan menuruti permintaan seperti itu?"
"Ta...ta ..tapi" Nissa mulai terbata - bata.
Ben melepas pakaian nya dan memamerkan tubuh bidang nya di hadapan Nissa. Kulit mulus nya berhasil membuat Nissa terpana. Dengan lancar, semua kancing berhasil terlepas dan Ben langsung melempar kan kemeja nya itu ke lantai kamar mandi.
"Sayang....." Ucap Ben dengan menggoda.
"........"
"Sayang, kemari lah"
-bersambung-
__ADS_1
..."Tidak ada rumah tangga yang selalu baik - baik saja, tapi rumah tangga akan baik - baik saja jika dijaga dengan baik"...