Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 148 (2) - MANIS NYA ISTRI KU


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote,...


...hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel...


...ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan...


...judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU" "AKHIRNYA ISTRI KU PERGI"...


...Tolong hargai penulis dengan menunjukan dukungan kalian....


.............


.......


.......


Kolam renang keluarga Silver sangat besar dan memiliki pancuran serta perosotan mewah ukuran mini untuk anak - anak. Pelayan yang mendengar bahwa tuan mereka akan berenang bersama pun segera mengganti air di kolam dan memastikan bahwa kebersihan dan kolam itu bisa digunakan dengan aman. Pelayan pribadi pun segera menyiapkan baju renang termasuk untuk si kembar dan Collin.


"Ben! Bantuiin dong....anak kamu ini susah banget di pakai kan baju nya" Nissa meminta tolong Ben yang baru saja selesai mengganti kan baju Collin.


"Mana?"


"Ini! Edmund susah banget, dari tadi mereka saling berguling - guling udah gitu makin ketawa aja mereka saat di tegur"


"Baiklah, kamu urus Edgar aku urus Edmund ya"


Pakaian renang dengan warna khas si kembar pun berhasil di pakai dengan cepat. Dengan ketangkasan dan kecepatan kilat Ben pun berhasil membuat Edmund terdiam dan tak sempat untuk berguling karena ingin menghindari pakaian renang nya.


Setelah selesai memakai baju renang, mereka pun segera menuju ke halaman belakang di mana kolam berenang mereka berada. Kolam renang itu memiliki dua buah kolam. Satu kolam yang sedalam tubuh orang dewasa dan satu kolam sedalam tubuh anak - anak. Kolam dengan kedalaman untuk anak - anak itu sudah terisi dengan air hangat. Mereka ingin menjadikan kolam renang itu sebagai tempat pemandian seperti Onsen.


"Lihat sayang! Kolam nya beruap! Kalian pasti tidak akan kedinginan jika berenang" Ucap Nissa kepada anak - anak nya.


Di atas kolam juga sudah tersedia bebek karet yang berukuran besar di mana Collin dan si kembar bisa berbaring di atas nya sambil menikmati uap dari kolam.


"Baiklah bagaimana jika kita masuk?" Tanya Ben.


"Papa ait" (Papa Wait) Ucap Collin.

__ADS_1


"Why My Boy?"


Collin pun segera bergerak dan memutar tubuh nya. Bahkan dengan gerakan yang cukup menggemaskan itu membuat Nissa ingin meleleh karena sangking manis nya. Nissa bisa melihat Ben versi mini yang sedang melakukan pemanasan dengan tubuh kecil nya.


"Kita harus panas dulu" Ucap Collin.


"Benar! Ayo kita pemanasan dulu! Mama dan Papa juga akan mengikuti Collin, Collin yang memimpin ya!"


Mendengar ucapan mama nya itu rasa bangga dari Collin pun tumbuh. Dengan bangga Collin memimpin di depan dengan semangat membara.


"Wan, Tu,Ti, Fo, Fi,Sik,Sepen,Eit, Nan, Ten" (One, Two, Three, Four, Five,Size, Seven, Eight, Nine, Ten)


Meski bahasa Inggris Collin masih terdengar lucu selayaknya anak kecil namun Collin cukup pandai berhitung dengan bahasa Inggris. Si kembar yang duduk di atas bebek karet pun mengguling dari bebek nya dan jatuh langsung ke dalam kolam.


Dengan sigap Ben segera menyebur ke kolam dan menyelamatkan si kembar. Si kembar pun menangis karena kaget. Ben pun menepuk - nepuk punggung si kembar dan membaring kan nya terbalik agar air bisa keluar daei tubuh mereka.


"Maka nya jangan natal!!!" Ucap Collin memarahi adik - adik nya.


"Waaah kamu memarahi adik mu Collin? Bukan kah kamu harus sayang dengan adik?" Nissa memeluk Collin yang menggemaskan.


"Mama! Adik - adik natal!! Jadi nya atuh kan ke kolam!" (Mama adik - adik nakal! Jadi jatuh kan ke kolam!")


"Edmund dan Edgar memang begitu karena masih kecil, bukan kah Collin sebagai Abang harus bisa menyelamatkan adik - adik? Jadi nanti nya jika Edmund dan Edgar jatuh lagi kamu juga bisa menolong mereka"


"Baik lah"


"Itu baru anak mama" Sebuah ciuman yang sangat layak untuk anak yang baik.


"Ben Apakah Edmund dan Edgar baik - baik saja?" Tanya Nissa.


"Mereka baik - baik saja, kamu tidak terlalu khawatir karena aku langsung menangkap mereka kan? Tenang saja...mereka menangis hanya karena kaget saja, tapi otomatis tubuh mereka langsung bergerak di atas air jadi nya tidak ada banyak air yang masuk ke tubuh mereka"


"Syukurlah"


Meski sudah terjatuh dari bebek karet itu, si kembar tak menunjukkan rasa takut sama sekali. Mereka lagi - lagi ingin menaiki bebek karet itu. Nissa pun yang tidak terlalu pandai berenang itu hanya menjaga si kembar dan Ben yang mengajarkan Collin berenang hingga pandai. Cukup lama Ben mengajarkan Collin namun Collin adalah pelajar yang handal dan cepat mengikuti pembelajaran meski dengan tubuh kecil nya.


"Papa!! Edmund mau berguling lagi dari bebek karet nya" Ucap Nissa kepada Edmund.

__ADS_1


Cara itu ia lakukan untuk membuat Edmund takut, karena cara biasa dengan dibilang baik - baik tidak cukup ada efek nya untuk si kembar. Dan Nissa bisa melihat ada bibit - bibit luar biasa dari si kembar terutama dalam segala hal keinginan tahu mereka. Nissa bisa melihat kedepannya ia akan sangat cerewet terhadap si kembar Edmund dan Edgar.


"Lihat!! Papa mulai marah sama kalian!! Takut!! Mama aja takut kalau papa marah, kalian juga takut kan?"


"Uaaghhh uaaghhh" Ucap si kembar yang ingin berguling dari bebek karet.


"Ku rasa mereka bosan" Ucap Ben yang baru selesai menjaga Collin.


"Kalau begitu bagaimana jika Collin istirahat dan main sama mama? Papa mau membawa adik kamu berenang"


"Oke papa" Jawab Collin.


"Kamu bisa membawa mereka? nggak mudah lho" Nissa memperingat kan anak - anak nya yang luar biasa aktif itu.


Ben segera menunjuk ke tumpukan pelampung anak di tepi kolam.


"Aku akan pakaian mereka itu, biar sambil menggerakkan kaki dan tangan mereka dalam berenang"


"Baiklah, kalau begitu aku akan bersama Collin di tepi kolam sambil minum - minuman hangat"


Nissa dan Collin memperhatikan kesabaran dan ketekunan Ben dalam menjaga si kembar. Meski si kembar itu anak nya sendiri jika tidak ada pelayan dan Ben mungkin Nissa akan sangat tidak tertolong. Anak - anak nya itu begitu aktif tidak seperti Collin dulu. Si kembar tidak terlalu banyak berbicara dan mengeluarkan suara namun mereka selalu saja bergerak dan mau tahu banyak hal. Di rumah mereka saja sudah banyak sekali vas bunga yang pecah karena ujung daun yang mereka tarik tiba - tiba.


Nissa hanya takut pecahan vas itu mengenai Edmund dan Edgar. Tapi jika ada kesempatan bahkan saat dalam gendongan pun, Edmund dan Edgar akan meraih apa saja yang mereka lihat. Tapi aneh nya Edmund dan Edgar bisa dengan tenang jika bersama Ben. Bahkan saat ini mereka berenang dengan sangat semangat. Nissa rasa Ben banyak tahu trik dalam merawat si kembar agar bisa membuat mereka menurut.


"Ayo Edmund tidak masalah! Kamu gerakkan lagi kaki mu lebih keras"


Edmund pun Menggerakkan kaki nya dengan kuat dan terdengar lah bunyi kepakan air yang besar dari kaki kecil itu. Mata Edmund yang fokus dan terlihat bertekad itu sangat lah lucu dan membuat Nissa tak ingin melewatkan momen itu langsung merekam nya dengan handphone milik nya.


"Kamu tidak perlu takut Edgar, Papa tahan kamu, sama seperti Edmund papa tahan kamu juga jadi ayo bergerak lebih keras lagi"


Berbeda dari Edmund Edgar terlihat begitu takut padahal Ben memegangi kedua nya itu dengan cukup kuat dan rasa aman. Tangan kanan nya Ben menahan Edmund dan tangan kiri nya menahan Edgar. Namun perbedaan cipratan air itu membuktikan siapa yang sangat bersemangat akan hal itu.


"Ben Ayo tersenyum lah sedikit, Aku sedang merekam kalian"


"Baiklah untuk video mama ayo kita tersenyum anak - anak"


"Collin juga"

__ADS_1


Collin pun mengambil pelampung nya dan masuk ke dalam kolam dengan melompat menuju papa dan adik - adik nya.


-bersambung-


__ADS_2