
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote,...
...hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel...
...ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan...
...judul...
..."PERTEMUAN"...
..."TAKDIR"...
..."CINTA KU MAFIA KU"...
..."AKHIRNYA ISTRI KU PERGI"...
..."TANGISAN RANIA"...
...Tolong hargai penulis dengan menunjukan dukungan kalian....
.............
.......
.......
Nissa selalu berada di bawah Ben, namun ketika Ben berada di bawah nya dan ia berada di atas, nissa merasakan bahwa ia yang mengontrol semua gerakan. Tanpa ia sadari tubuh nya bergerak dengan sendiri nya tanpa bantuan dari Ben.
"Kamu sangat berani" Ben berusaha untuk menggoda nissa namun nissa tak memperdulikan godaan itu.
Kedua tangan Ben terus menyentuh dan meremas buah dada yang terasa menggairahkan itu. Tangan nissa berpegang kokoh pada dada bidang suami nya dan Nissa masih terus bergoyang dan membiarkan dirinya mengambil alih semua gerakan.
Ben pun yang merasa nikmat berada di bawah mulai ingin mengambil alih dan ikut bergerak mengikuti irama nissa. Dan terasa lah dentuman keras dan nikmat nya dunia.
"Ben.... pelan.. pelan" Nafas nissa tersengal - sengal.
"Ini baru permulaan nya kita belum ke hidangan utama"
Belum cukup puas, ben pun mengangkat tubuh nissa dan berjalan dalam keadaan tubuh mereka masih menempel dengan erat. Nissa bergairah dan mengerang dengan kuat. Dalam keadaan berjalan, nissa bisa merasakan ben lebih dalam dari yang biasa nya. Hilang titik kesadaran nissa, namun disitu lah yang dirasakan nya hanya Ben dan Ben.
"Ini gila Ben... please pelan - pelan"
Ben hanya merasakan apa yang ia rasakan dan ia tahu bahwa istri nya merasakan lebih dari pada puas. Ben terus bergerak dan disana lah standing mirror yang begitu kokoh dan kuat berada di depan mereka.
Ben bisa melihat ekspresi nissa yang ada dalam dekapan nya melalui cermin. Dengan cepat ben memutar tubuh nissa dan membuat nya melihat bayangan mereka yang terpantul di depan cermin.
__ADS_1
"Seperti ini lah ekspresi mu, ekspresi yang membuat ku merasa luar biasa"
Ben menyuruh nissa melihat wajah nya sendiri di cermin itu. Namun nissa menutup wajah nya lantaran ia merasakan malu dan wajah nya mulai terasa panas akan rasa malu.
"Ben.... hentikan!! "
"Nissa lihat lah wajah mu sendiri, Seperti ini lah ekspresi mu saat bersama ku"
"Kamu tahu aku sangat malu kan, please... "
"Kalau begitu kamu tahu kan solusi nya? "
Ben mengirimkan umpan untuk nissa agar wanita itu paham apa yang ia inginkan. Dalam satu gerakan Nissa berbalik dan merapat kan diri nya kepada Ben lalu mencium suami nya itu dengan lembut namun cukup lama.
"Aku Mencintaimu Ben, Suami ku Aku selalu mencintai mu tanpa pernah berubah sedikitpun"
Ben merasa puas dan tersenyum dengan bangga. Ben menginginkan ucapan itu sejak ia mulai masuk ke dalam ruangan itu.
"Ku rasa tidak masalah jika kita menambah anak lagi, Apa kamu keberatan? " Tanya Ben.
"Jika kamu tidak keberatan, maka aku juga begitu sayang ku"
Dalam ritme yang sama dan harmoni yang mereka ciptakan keduanya bersama menyatukan diri dengan cinta yang mereka miliki.
.
.
.
Ed melihat kembali handphone nya dan berusaha menghubungi Nomor Lyra, namun telfon itu tak pernah bisa masuk dan selalu dalam keadaan tak aktif. Sudah lewat dari tiga jam, sejak Ed melihat Lyra masuk ke mobil pria lain. Dalam waktu tiga jam itu, sudah cukup untuk mereka pulang ke rumah Lyra.
"Kenapa nomor nya tidak aktif begini?."
Ed sejak tadi sudah berada di depan rumah Lyra dalam keadaan kesal, ia bahkan sudah bertanya kepada pelayan di rumah Lyra namun Lyra masih belum sampai ke rumah sejak Ed datang.
"Kalian tidak berbohong padaku kan?!! " Tanya Ed sekali lagi kepada para penjaga rumah.
"Tidak Tuan Ed, Nona Lyra masih belum pulang"
Setelah telfon yang ke tiga puluh kali barulah Ed melihat sebuah cahaya mobil yang menyinari nya dengan kuat bersama mobil yang tadi ia lihat. Mobil yang membawa kekasih nya itu pergi.
"Lyra dari mana saja kau?!!! " Teriak Ed.
Lyra terlihat tak ingin berbicara sama sekali dengan Ed.
__ADS_1
"Good Night Johnny, Thanks for All"
"Anytime" Jawab pria itu dengan lembut.
Dengan pelan Johnny memeluk Lyra, untuk mengucapkan perpisahan sebelum ia pulang.
"Istirahat lah, kau butuh banyak istirahat"
Ucapan Johnny itu hanya di balas dengan anggukan dan senyuman dari Lyra.
"Aku akan masuk setelah melihat mu pergi" ujar Lyra.
Akhirnya Johnny pun pergi dengan mobil milik nya. Lyra berjalan masuk sambil Menjinjing sepatu high heels nya. Ed pun melihat bahwa Lyra sudah memakai sandal flat yang ia tahu bahwa Lyra tak membawa benda itu sama sekali. Ed pun menarik tangan Lyra dengan pelan.
"Aku berhak tahu dari mana saja kau sejak tadi? "
"Apa kau perduli dengan apa yang ku lakukan? Ku kira kau akan dinner dengan Marley si wanita kurang ajar itu" Lyra menjawab tanpa ekspresi sedikit pun.
"Aku tahu kau kecewa dan marah padaku, tapi mari kita bicara"
Lyra pun menghela nafas dan memandang Ed dengan geram.
"Please bisakah kau berikan aku waktu? ini sudah malam dan aku ingin istirahat, Aku akan menghubungi mu nanti"
"Lalu, nanti itu kapan? Kapan kau akan menghubungi ku? "
"Mungkin saat aku tidak lagi lelah"
"Kau melakukan ini karena pria itu bukan? "
Lyra menatap wajah Ed dengan tatapan tidak percaya. Ia tahu bahwa Ed memang tidak mengerti perasaan nya tapi Lyra tak menyangka Ed juga tidak percaya kepada nya.
"Kau sungguh berfikir seperti itu? " Tanya Lyra kembali.
"Oh Lyra... Aku dan Marley tidak pernah ada hubungan apapun, kami teman saja terlebih orang tua kami dulu nya sangat dekat, tapi aku tak pernah berhubungan dengan nya sama sekali sejak lulus"
"Begitu juga hubungan ku dengan Johnny, kami teman.... dan Ed aku tahu kau mengetahui nya bahwa bukan itu yang ku ingin kan dari mu! "
"Lalu apa yang kau ingin kan Lyra?"
"Aku ingin kau lebih perduli padaku, pada perasaan Ben yang merupakan sahabat kita. Kita melalui banyak hal untuk bisa kembali bersama, Kita juga telah melakukan banyak hal bodoh yang telah menyakiti Ben, tidak kah menurut mu kita perlu lebih fokus pada hidup kita? "
Ed terdiam dan sedikit bingung mengalir pada raut wajahnya.
"Ya!! Kau dan Aku!! Kita!! Jangan urus hal lain tapi urus saja hubungan kita! Aku masih menunggu!! Sebuah lamaran resmi dan pernikahan!! Demi izin pernikahan kita Ben telah membantu kita dengan segala yang ia punya.... Please Ed meski perjanjian itu sudah ada, tapi aku menginginkan sebuah lamaran dan pernikahan dari mu"
__ADS_1
-bersambung-