
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan lainnya ke karya author yang berjudul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan" Ya. Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
Semua pelayan Ben segera bergerak membawa barang - barang Nissa ke mobil, Ben menitipkan Collin kepada Bentley. Dengan segera Ben langsung pergi menuju ke mobil dengan membiarkan kamera meeting nya masih menyala. Semua anak buahnya dapat melihat pemandangan heboh di keluarga itu.
Nissa merasakan sakit yang luar biasa dari perut nya, air ketuban nya sudah mulai keluar membasahi baju nya. Ben terus menggenggam tangan Nissa dan berada di samping nya.
"Sabar ya sayang, kita akan sampai sebentar lagi"
"Ben, sungguh sakit....sekali"
"Iya, tahan sebentar ya, aku yakin kamu bisa"
Ben menyuruh supir nya untuk menambah kecepatan.
Nissa baru merasakan sakit yang luar biasa di kehamilan nya ini, saat melahirkan Adel dan Collin, ia tak pernah merasakan sesakit ini. Tubuhnya serasa akan hancur dan tak mampu menahan sakit itu lebih lama lagi. Kontraksi yang terjadi cukup kuat, Nissa ingin segera sampai dan melahirkan dengan segera.
"Ben cepat lah!! Aku.....hiyaaahhh" Nissa menggenggam erat tangan Ben, hingga tangan nya memerah.
"Aku tahu!! Aku tahu, sungguh sedikit lagi, kamu harus kuat Nissa"
Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit. Tim medis di rumah sakit Ben segera menyambut nyonya mereka dan segera membawa Nissa ke ruang bersalin.
Belum selesai penderitaan yang Nissa rasakan, pada saat itu...dokter kandungan semuanya sedang bertugas, karena banyak pasien yang melahirkan di hari yang sama. Dokter kandungan, seperti yang diketahui, tak sebanyak dokter pada bagian lainnya. Entah kenapa pada hari itu, Ben ingin sekali memecat semua dokter kandungan itu, tapi ia ingat lagi ini bukan hal yang bisa ia tangani.
"Tuan, jika anda berkenan ada suster perawat yang bisa membantu nyonya melahirkan, meskipun mereka masih baru, tapi cukup bisa di andalkan, saya sebagai kepala perawat akan turun tangan langsung membantu persalinan ini" Ucap sang suster kepala.
"Kau bercanda?! Anak ku akan lahir, berani sekali kau memberikan ku suster perawat yang baru lulus untuk membantu persalinan istriku!! Kalau terjadi apa - apa, kau bisa tanggung jawab?!!" Ben merasa ini sangat merendahkan dirinya, padahal ia pemilik rumah sakit ini, tapi kenapa untuk mendapatkan satu dokter kandungan pun sesulit itu.
"Be...nnn....tidak apa! Yang penting segera!!" Nissa merasa bahwa segera itu adalah yang terpenting, tubuhnya seakan remuk, menahan sakit ini.
__ADS_1
"Tidak bisa begitu!! Ini masalah kepastian dan keamanan!! Mereka baru lulus!! Aku tidak bisa sembarang percaya!!"
"Tapi....Aku sudah tidak tahan, Aghhhhh!!!"
Akhirnya dengan banyak pertimbangan yang berat, Ben pun mau tak mau menyetujui nya, karena melihat Nissa yang sudah tak tahan dan terlihat sangat tersiksa ia pun ingin mengurangi beban sakit yang dirasakan Nissa.
Ben bersiap memakai perlengkapan untuk masuk ke ruang bersalin. Ben pun sempat berbisik kepada para suster dan perawat itu....
"Jika terjadi apa - apa pada istri dan anak ku, Aku akan membunuh mu" Semuanya ketakutan, inilah alasannya mengapa Ben begitu ditakuti oleh banyak orang, ia sangat kejam ketika hal itu diperlukan.
.
.
.
Ben memperhatikan pekerjaan para suster dan perawat dengan ketat. Ben tak ingin terjadi kesalahan saat ia lengah.
"Ben, jangan lepaskan tangan mu"
"Iya, aku ada disini Nissa, aku bersama mu, berjuang lah Sweetheart"
"Ayo nyonya sedikit lagi....lebih kuat lagi nyonya"
"Tidak bisa! Hahhhh.....rasanya sakit sekali" Nissa merasakan seakan tubuh bagian bawahnya dirobek secara perlahan, ia sudah tak mampu lagi.
"Sayang, ayo!! Kuat lah!! Aku bersama mu!! Aku akan memberikan kekuatan ku padamu, karena itu bertahan lah"
Nissa mengumpulkan tenaga nya namun ia terlalu lelah dan lemah untuk bertahan sehingga ia kehilangan cara untuk bernafas. Tubuhnya mulai melemas dan hampir tak bisa bernafas dengan baik. Nissa mulai sesak nafas dan kehilangan cara untuk menghirup oksigen.
"Nyonya!! Tahan lah!! Bisa berbahaya jika anda tidak bernafas!!"
Nissa tak bisa bernafas, sekeliling nya mulai memekat, oksigen nya mulai tak bisa dihirupnya dengan baik.
"Ini bahaya!! Cepat pasang kan alat bantu pernafasan!" Ucap kepala perawat kepada suster yang baru lulus itu.
Karena tekanan besar dari Ben, suster baru itu semakin tegang. Ia berapa kali melakukan kesalahan terutama saat hendak memasangkan alat bantu pernafasan itu. Ben yang tak sabar ketika melihat istri nya sudah hampir kehilangan kesadaran nya langsung memasang wajah murka kepada suster itu.
__ADS_1
"Menyingkir lah jika kau hanya bisa membahayakan nyawa orang lain !!" Ucap Ben dengan tegas.
"Tuan, alat bantu nya...." kepala perawat merasa semakin khawatir.
Di satu sisi ia harus membantu nyonya nya untuk melahirkan, tapi ia juga tak bisa bergerak lagi untuk membantu memasang kan alat bantu pernafasan karena harus stay di tempat nya.
"Aku akan memberikan nafas buatan pada istri ku, kau fokus saja pada kerjaan mu!!" Ucap Ben.
Ben pernah belajar ilmu medis dan dasar - dasar penyelamatan darurat saat ia berada dalam militer dulu. Jadi Ben tahu bagaimana memberikan bantuan pernafasan pada orang lain.
"Nissa, Istriku, ku mohon bertahan lah, dan rasakan nafasku untuk mu bernafas"
Ben mengambil nafas dalam - dalam lalu memberikan ruang di mulut Nissa untuk memasukkan nafas buatan nya kepada Nissa. Ben menghirup kan nafas ke Nissa dan membuat Nissa merasakan oksigen buatan yang Ben berikan.
"Hmmmmm" Erang Nissa.
"Bertahan lah dengan nafas ku"
Ben sekali lagi memberikan nafas nya kepada Nissa dengan sangat dalam. Nissa menerima itu dengan terengah - engah. Berkat Ben, Nissa bisa bernafas dan berjuang untuk melahirkan anak mereka.
"Sedikit lagi nyonya, kepala nya sudah terlihat, ayo nyonya lebih kuat lagi" Ucap suster kepala kepada Nissa.
Ben dengan sabar terus menyediakan nafas nya untuk Nissa dan terus menggenggam erat tangan Nissa. Nissa bisa bertahan seolah ia mendapat kekuatan dari Ben.
"Kamu harus bertahan, Aku, Collin dan Adel masih sangat membutuhkan mu, kami tak ingin kamu kenapa - napa" Ucap Ben.
"Ben tolong berikan aku kekuatan lagi"
"Tentu saja, Istriku, aku akan membantu mu"
Ben mengumpulkan nafas nya lebih dalam dan membantu Nissa bernafas lebih dalam. Tangan Nissa memegang tangan Ben dengan sangat kuat lebih dari yang sebelum - sebelum nya dan....
"Oweeeeee oweeeee!!"
-bersambung-
__ADS_1
..."Ketika kita bersama, kau dan aku bisa menjadi oksigen satu sama lainnya"...