
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
"Iya itu suami ku yang dulu, nama nya Andhika Wijaya, sekarang suami ku Benedict Silver" Jawab Nissa dengan bangga.
"Apa kau sudah dua kali menikah dong? Luar biasa!! Hebat banget Nissa!!"
"Yah gimana lagi, mana ada yang tahan godaan dari wajah begini" Ucap Nissa sambil menunjuk ke arah Ben.
Semuanya tertawa dengan ucapan yang Nissa berikan.
"Iya, kalau wajah kayak suami mu sih, nikah sepuluh kali mah gue rela" Jawab yang lain nya.
"s'il te plaît "
Seorang koki menghampiri meja besar yang akan jadi tempat makan malam Nissa dan Ben bersama teman - teman kuliah Nissa. Karena melihat Nissa yang jarang sekali bertemu teman - teman nya, Ben memesan kan meja baru yang besar sehingga muat untuk semua nya.
"Terimakasih" Ucap Ben dengan bahasa Prancis nya.
"Waah bukan cuma ganteng tapi suami mu juga pintar bahasa Prancis ya nis"
"Ya iya lah, suami ku memang orang Prancis"
Semuanya semakin takjub dengan banyak nya kelebihan Ben.
Ben kemudian mengangkat gelas nya dan sedikit mengetuk nya dengan sebuah sendok agar menghasilkan bunyi yang indah. Itulah kewajiban yang dilakukan seorang gentleman disana ketika ingin mengumumkan sesuatu. Ben kemudian berdiri sambil memegang gelas nya.
"Karena sudah lama istri ku tidak bertemu teman - teman nya, Silahkan nikmati waktu kalian, Aku sudah memesankan banyak hidangan kesukaan istriku dan juga untuk kalian semua, kemudian nanti akan ada pertunjukan musik klasik yang akan menemani makan malam kali ini"
"Terimakasih,"
"Suami Nissa makasih ya"
Semuanya bertepuk tangan dengan meriah. Nissa kemudian berbisik dengan Ben.
"Bukankah ini terlalu berlebihan?"
__ADS_1
"Tidak aku senang membahagiakan kamu, dan aku tahu kamu sengaja memamerkan diriku seperti tadi"
"Kamu tahu?"
"Tentu saja, karena aku menyukai nya kamu bisa melanjutkan nya"
Semua orang bisa melihat betapa cocok nya kedua orang itu, bahkan ketika mereka saling berbisik saja pemandangan itu seperti layaknya lukisan yang indah untuk dilihat.
"Apa kamu sudah punya anak nis?" Tanya salah satu teman Nissa.
"Sudah, Anak ku sekarang sudah empat"
"Empat? empat orang? Nggak banyak tuh?"
"Aku malah kepingin nambah lagi" Jawab Nissa.
"Yah, emang nya kamu nggak risih banyak anak?"
"Risih? kenapa?"
"Kan kalau periksa atau berobat tuh, Aku aja bulan kemarin bawa anak ku periksa ke Puskesmas pas bilang itu anak ke tiga udah dibilang banyak, dinasehati lah dibilang bagus nya dua lah, risih kan?"
Semua orang pun tertawa keras, Ben bisa melihat bahwa Nissa menikmati pembicaraan itu.
"Waah lelaki yang punya kekuasaan memang beda"
"Anak mu cowok atau cewek?"
"Satu cewek, tiga cowok, yang terakhir ini kembar cowok"
"Beruntung banget sih, udh dpt cewek, dapat cowok, bisa dapat kembar juga"
Nissa hanya bisa tertawa saja dengan respon teman - teman nya itu.
"Itu semua anak kamu dari suami yang sekarang?"
"Hei nggak sopan nanya gitu!!" Ucap yang lain nya.
Nissa tahu, mungkin masih banyak yang penasaran dengan masa lalu Nissa, sehingga mereka berusaha mencari - cari info dengan cara seperti ini, tapi Nissa tak mungkin untuk menghindari pertanyaan seperti ini selama nya sehingga Nissa dengan berani mengatakan....
"Anak ku yang pertama, adalah anak ku dari mantan suami, ketiga anak ku yang cowok dari suami ku yang sekarang"
__ADS_1
Rahang Ben mulai mengeras namun Ben harus sabar demi harga diri Nissa, Ben tahu bahwa Nissa juga berusaha sabar dengan situasi ini.
"Kenapa kamu bisa bercerai?" Tanya teman nya.
Lagi - lagi pertanyaan yang tak ingin Nissa dengar, Ben hampir saja berdiri saat mendengar pertanyaan itu namun Nissa segera menggenggam tangan Ben.
"Yah karena dia mendua kan ku, dia nggak bisa lepas dari mantan nya, dari pada aku harus terluka lebih baik aku pergi kan? Lagian aku nggak nyesal kok, malah aku bersyukur bisa lepas dari mantan suami ku, aku bisa bertemu suami ku yang sekarang tampan dan kaya"
"Iya bener suami yang nggak bisa lepas dari mantan harus nya nggak usah di pertahankan"
"Kalian liat aja, suami ku yang sekarang seratus kali lebih tampan kan? yang pasti nya lebih kaya hahaha"
Nissa sengaja menjadikan nya candaan, ia tak ingin menunjukkan luka nya, ia tak ingin menunjukkan trauma nya, tapi hanya Ben yang tahu semua itu, hanya Ben yang tahu bahwa Nissa memaksa kan dirinya sendiri. Ben terus menggenggam tangan Nissa dengan erat dari balik meja.
"Jadi sekarang kau pasti sangat bahagia ya nis?"
"Aku sangat bahagia, suami ku bisa menerima ku apa adanya dan pasti nya dia selalu memanjakan ku, aku tidak butuh hal lain nya"
"Aku salut suami mu mau menerima anak mu dari mantan suami mu, Tuan....anda sangat cinta sekali ya sama Nissa"
"Ya, aku sangat mencintai Nissa" Ucap Ben sambil menatap mata Nissa.
"Gila !! Kayak yang ada di drama - drama jadi baperrr"
Malam itu Nissa banyak cerita dan memperlihatkan banyak kebahagiaan nya, yang pasti Nissa juga banyak membanggakan Ben dan kebaikan Ben yang banyak orang tak tahu. Ada beberapa yang iri dan juga ada beberapa yang tulus mengatakan ikut senang atas kebahagiaan Nissa.
"Nissa itu sejak dulu cewek yang baik dan ceria, syukurlah sampai sekarang dia masih bisa ceria dan tersenyum seperti sekarang meski sudah jadi ibu - ibu" Goda teman - teman Nissa.
"Aku sempat kehilangan diriku dulu, yah pas masa - masa pernikahan pertama ku dulu, tapi sekarang semua nya sudah berlalu, Aku bersyukur bisa menemukan kembali diriku"
"Maaf....mungkin saya kurang sopan disini" Ucap Ben tiba - tiba.
"Tapi saya harap kalian tidak lagi membicarakan masa lalu Nissa dengan mantan suami nya, saya keberatan dan mungkin akan sangat cemburu, saya harap kalian lebih perhatian kepada istri saya"
"Oh maaf....kamu tidak peka, baiklah....kami akan menghentikan nya" Ucap yang lain.
"Iya, maaf....kami hanya penasaran saja tidak ada maksud lain, maaf kan kami Nissa"
"Sebagai permintaan maaf atas ketidak sopanan saya bisakah saya memberikan kalian hadiah?" Tanya Ben.
-bersambung-
__ADS_1
..."Sulit untuk lepas dari masa lalu, karena masa lalu selalu melekat pada diri kita, dan meninggalkan bekas"...