
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
Ben tersenyum nakal.....
Nissa tak mampu lepas dari pesona nya yang memikat. Bahkan untuk ia abaikan pun terlalu berat. Nissa sangat berdebar dan terus berpura - pura tak melihat senyuman itu.
Ben kemudian menulis kembali semua rencana yang ingin ia lakukan. Semua rencana itu membuat nya bahagia. Nissa bisa melihat betapa Ben sangat menikmati semua itu. Tangan nya yang terampil itu tetap saja menulis dengan bahagia.
"Apa belum selesai? Kamu sudah dua kertas lho? Aku yang satu kertas aja baru selesai, emang sebanyak apa sih keinginan kamu?"
"Sedikit lagi" Jawab Ben yang masih asyik dengan tulisan nya.
"Hmmmm"
Nissa pun menunggu suami nya itu selesai merencanakan rencana milik nya. Rencana yang akan mereka lakukan bersama. Nissa sangat menantikan nya. Rencana milik Nissa hanya rencana sederhana yang belum pernah mereka lakukan. Seperti belanja di Mall berdua, bermain di pantai berdua, mendaki gunung berdua, melukis berdua, dan masih banyak hal lain nya yang ingin Nissa lakukan.
"Aku sudah selesai, ternyata seru juga menulis hal seperti ini"
Mereka pun saling bertukar kertas milik mereka dan dengan berat Nissa mengambil milik Ben yang ada dua lembar itu.
"Apa?!" Nissa terkejut.
Mata Nissa terus membaca dan setiap mata nya membaca mata nya semakin membesar dan raut wajah nya berubah tak percaya.
"Kenapa? Semua isi nya begini?"
Nissa membalik lagi kertas selanjutnya dan semua isi nya rata - rata sama.
"Itu semua hal yang ingin ku lakukan, aku sudah cukup mengurangi nya karena memikirkan mu, tapi aku suka dan menantikan semua rencana itu"
"Tapi bagaimana bisa hampir semua nya? bahkan lengkap dengan jam nya?!"
...*Rencana Ku...
Breakfast jam 7 pagi
Melakukan xx di kamar mandi jam 8 pagi
Istirahat
Melakukan xx di kamar tidur jam 10 pagi
makan siang jam 11 siang
istirahat jam 12 siang
Melakukan xx di depan kaca jam 1 siang*
.
.
.
Dan hampir semua kegiatan itu berulang setiap harinya kecuali jam sore mereka yang memiliki waktu Outdoor. Nissa terbelalak tak percaya. Ia merasa bahwa tubuh nya akan hancur jika dalam sehari harus melakukan hal itu sebanyak lima kali sehari. Bahkan dalam seminggu yang lebih parah lagi durasi malam lebih banyak dari yang ia kira.
__ADS_1
"Apa kita harus melakukan nya? Yang di depan kaca dan di kolam renang ini?"
"Tentu saja! Itu sangat menyenangkan! Akan sangat luar biasa!" Jawab Ben dengan semangat.
"Aku tidak tahu bahwa selera mu seperti ini"
"Apa yang perlu di malu kan, kita kan suami istri, setiap orang punya keinginan mereka sendiri, Kamu juga rencana mu juga terlalu sederhana begini"
......Rencana Ku......
*Berbelanja di Mall berdua
menikmati konser berdua
nonton drama musikal berdua
nonton pertunjukan Opera
Makan malam romantis
Mendaki Gunung berdua*
.
.
.
^^^.^^^
"Aku suka rencana mu tapi aku paling suka yang terakhir dan aku akan mendukung nya dengan baik."
Nissa langsung malu dan menutup wajah nya dengan cepat.
"Aku akan mendudukkan kamu di atas ku dan akan ku biarkan kamu bersikap liar terhadap ku"
"Ben!!"
"What?! Bukan kah kamu yang punya rencana ini? Aku akan membiarkan kamu melakukan semua nya, bersiap lah sayang"
"Jadi kapan kita bisa melakukan semua ini?" Tanya Nissa.
"Besok?"
Nissa memasang wajah heran nya.
"Tapi luka mu?"
"Kita lakukan saja yang sederhana dulu sampai luka ku benar - benar kering, Yang ******* nya akan kita lakukan terakhir"
"Jadi besok apa dulu ya yang bisa kita lakukan?"
"Belanja saja, ku rasa berbelanja tidak akan jadi masalah"
"Baik, lalu anak - anak?"
Ben sempat berfikir namun ia akhirnya memutus kan bahwa anak - anak akan menjadi tanggung jawab pelayan mereka.
"Aku belum pernah meninggalkan si kembar lama - lama"
"Nggak masalah, kita belanja nggak akan lama, dan mungkin jika mau menonton konser, bioskop atau sejenisnya kita perlu yang nama nya waktu malam saat mereka tidur, itu lebih baik kan?"
__ADS_1
Nissa mengangguk dengan cepat.
.
.
.
.
Esok Pagi nya...
"Bentley aku titip anak - anak ya" Ucap Nissa kepada Bentley.
"Baik Nyonya, dengan senang hati"
"Mereka masih tidur kemungkinan dua jam lagi sudah bangun, itu biasa nya waktu mereka bangun"
"Tenang saja Nyonya serahkan saja pada saya"
"Baiklah kalau begitu aku pergi ya"
"Selamat jalan nyonya"
Nissa masih terus memandang ke arah belakang mobil dan masih berat untuk pergi. Ia merasa bersalah harus meninggalkan anak - anak nya yang masih tertidur.
"Sayang, kalau kamu terus melihat ke belakang, Aku akan hentikan mobil nya dan pulang nih"
"Tapi aku khawatir"
"Tidak apa - apa mereka banyak kok yang menjaga nya. Kita kan belanja di Mall pasti lebih cepat selesai nya"
"Memang nya Mall buka jam segini?"
"Mall yang dua puluh empat jam tentu saja buka, disana lengkap juga, Aku ingin sekali membelikan mainan untuk anak - anak, terutama untuk Collin seperti nya hobi bukan ke mobil lagi, Aku harus mencarikan mainan lagi untuk pertumbuhan nya"
"Collin itu suka komputer"
"Hah?!" Ben tak percaya itu.
"Dia sering melihat layar monitor kamu, dan masuk ke ruangan kerja kamu, bahkan melihat grafik kerja milik kamu aja dia berteriak senang"
"Benarkah? Kalau begitu seperti nya dia benar - benar akan jadi penerus ku?"
"Aku kadang agak seram dengan Collin, anak itu terlalu tahu banyak hal, bahkan Collin juga sangat pendiam dibandingkan Adel dan si kembar"
Nissa pun ingat sekali jika mereka ada di suatu tempat, dan Collin bisa tidak berbicara selama satu jam lebih dan memilih untuk melihat - lihat apa yang dia senangi.
"Collin bukan pendiam sayang, dia hanya senang mengamati, itu sih yang ku tahu.... seperti waktu aku kecil dulu, Collin itu cepat belajar sesuatu, bahkan Adel tidak secepat itu dalam mempelajari banyak hal, tapi Collin sering mengamati banyak hal lalu belajar"
"Kalau Adel itu mulut nya yang cepat tapi belajar nya lama, lihat aja masih kecil udah mau nikah sama William" Ucap Nissa.
Nissa terkadang ingin marah melihat kelakuan Adel namun itu anak nya sendiri rasanya terkadang dilema menyertai hati nya.
"Yah hahaha benar juga, William sampai terkejut bila Adel terus terang begitu"
"Jadi Collin akan kita belikan apa?" Tanya Nissa.
"Mainan yang bisa mengembangkan bakat nya"
-bersambung-
__ADS_1