
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya author yang lain nya dengan judul "Pertemuan" dan "Cinta Ku Mafia Ku". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
"Selamat Tuan dan Nyonya, bayi - bayi anda lahir dengan selamat"
Ben dan Nissa saling memandang dengan senyumnya, Nissa masih terlihat lemas dan sedikit pucat. Ben ikut turun tangan dalam pemandian bayi - bayi nya.
Bayi - bayi nya lahir dengan selamat dan memiliki kesehatan yang luar biasa. Sang Abang yang lahir lebih awal memiliki berat 4 Kg dan sang adik memiliki berat 4,1 Kg. Bayi nya lahir kembar, kembali laki - laki.
Melihat bayi nya yang sangat sehat dan montok itu, Ben mengerti kenapa Nissa bisa begitu berisi bahkan perutnya bisa sebesar itu saat hamil keduanya.
"Kalian sangat sehat, pantas saja mama kalian bisa sesusah ini mengeluarkan kalian" Ucap Ben kepada bayi - bayi nya.
Nissa sedang dirawat oleh suster lainnya, dan juga Ben sangat tahu, dalam keadaan itu, Nissa tak ingin Ben melihat nya, apalagi sampai melihat Nissa yang sedang berganti pakaian. Ben merasa itu hal yang lucu karena ia sudah melihat semua seluruh tubuh istrinya, jadi tak ada yang perlu ditutup-tutupi, tapi tidak dengan Nissa. Karena Ben ingin menjaga harga diri istrinya itu, Ben memilih membantu memandikan bayi nya saja.
"Mereka sangat sehat sekali tuan, apa tuan sudah memiliki nama untuk kedua putra anda ini?" Tanya sang suster kepala.
"Kami sudah memilih beberapa, saya akan mendiskusikan nya lagi nanti dengan istri saya" Jawab Ben.
Ben bisa melihat bertapa merahnya kulit bayi - bayi nya. Sang Abang begitu lebih merah kulitnya ketimbang kulit sang adik. Ben bisa merasakan bahwa kedepannya rumah nya akan semakin ramai, dan ini sangat membahagiakan. Ben juga semakin merindukan keberadaan Collin dan Adel. Membayangkan rumah nya akan semakin ramai bersama anak - anak nya terasa seperti keajaiban.
"Apa istri ku sudah selesai?" Tanya Ben kepada para suster yang keluar dari kamar perawatan Nissa.
"Sudah, nyonya sedang menunggu anda di dalam" Jawab mereka.
Box bayi yang di dalam nya tertidur kedua putra mereka pun mulai di pindahkan ke kamar rawat inap Nissa.
"Apa kah ini anak - anak kita? Sungguh kembar? Benar kah ini kembar?" Tanya Nissa takjub.
Nissa gak pernah mendengar sejarah di keluarga nya memiliki anak kembar, bahkan dari kedua keluarga nya pun tak ada yang pernah memiliki anak kembar. Rasanya takjub ketika melihat bayi kembar itu adalah milik nya.
"Benar sayang, kamu sudah berusaha keras, Aku mencintai mu" Ben segera mengecup pipi Nissa.
__ADS_1
"Terimakasih, kamu sudah berusaha keras, aku mendapat banyak tenaga karena kamu bersama ku"
"Saat hasil USG nya keluar, aku masih tidak percaya anak kita kembar, apalagi kembar lelaki" ucap nissa.
"Kenapa tidak percaya?"
"Aku merasa bahwa aku berharap itu bisa kembar perempuan atau kembar laki dan perempuan, tapi bukan kembar laki - laki, kadang pun banyak hasil USG yang tidak akurat"
"Kamu ingin anak perempuan?"
"Bukan aku tidak bersyukur, aku hanya menginginkan saja anak perempuan lagi, apalagi jika anak perempuan itu bisa mewarisi kepandaian kamu"
Tiba - tiba wajah Ben berubah menunjukkan kesuraman.
"Kenapa Ben? Tapi jika kamu merasa segini cukup kita tak perlu...."
"Bukan begitu, aku tentu saja suka anak banyak, apalagi jika itu anak kita, aku kaya dan bisa memberikan mereka hidup yang layak dan mendidik mereka bersama mu, aku suka, tapi sebenarnya ini hal yang sudah lama ingin ku katakan padamu..."
"Sudah lama? Apa ini rahasia besar?" Tanya Nissa dengan takut.
"Sebenarnya di keluarga kami belum pernah ada sejarah bahwa ada anak perempuan lahir dari generasi ke generasi, Aku tidak tahu kenapa tapi begitu fakta nya" Ucap Ben.
"Lalu sepupu dan keponakan mu yang lain ada yang perempuan, kenapa bisa begitu?"
"Apa karena gen? Tapi itu tidak masuk akal" Jawab Nissa dengan bingung.
"Makanya aku pesimis juga, bagiku laki dan perempuan tidak masalah tapi aku takut kamu menginginkan nya"
Nissa pun tersenyum dengan lembut dan meminta Ben memeluk nya.
"Meski aku ingin anak perempuan, bagiku anak lelaki juga anugerah, aku menyukai nya juga. Jika itu anak kita tentu saja aku menyukai nya, Terimakasih sudah mau jujur padaku"
"Terimakasih Nissa, sudah mau menerima hal ini"
"Ini bukan masalah besar, jika kita hanya bisa punya anak lelaki juga tidak masalah, Aku merasa terhormat memiliki anak lelaki yang banyak"
Ben mencium Nissa dengan pelan.
"Masih ada banyak waktu, kita akan mencoba nya lagi sampai dapat anak perempuan"
__ADS_1
Nissa kaget ketika mendengar hal itu.
"Kamu masih berniat menambah anak lagi? Apa tidak masalah, aku sudah semakin tua, aku akan semakin tidak menarik lagi kedepannya"
Bhukk....Ben menyentil dahi Nissa dengan pelan.
"Kamu bodoh ya? itu tidak mungkin, semakin bertambah nya umur kita harusnya kita semakin saling melengkapi dan saling membahagiakan"
Nissa merasa bisa mempercayai dunia jika lelaki seperti Ben selalu bersama dalam dunia nya.
.
.
.
"Sayang, bawakan anak kita, Aku ingin memeluk nya" Ucap Nissa.
Ben pun berjalan dan kemudian mengambil sang Abang dalam box bayi kemudian menyerahkan nya ke Nissa.
"Ini dia si Abang, dengan berat 4 Kg" Ucap Ben sambil menyerahkan bayi nya.
"Apa tidak masalah bayi kita di box itu? Aku takut mereka kedinginan"
"Kamu bertanya begitu lagi, dulu saat melahirkan Adel dan Collin juga begitu, nggak apa Nissa, box itu sudah di lengkapi penghangat yang disesuaikan dengan sang bayi"
"Baiklah.....jadi, kita akan menamai nya dengan nama yang mana?" Nissa dan Ben sudah lama memikirkan nama bayi mereka karena tahu anak nya kembar lelaki, hanya saja keduanya masih bingung memilih nama yang pas.
"Bagaimana jika Edgar?" Tanya Nissa lagi.
"Nama itu, nama Ayah dari Ibu ku? Yang artinya berlimpah"
"Iya, aku suka saja nama nya, seperti nama - nama pangeran yang ada dalam buku dongeng, Aku berharap kedepannya anak kita akan di limpahkan banyak hal baik dalam hidup nya"
"Kamu benar, Aku juga suka nama Edgar ini, nama yang cocok untuk nya"
"Kalau begitu bawa kesini juga adik nya, kita belum menamai sang adik"
__ADS_1
-bersambung-
..."Kadang hadiah kecil yang datang dalam hidup merupakan keajaiban yang tak terhingga sehingga tak dapat tergantikan oleh apapun"...