
Meski seorang wanita bersedia akan menikah dengan seorang pria. Dari lubuk nya tetap saja ia menginginkan sebuah lamaran yang jelas ditujukan pada nya. Itulah yang Lyra inginkan. Ia mengingkan sebuah lamaran dari Edison. Lamaran dari pria yang ia cintai. Lyra bisa melihat Edison yang tertunduk sedih di depan pintu rumah Lyra. Lyra mengintip apakah Ed sudah pergi atau tidak.
Lyra menunggu hingga hampir sejam barulah Ed pergi dari depan pintu itu. Lyra tak ingin meragukan hati Ed namun kini hati nya sungguh hancur karena sikap Ed itu.
Beberapa hari kemudian...
Lyra berkunjung ke rumah Ben. Bisa dilihat Ben yang akan berangkat kerja pun melihat Lyra dengan aneh seolah mengusir nya untuk segera pergi dan tidak mengganggu istri nya pagi - pagi begini.
"Aku tidak akan menggangu istri mu!! " Ucap Lyra kemudian.
Ben tidak berbicara dengan mulut nya melainkan dari mata nya.
"Kamu tidak menggagu Lyra, Ben juga berfikir begitu kan? " Tanya Nissa.
Beh hanya mengangguk dengan cepat.
Sepertinya kamu masih kurang mengenal aku Nissa, Yang Lyra katakan itu benar... aku tidak suka kamu diganggu oleh tamu tak diundang pagi - pagi begini.
"Ayo masuk Lyra" Nissa mengundang Lyra masuk ke dalam rumah.
"Oh Nissa, akan menyenangkan jika kamu dan aku bisa menggunakan ini sebagai tea time kita tapi bolehkah aku pergi ikut dengan ben? Ini mengenai bisnis kami, mendesak"
Nissa pun memandang ke arah Ben dan segera menyetujui hal itu. Nissa menyesal seolah telah mengganggu waktu bisnis mereka. Nissa selalu paham jika waktu bekerja suami nya itu adalah milik pekerjaan nya.
"Baiklah, kami pergi dulu nissa." Ben mengecup pipi nissa dengan pelan.
.
.
.
"Jadi katakan ada apa?! Kita bahkan tidak punya bisnis apapun sekarang"
"Biskah mobil ini jalan dulu? Aku baru masuk dan belum memasang belt ku!!"
"Ayolah Lyr, kita sudah kenal satu sama lain dan aku tahu ini masalah mendesak jika kau mengganggu ku pagi - pagi begini"
Itu benar kedua nya sudah saling paham kebiasaan masing - masing. Rasanya sulit untuk menutupi semua dari Ben.
"Aku bertengkar dengan Ed... "
__ADS_1
"Oh God! Aku tidak mau mengurusi percintaan kalian! Sekarang aku hanya ingin bahagia dengan keluarga ku! Aku tidak mau ada kesalah pahaman lain nya"
"Ini karena Marley!! "
"Marley siapa?!! Penyanyi opera itu?! Lalu?! "
"Ben pleaseee! Kau tidak ingat pada nya?! Aku tahu kau hanya peka pada istri mu tapi tidak mungkin kau melupakan dia! "
Ben memutar ingatan nya dan berusaha mengingat kembali siapa itu Marley. Namun dalam ingatan nya ia tak ingat siapa itu Marley selain Marley si penyanyi yang ia lihat bersama istrinya.
"Madonna kampus!! Yang sering di mendekati mu itu"
"Ya ampun! masa sih? lalu? Ed suka pada nya?! "
"Sialan kau Ben! Aku masih khawatir hubungan mereka kau memperburuk perasaan ku"
"Lalu karena itu kalian bertengkar? Aku bantu baikan tapi nggak hari ini"
"Bisa tidak kau dengar dulu orang ngomong menyebalkan!! "
Ben pun terdiam dan membiarkan Lyra berbicara.
"Sebab itu kau mengizinkan aku dan nissa pergi dulu? "
"Ya Aku baru tahu saat itu, dia meminta kontak mu, bahkan sejak kemarin aku dengar dia ke kantor Ed cuma demi bisa bertemu dirimu"
"Jika kalian berani memberikan kontak ku, aku bersumpah tak akan menemui kalian lagi"
Lyra sudah tahu jawaban Ben sebab itu ia tak mengizinkan perbuatan Ed. Perbuatan mereka akan memperburuk pertemanan mereka. Jika Ben sudah memperingati seperti itu artinya Ben cukup serius untuk memutuskan pertemanan mereka.
"Aku bersumpah tidak akan melakukan nya, tapi aku tidak tahu apa yang akan Ed lakukan, tapi jika memang Ed melakukan hal itu kumohon kau bicarakan baik - baik dulu pada nya"
Ben tahu betapa cinta nya wanita itu pada Ed. Terkadang Ben tak ingin Lyra bersama Ed karena ia tahu bahwa Lyra berhak mendapatkan yang lebih baik dari Ed. Terutama tingkah Ed yang berfikir pendek serta kekanak-kanakan.
"Aku menjaga janji ini karena dirimu" Ben mengingat kan bahwa itu semua karena Lyra.
"Thanks"
"Jadi kalian bertengkar karena itu? "
"Ya! Dia lebih memikirkan perasaan wanita itu! Aku sudah tau sejak dulu Marley menyukai kau tapi aku tidak tahu bahwa Ed sedekat itu dengan Marley sampai harus membela nya di depan ku! "
__ADS_1
Ben kemudian menyilangkan tangan nya dan bertanya serius kepada Lyra.
"Apa kau kalah? Tidak seperti dirimu, masa harus kalah oleh wanita itu"
"Aku mengusir nya dengan beres tapi itu membuat Ed marah padaku, Tidak adil jika Marley lebih berharga daripada aku dan kau, setidaknya jika aku kalah dari mu aku rela karena kau sahabat ku"
Kini air mata Lyra mulai menetes. Hal itu memang benar, setidaknya jika itu Ben, jika itu karena Ben Lyra bisa merelakan semua ucapan Ed pada nya. Tapi demi wanita itu Lyra tak akan pernah mau mengalah dan merelakan hal itu.
Ben yang panik pun mencari tisu dalam mobil nya dan memberikan tisu itu pada Lyra. Ben menepuk - nepuk punggung Lyra agar ia bisa lebih tenang.
"Ku rasa kau perlu bicarakan kembali hal ini Lyra, aku tidak mau kau menyesal apalagi kalian akan menikah"
"Dia bahkan belum melamar ku secara resmi.... huaaaaaa!!!! "
Tangisan Lyra semakin hebat yang membuat Ben mulai syok karena ia bingung bagaimana membuat Lyra berhenti menangis dan sejujurnya hanya nissa yang membuat ia tertarik untuk membuat seseorang berhenti menangis.
"Gila sih kalau belum melamar mu, tapi dia sudah menyiapkan cincin kok"
"Apa?!! "Lyra menoleh dengan kaget.
" Keceplosan, pura - pura nggak tahu aja, sebulan yang lalu dia udah nyiapin cincin tapi ku kira kalian mau menjadikan lamaran itu rahasia kalian berdua"
"Dasar Ed Bodoh!! " Lyra berteriak dengan kesal.
Lalu kenapa Ed tidak melamar nya?
Bukan kagmh sudah ada cincin yang ia siapka?
Pikiran Lyra kembali memikirkan hal negatif lainnya.
"Ben ku rasa aku tak mampu lebih lama menunggu lamaran Ed, Aku ingin menikah lebih cepat"
"Ada apa? tidak seperti dirimu terburu - buru begini! Kau bisa fikirkan kembali Lyr"
Lyra terdiam dan raut wajah nya mulai serius. Lyra kemudian meraih sesuatu dalam tas nya. Ben menatap nya dengan heran sekaligus penasaran. Cukup lama tangan Lyra mencari barang tersebut hingga tangan Lyra mengeluarkan sesuatu dan memberikan hal itu ke Ben.
"Karena ini lah aku minta cepat"
"Ini kan?!!! "
-bersambung-
__ADS_1