Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 102 - BERENANG MENUJU DIRIMU


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini, jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan nya ke karya author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


...*...


Lyra berenang melawan arus air yang menghadang nya, cuaca yang buruk tak menghalangi tekad nya untuk menuju ke tempat Edison berada. Satu hal yang Lyra yakini bahwa Edison ada disana, dan menunggu nya. Lyra berharap bahwa Edison akan baik - baik saja meski hal itu cukup mustahil karena Lyra sudah mengetahui keadaan Edison di dalam sana.


"Lyra!! Jangan memaksakan diri mu!!" Ucap Ben melalui smartwatch nya.


"Aku harus segera ke sana!!"


Tak ada waktu bagi Lyra untuk memikirkan hal lain selain menyelamatkan Edison. Baginya, yang terpenting adalah segera sampai disana.


Byurr.....shrakk......Suara kepakan air terdengar kuat ketika Lyra menggerakkan tangan nya memecah arus air.


Orang yang paling pertama sampai di daratan pulau adalah Lyra, disusul oleh Alex, Ben dan John. Sayangnya John harus sampai terakhir karena faktor usia nya yang tak memungkinkan stamina nya untuk lebih laju berenang.


Mereka masuk dengan titik yang berbeda ke menara militer itu. Suasana suram, kelam dan gelap ditambah cuaca buruk membuat bangunan itu seperti lembah di dasar tebing.


Ed ! Dimana dirimu? Ku mohon semoga kau baik - baik saja.


"Lapor! Disini Nissa Husband! Melapor kepada WonderGirl!"


Ben memiliki kode panggilan sebagai Nissa Husband dan WonderGirl sebagai Lyra. Semua orang ingin muntah mendengar kode itu.


"Hentikan! Jangan gunakan kode itu!" Jawab Lyra melalui smartwatch nya.


"Lyra kau di mana? Aku sudah masuk ke dalam? Seperti nya tempat ku berada ini adalah dapur, disini banyak yang pingsan" Ucap Ben.


"Segera pakai masker mu!! Disana dipenuhi gas beracun, untuk John dan Alex segera kenakan masker kalian, dan pelindung anti racun"


Lyra memang brilian, semua sudah masuk ke dalam rencana dan perangkap nya. Lyra membuat mata - mata nya memasang gas beracun di mana - mana. Semua gas itu sudah masuk memenuhi bangunan, sebab itulah ia khawatir keselamatan Edison, tidak mungkin Edison akan dikeluarkan dari bangunan ini.

__ADS_1


"Dasar cewek gila !! Kita bisa mati semua jika menghirup ini " Alex memprotes sikap Lyra dari smartwatch nya.


"Makanya ku lengkapi kalian dengan serum anti racun dan masker gas!!" jawab Lyra.


Inilah yang bikin Ben dan Lyra itu bisa jadi teman dekat. Lyra memang hebat dan selalu bisa di andalkan bahkan lebih dari lelaki. Lyra pandai menyusun strategi dan taktik dalam kepala nya.


Lyra menyusuri jalan dan lorong - lorong kecil. Dari smartwatch masing - masing telah dikirimkan peta lokasi yang akan menunjukkan mereka ke arah di mana Edison berada. Semua nya mulai menelusuri jalan yang tertera di peta dalam smartwatch.


"Ya Tuhan! Aku akan gila!!"


Lyra tak bisa mengontrol hati nya, tubuhnya mulai lelah dan khawatir dimana keberadaan Edison. Gas beracun sudah cukup lama memenuhi bangunan, dan tak ada satupun yang selamat. Para tahanan dan narapidana yang ada dalam sel penjara terlihat mengerikan, mereka telah terkapar menghirup gas beracun.


Yang membuat Lyra takut adalah bahwa para narapidana itu dijadikan sebagai manusia percobaan yang dibuktikan terdapat banyak alat - alat medis yang menempel di tubuh mereka dalam keadaan mengerikan.


Lyra takut Edison akan mengalami hal yang sama seperti yang para narapidana dan tahanan itu alami. Kulit mereka diiris hingga terlihat tulangnya. Tubuh mereka sangat kurus dan penuh lebam. Banyak nya tusukan di kulit mereka serta jarum - jarum menancap di tubuh nya.


"Tersisa lima meter lagi menuju tujuan" Ucap navigasi dari smartwatch.


"Lyra seperti nya kau harus menangani ini sendirian, kami dikepung oleh musuh" Ucap Ben.


Ben dihadang oleh sekelompok pasukan militer bertopeng. Syukurlah Ben membawa anak buah nya yang lain. Semuanya terlalu sulit untuk Ben tangani sendirian.


"Baik! Hati - hati Ben"


Lyra melanjutkan perjalanan nya. Dihadapan nya dua tentara militer siap berjaga sambil membawa senapan besar di tangan nya. Sebenarnya Lyra berharap akan menemui tentara militer wanita yang katanya sangat hebat itu, tapi hal ini cukup untuk menjadi hidangan pembuka yang lezat baginya.


Lyra menyiapkan dua suntikan di tangan kanan dan kiri nya, Lyra berlari dengan pelan sambil mengendap - ngendap dan ketika kedua tentara itu menoleh, Lyra langsung memanjat besi - besi yang bergelantungan di atas nya.


Mencari momen yang pas dan.....Srukk....


Tancapan pelan menusuk kulit para anggota militer itu. Suntikan berisi racun memasuki kulit mereka dan membuat mereka pingsan seketika. Dalam hitungan detik mereka tumbang dan mereka tak akan bisa bangun selama setengah hari lama nya.


"Maaf, tapi kalian menghambat jalan ku, jika begini" Ucap Lyra sambil memberi penghormatan kepada tubuh kedua pasukan militer itu.


Sepatu Lyra yang semakin berat karena air yang masuk tak menghalangi langkah nya untuk menuju ke Edison. Segalanya akan lebih mudah jika tak ada bongkahan batu yang menghiasi dinding, karena batu yang licin itu, Lyra hampir kesulitan berpegang.


.

__ADS_1


.


.


Tubuh Edison terkulai lemas, gas beracun sudah memenuhi paru - paru nya. Di dalam ruangan nya hanya tersisa si gila narapidana nomor sepuluh dan dirinya. Yang lain telah terkapar dan tak sadarkan diri. Kondisi Edison lebih mengerikan karena ia harus dirantai. Tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali.


Meski tubuh dan pikiran nya telah hampir kehilangan kesadaran, yang tetap ia ingat dan ia panggil nama nya adalah Lyra. Cinta nya, sekaligus wanita nya.


"La Mia Donna (Wanita ku) Lyra" Ucap Edison dengan pelan.


"Tak akan ada yang mendengar doa mu disini!! Bahkan tuhan sekalipun!!" Ucap si narapidana.


Yang Edison tahu mengenai orang itu adalah, seorang pembunuh berantai yang sangat gila dan kejam. Edison memilih tak menjawab sama sekali ucapan narapidana itu.


"Biar ku tunjukkan apa itu yang nama nya doa" Narapidana itu menghajar tubuh Edison yang sudah lemas dan tak berdaya.


"Doa mu hanya bisa terkabul jika memohon padaku, karena hanya aku yang selamat disini, sebelum kau mati di tangan ku lebih baik kau memohon padaku kan?"


"Tidak akan!! Kau itu hanya seorang pecundang!!"


Saat hendak menancapkan bongkahan batu ke arah muka Edison dari belakang pisau yang terasa dingin menyentuh leher si narapidana.


.


.


.



.


.


.


"Jatuhkan batu itu, atau kau akan habis di tangan ku!!!"

__ADS_1


-bersambung-


"Terkadang rasa putus asa akan membantu meninju jalan mu menuju doa yang terkabul"


__ADS_2