
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
...*...
...*...
...*...
Nissa telah sampai di Perusahaan M, sesampainya disana beberapa pihak yang tidak ikut perlombaan segera menyambut Nissa.
"Selamat datang Nyonya, Boss sudah menunggu anda sejak tadi"
"Terimakasih" Nissa segera menaiki elevator khusus dan menekan tombol lantai yang akan menuju ke ruangan Ben.
"Nyonya, perlombaan nya bukan disana...."
"Aku tahu, Aku hanya ingin memberikan suami ku kejutan, bisakah kau bekerjasama? Tolong jangan sampaikan bahwa aku sudah datang"
"Baiklah, anda bisa menonton perlombaan nya melalui layar di ruangan Boss"
"Terimakasih".
Nissa telah memesan banyak makanan dan minuman untuk seluruh karyawan. Bahkan Nissa dengan bangga membawa kue buatan nya untuk Ben. Collin dan si kembar juga tidak sabar untuk bertemu dengan papa mereka.
Sesampainya di ruangan Ben, Nissa masih saja takjub. Meski beberapa tahun berlalu sejak mereka saling kenal, Ben tidak pernah berubah dan masih mencintainya apa adanya. Foto mereka bahkan kenangan mereka, dengan bangga Ben memberitahukan dunia. Semua itu terbukti di dalam ruangan kerja Ben itu.
Nissa bahagia, bahwa meski dirinya serta anak - anak nya sangat lah di prioritaskan, tetap tak mengganggu kerja Ben. Terkadang orang berkata bahwa urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi harus dipisahkan. Ben tidak pernah setuju akan hal itu, baginya keduanya penting, namun Ben bisa memilih mana dulu yang akan ia prioritaskan tergantung situasi nya.
"Sayang! Itu papa kalian!!" Ucap Nissa kepada Collin dan si kembar.
"Papa!! Papa!!" Teriak Collin dengan gembira.
Meski Ben berlomba dengan semangat, namun Nissa bisa melihat bahwa Ben sangat gelisah. Ben berkali - kali melihat ke arah bangku penonton. Nissa yakin bahwa Ben sedang menunggu dirinya saat ini.
"Apa anda tidak ingin melihat tuan dari dekat nyonya? saya rasa tuan pasti ingin anda disana" Ucap Robert.
Bentley yang ada disebelahnya pun mengangguk setuju akan pendapat Robert.
"Tidak! Biarkan dulu, jika aku datang ke sana Ben pasti tidak akan konsentrasi dengan lomba nya"
Nissa lah yang paling tahu akan hal itu.
"Aku akan kesana setelah Ben memenangkan perlombaan ini" Ucap Nissa akhirnya.
.
.
.
Pertandingan final pun terjadi antara Ben, Anthony dan Kate. Anthony sudah berhasil menyusun taktik serangan nya dan diarahkan langsung ke Kate. Dengan gagah dan berani Anthony menghampiri Kate dan menatap serius kepada Kate.
"Kate Aku Mencintaimu"
__ADS_1
Kate yang jarang sekali mendengar kata seperti itu dari Anthony langsung terduduk lemas.
"Yes!! Dapat!!" Ucap Anthony dan segera mengambil ikat kepala Kate, serta semua yang berhasil Kate dapatkan.
"Anthony!! Itu curang!!" Wajah malu Kate terlihat lucu dan Kate berusaha menutup pipi nya karena malu.
"Yah, tidak apa...Aku suka dicurangi oleh mu" Ucap Kate dengan berani.
Tinggal pertandingan terakhir antara Ben dan Anthony.
"Dua kali lipat! Aku akan menggaji mu dua kali lipat jika kau menyerah" Ucap Ben.
"Tidak bisa boss! ini harga diri pria!"
"Tiga kali lipat?"
"Tidak!"
Ben memikirkan taktik lain untuk menipu Anthony dan melihat Kate yang susah berdiri.
"Tidak!! Kate pingsan!!" Teriak Ben.
Anthony menoleh dengan cepat mencari keberadaan Kate dan seketika Ben langsung menyambar ikat kepala Anthony dengan kuat.
"Kau lengah Bung!!"
Pertandingan pun dimenangkan oleh Ben.
"Yeeaayyy Papa menang!! Papa menang lho Collin!!"
.
.
.
.
.
.
Nissa teriak dengan sangat gembira. Melihat suami nya memenangkan pertandingan dengan sangat keren Nissa merasa sangat bangga dan tak henti nya merasa bangga.
"Oh iya!! Kita harus memberikan papa kejutan!"
Nissa bergegas menuju ke tempat perlombaan. Sepanjang Nissa berada di Elevator, Ben sudah berhasil menelfon sebanyak Dua puluh kali, meski Nissa tidak berani mengangkat nya, tetap saja Nissa berdebar karena takut kejutan yang ia susun gagal begitu saja.
"Apa makanan dan minuman sudah siap? Koki nya bagaimana?"
"Beres nyonya, mereka akan masuk menyusul nyonya"
__ADS_1
"Baiklah kita buka ruangan nya"
Ketika ruangan dibuka, Nissa melihat semua pandangan menuju ke arah nya. Rasanya sama seperti saat ia menikah dulu, semua pandangan menatap langsung ke arah nya. Namun dulu, Ben disampingnya, kini anak - anak nya bersama nya.
"Selamat ya Sayang!!" Ucap Nissa kepada Ben.
Ben berdiam mematung, tangan nya masih menempel kan handphone nya ke telinga nya. Ben sejak tadi khawatir karena Nissa tidak bisa dihubungi, tapi ketika melihat Nissa yang datang bersama dengan anak - anak sambil membawa kue di tangan nya, Ben begitu bahagia dan merasa lega.
"Ini kue buatan ku, apa kamu tidak mau meniup lilin nya? lilin nya hampir habis lho"
"Oh...Li...lilin"
Ben segera meniup lilin nya dan masih terlihat aneh dan kosong.
"Papa!!" ucap Collin.
Ben pun segera mencium Collin dan si kembar dan memeluk mereka dengan erat. Tak lama koki dan para pelayan masuk dengan membawa banyak makanan prasmanan.
"Silahkan dinikmati makanan nya!" Ucap Nissa kepada semua orang.
"Terimakasih Nyonya Boss!!" Jawab semua nya.
Nissa kemudian berbisik ke Ben "Sampai kapan kamu mau memeluk anak - anak? Aku? Aku membuat kue untuk kamu lho, kamu tidak mau memakan nya? Kamu tidak mau memeluk ku?"
Ben pun mendesah keras dan memeluk Nissa dengan erat.
"Ku kira terjadi apa - apa dengan kamu, besok - besok jangan tidak menjawab telfon ku, mengerti?"
"Baiklah"
"Kue nya disimpan dulu saja, aku mau memakan nya di rumah nanti"
"Aku membawakan makanan dan koki untuk seluruh karyawan, kamu tidak akan marah kan?"
"Kenapa aku marah?"
"Soalnya Aku menggunakan uang kamu, lebih banyak dari biasanya"
"Tentu saja tidak masalah, aku senang jika kamu memakai uang ku, asal kan kamu hanya perlu memberitahu untuk apa uang itu, dan juga....selama ini kamu itu terlalu hemat Nissa, percuma aku punya uang banyak jika tidak digunakan"
"Apa aku terlalu hemat?"
"Ya, sekali - kali boros lah sedikit!"
Collin pun turun dari kereta nya dan berjalan pelan ke arah papa dan mama nya. Ben segera menggendong Collin.
"Papa hebat sekali kan Collin? Papa berhasil menang dari paman Anthony lho" Ben berbicara pada Collin.
"Papa hebat! Top!!"
"Terimakasih"
Ben tersanjung dengan pujian jujur dari anak nya itu. Nissa hanya tersenyum sambil terus memperhatikan si kembar yang nyenyak tertidur. Nissa bisa melihat bahwa Collin akan tumbuh dengan sangat mirip seperti Ben nanti nya.
__ADS_1
-bersambung-
..."Kejutan paling indah adalah kedatangan tiba - tiba dari orang yang paling kita tunggu"...