Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 98 - SI KEMBAR


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan nya juga ke karya author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


...*...


"Tolong bawakan juga si adik, Aku ingin melihat nya" Nissa meminta Ben untuk membawakan Adik Edgar.


Sang adik lebih terlihat besar dan bulat ketimbang Edgar. Nissa merasakan betapa sakit nya mengeluarkan mereka berdua. Pantas saja timbangan nya bisa naik dengan pesat, itulah yang Nissa pikirkan saat melihat si kembar.


Bagi masyarakat Eropa bayi dengan berat 4kg adalah hal yang wajar dan dianggap normal, Nissa khawatir melihat kedua nya yang terlihat begitu besar, namun suster kepala mengatakan bahwa kedua bayi nya sangat - sangat sehat sehingga Nissa bisa lega dengan cepat.


"Jadi si adik akan kita berikan nama di urutan kedua kan?" Tanya Ben.


"Iya, nama nya Edmund yang artinya kemakmuran semoga Edgar dan Edmund akan membawakan banyak kebahagiaan lain nya di keluarga kita" Ucap Nissa.


Lalu dengan lembut Nissa mencium pipi kedua anak nya. Dan menatap keduanya dengan lembut. Nissa penasaran apakah anak - anak nya akan memiliki mata yang sama dengan nya atau memiliki mata yang sama dengan Ben.


Dari rambut sudah bisa dibedakan, Edgar memiliki rambut seperti Nissa yang bewarna kecoklatan. Sedangkan Edmund memiliki warna rambut yang persis dengan Ben.


"Ben, dimana Collin?" Tanya Nissa.


"Collin akan segera ke sini, malam ini Collin akan tidur bersama kita disini"


Ben sudah memberitahu kepada Bentley untuk mengantarkan Collin ke sini setelah menjemput Adel dari asrama.


Tok...tok....tok...Suster kepala masuk setelah mengetuk pintu kamar inap Nissa.


"Bagaimana nyonya, apa si kembar sudah bisa mengeluarkan suara mereka dengan keras? Soalnya saya lihat si adik kesulitan untuk mengeluarkan suara nya, bahkan si Abang juga tidak terlalu keras saat mengeluarkan suara nya"


"Iya si adik belum sama sekali mengeluarkan suara nya dengan keras, hanya erangan pelan saja, apa ini normal?" Tanya Ben khawatir.


"Normal nya anak bayi yang baru lahir akan menangis dengan kencang, itu menandakan bahwa mereka sedang beradaptasi dengan dunia ini serta sistem tubuh mereka telah bekerja"


Nissa dan Ben terlihat khawatir, pantas saja si kembar tidak memiliki tangisan sekencang Collin saat ia lahir. Ben dan Nissa menganggap itu mungkin kelebihan dan kewajaran.

__ADS_1


"Mungkin si kembar harus beradaptasi dengan dunia ini lebih lama, kalau gitu pertama - tama, kalian jangan khawatir dulu, coba baringkan si kembar ke dada kalian, tapi kalian tidak boleh mengenakan apapun di dada kalian"


"Apa?!" Nissa langsung kaget mendengar hal itu.


"Iya, ini penting untuk membuat sang bayi menyatu dengan perasaan orang tua nya, biarkan sang bayi mendengar suara detak jantung kalian, dan merasakan kehangatan kulit kalian, jadi lakukanlah itu selama lima menit, dan lakukan itu secara bergantian ya, setelah itu baru beri si kembar dengan asi"


"Baik suster"


"Baiklah, kalau begitu saya tinggal ya, Permisi"


Setelah suster keluar dari kamar, Ben pun mengunci pintu kamar inap itu.


"Kenapa di kunci?" Tanya Nissa.


"Memangnya aku mau ada orang lain yang melihat kamu tanpa apa - apa?!! Bisa saja Suster atau dokter masuk tiba - tiba" Jelas Ben.


Lalu dimulai lah hal itu, Nissa memegang Edgar di tangan nya, Ben sudah melepaskan pakaian Nissa serta dalamnya sehingga bagian tubuh atas Nissa tanpa helai apapun. Nissa membaringkan Edgar di tubuh Nissa, serta membiarkan Edgar merasakan kehangatan kulit nya.


"Jangan pandangi aku begitu, aku malu Ben!!" Nissa merasakan tatapan yang kuat dari Ben ke arah nya.


"Aku memperhatikan mu, supaya bisa membaringkan Edmund, aku harus tahu cara nya" Ben pun melakukan hal yang persis sama seperti yang Nissa lakukan.


"Hmm, bicara apa ya? Ah! Edmund sayang, selamat datang di dunia ini, papa senang sekali kamu sudah lahir, kamu juga akan bertemu dengan kakak kamu Adel dan Abang kalian Collin, kalian pasti akan senang punya kakak dan Abang seperti mereka" Ucap Ben kepada Edmund.


"Papa benar, untuk Edgar juga Selamat datang ke dunia ini ya, mama senang sekali kalian bisa lahir dengan selamat. Mama kesulitan untuk mengeluarkan kalian, tapi karena ada papa kalian serta mama ingin melihat wajah anak mama ini, mama bisa berjuang dengan kuat" Ucap Nissa.


Nissa dan Ben secara bergiliran melakukan hal itu kepada si kembar. Hingga akhirnya si kembar bisa mengeluarkan suara mereka dan menangis seperti normal nya anak bayi yang baru lahir. Suara Edgar sudah mulai terdengar keras, namun Edmund masih belum bisa bersuara dengan keras, meski begitu Edmund sudah bisa menangis dengan normal nya.


Demi menjaga suhu tubuh si kembar, Ben dan Nissa mengembalikan si kembar ke box mereka. Nissa menutup semua pakaian nya dengan cepat.


"Nggak perlu malu, aku sudah pernah melihat dan merasakan nya semua" Ucap Ben sambil menggoda Nissa.


"Ugh! Dasar nggak tahu malu" Protes Nissa.


Ben hanya tertawa dengan keras saat melihat Nissa berbicara begitu.


"Kamu sudah berusaha keras suami ku" Ucap Nissa sambil tersenyum.


.

__ADS_1


.


.



.


.


.


"Kamu juga istriku, kamu sudah berusaha keras"


Nissa merasakan bahwa perjuangan seorang ibu saat hamil dan melahirkan itu tidak lah mudah, tapi Nissa bersyukur memiliki suami seperti Ben yang selalu sigap dan perhatian kepada dirinya dikala ia hamil dan melahirkan. Bahkan ketika Nissa mengidam dengan konyol, Ben selalu saja punya cara nya untuk memenuhi permintaan Nissa.


Ben tak pernah menolak permintaan nya, dan tak pernah mengeluh di hadapan nya. Kebaikan Ben yang seperti langit kadang membuat Nissa takut suatu saat langit itu akan runtuh menimpa nya, karena ia pernah gagal dalam membina rumah tangga, ada rasa takut yang selalu membuat nya gelisah. Namun seperti saat ini, sekarang....Ben yang ada di hadapannya dengan mudah mengusir semua gelisah nya.


"Ah! waktunya memberi asi kepada si kembar" Seru Nissa.


Ben menggendong si kembar dengan kedua tangan nya.


"Hati - hati" ucap Nissa.


"Baik"


Lalu Ben menyerahkan si kembar ke tangan Nissa. Pertama Ben menyerahkan Edgar lalu di susul dengan Edmund. Nissa meletakkan kedua nya di kedua tangan nya.


"Tolong buka kan kancing nya" Ucap Nissa kepada Ben sambil malu - malu"


"Sudah ku bilang tak perlu malu.."


"Oke cukup" Sergah Nissa dengan cepat"


Ben kemudian menerima kode dari Nissa untuk membantu Nissa membuat si kembar bisa minum asi nya, namun....


"Ya ampun!!!"


-bersambung-

__ADS_1


..."Gelisah selalu ada dalam diri manusia, hal wajar namun menjadi racun dalam hati jika dipendam"....


__ADS_2