
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya author yang lain dengan judul "Pertemuan" dan "Cinta Ku Mafia Ku". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
Krakk...krakk...krakk....Bunyi rantai yang bergerak terus terdengar. Dalam sebuah ruangan gelap tanpa cahaya apapun, suara rantai itu menjadi teman dalam kegelapan.
"Edison Canvendish! Berhenti lah melawan dan serahkan data yang telah kamu curi itu!!"
.
.
.
.
.
.
Seorang prajurit wanita berada di hadapan Edison. Sudah lebih dari sebulan, Entah berapa lama ia berada di ruangan gelap itu, Edison sudah tak ingat sama sekali, yang ia inginkan hanya keluar dari tempat ini.
"Jika kau semakin melawan, kau akan habis, sayang saja aku tidak diperbolehkan membunuh mu, Mr.frank terlalu baik pada tikus seperti mu!!"
Edison hampir tak bisa melawan perkataan wanita itu karena ia sangat lelah. Tubuhnya berada dalam kursi yang mengikat seluruh tangan dan kaki nya dengan rantai. Wajah lebam yang setiap hari disiksa, tak jarang ia tak diberi makan dan minum. Setidaknya Edison berhasil menyimpan data penting nya, sehingga Mr. Frank akan membiarkan nya hidup.
Edison terus berharap bantuan akan datang padanya, ia menunggu kedatangan Ben untuk menyelamatkan nya namun Ben tak kunjung datang. Edison sudah menyembunyikan data dan kode rahasia, tampaknya hal itu belum berhasil Ben pecahkan sama sekali.
"Aku ingin segera memenggal kepala yang sombong itu! Kau itu hanya perlu menuruti Mr. Frank, kau akan selamat jika menurut kepada nya! Bahkan keluarga Canvendish mu yang agung bersama si silver itu, tak bisa menemukan tempat ini"
Benar sekali, sebuah kastil di tengah danau di Milan, hanya anak buah Mr.frank yang tahu keberadaan kastil ini, untuk memasuki Milan tanpa ketahuan oleh Mr. Frank itu adalah mustahil.
__ADS_1
"Yang pasti aku tidak akan mau berkhianat lagi!!" Jawab Edison.
Inilah bentuk penebusan dosa nya kepada sahabat nya. Sahabat yang ia kira telah mengkhianati nya ternyata selama ini menjaga kekasihnya dan memperhatikan nya dengan baik. Ia terllau berdosa untuk melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
Plakkkk..."Brengsek!! Berani sekali tahanan seperti mu memandangi ku dengan kurang ajar!!" Prajurit wanita itu menampar keras wajah Edison yang sudah bonyok tak berbentuk itu.
Ya Tuhan....apa aku akan mati? Apa aku akan mati disini? Mungkin ini hal yang terbaik buat ku, karena telah tega membuat anak ku tak bisa lahir dan membiarkan wanita yang kucintai mengalami penderitaan yang berat, tapi Tuhan, jika saja...jika saja engkau mau memberikan kesempatan sekali lagi padaku, aku ingin menemui Lyra sebelum ajal menjemput ku....
.
.
.
.
"Boss! Kami sudah berhasil memecahkan kode rumah Tuan Canvendish, Semua berkas yang ada juga berhasil ditemukan di setiap sudut, serta ada satu halaman penuh kode yang tidak bisa kami pecah kan" Anak buah Ben melapor kepada Ben melalui video call, karena Ben harus bekerja di rumah dan stay di rumah, ia harus siaga karena dalam lima hari lagi, istrinya akan melahirkan.
"Kalian ini bagaimana sih?! Sudah hampir empat bulan kalian baru bisa memecahkan kode itu, dan sekarang masih ada satu kode yang belum beres?!!! Kenapa kalian tidak kompeten begini?!!" Bentak Ben dengan kesal.
Ben takut terjadi hal buruk kepada Edison. Ini sudah lebih dari tiga bulan kepergian Edison, namun tak ada kabar apapun dari Edison, bahkan tanda - tanda keberadaan Edison juga tak Ben ketahui.
Ben kemungkinan besar merasa ia bisa menerjemahkan kode tersebut.
"Baiklah, kirim saja kode itu biar aku lihat dulu, dan bagaimana dengan Dewina serta Mr. Frank?" Tanya Ben.
"Dewina berhasil kami temui sedang dalam keadaan gawat karena overdosis narkoba, kami segera melarikan nya ke rumah sakit kita, lalu Mr.frank belum ada pergerakan khusus dari nya, bahkan ia tidak mengunjungi Milan sama sekali"
Aneh....jika Edison ditangkap di Milan, tak seharusnya mr. Frank tak melakukan pergerakan apapun.
"Kalau Dewina sudah berhasil membaik, segera pindahkan ke rumah tahanan kita, jaga keamanan jangan biarkan ada yang bisa membawa nya, kita akan jadikan ia tahanan agar Mr. Frank menyerahkan Edison pada kita"
"Baik boss!!"
Ben lalu beralih ke Lyra, sejak tadi video call itu dilakukan oleh tiga pihak, Ben, Lyra dan anak buah nya. Lyra tak bisa menahan air mata nya, ketika tahu Edison menghilang, rasanya cinta nya masih belum cukup untuk ia lenyap kan selama kehidupan baru yang ia jalani. Saat ia menikmati hidup barunya, terkadang ia memikirkan keberadaan Edison tapi ia tak menyangka Edison akan bernasib seperti ini.
"Lyra? Apa kau baik - baik saja?" tanya Ben.
Lyra tak bisa menjawab hanya menggeleng saja, ia ingin menemukan Edison. Entah kenapa hatinya merasa ia harus menemukan Edison.
__ADS_1
"Ben aku akan pulang sebentar ke Paris" Ucap Lyra.
"Tidak perlu, nikmati saja hidup mu, bukan kah kau ingin mencari kebahagiaan mu lagi?"
"Tapi Ben, jika kita bersatu kekuatan kita akan lebih besar, kita harus segera menemui Edison, entah kenapa perasaan ku tak enak, Aku merasakan hal buruk"
"Tapi Lyra, kami tak ingin melibatkan kau dalam hal ini, Edison sendiri yang...."
"Kami setuju dengan nona Lyra Boss, nona Lyra bisa mengisi kekosongan kepemimpinan kita, soalnya Boss kan akan sibuk dengan kelahiran anak boss dalam beberapa hari lagi"
Anak buah Ben merasa gagasan dari Lyra adalah yang terbaik, Lyra sangat pandai dalam perencanaan taktik dan membaca kode - kode serta sandi yang dibuat. Lyra telah menguasai lebih dari lima puluh kode sandi dan semua bisa dengan mudah ia pecahkan.
"Baiklah, tapi ingat Lyra, jangan memaksakan diri mu, aku akan segera turun jika kau butuh bantuan"
"Baik Ben"
Drap..drap....pelayan nya berlarian di belakang Ben.
"Rumah mu sangat sibuk ya" Ucap Lyra sambil tertawa.
"Yah, soalnya aku memakai ruang keluarga untuk video call, ruang kerja ku harus dibersihkan karena Collin menumpahkan banyak bedak di ruangan ku"
Drap....drapp....kali ini pelayan yang lain juga berlari di belakang Ben.
"Sesibuk apa sebenarnya pelayan kalian itu?"
"Entahlah"
Drap.....drap.....kali ini pelayan Ben membawa banyak barang dan tas.
"Kalian ini kenapa?! Aku sedang melakukan rapat!!" Bentak Ben dengan kesal.
"Itu tuan!! Nyonya!! Nyonya mau melahirkan!!"
"Apa?!!"
-bersambung-
..."Orang akan mengingat Dosa nya di saat terakhir hidupnya"...
__ADS_1