
Ben sudah pernah beberapa kali melihat benda yang Lyra tunjukkan kepada nya. Meski sudah melihat nya beberapa kali ia masih saja selalu terkejut apalagi kini Lyra menunjukkan kepada nya.
"Lyra... benarkah ini.... "
"Ya!! dua garis!"
"Aku tahu artinya!! "
Testpack yang sedang Lyra tunjukkan kepada Ben adalah harta nya sekaligus rahasia yang telah ia sembunyikan dari Ed.
"Ed belum tahu kan? " Tanya Ben kepada Lyra.
"Aku tidak mau dia menikahi ku hanya karena bayi ini, Apa yang harus kulakukan?!! "
Isak tangis dari Lyra tak bisa ia bendung lagi. Diantara banyak nya orang yang ia kenal, Lyra hanya ingin berbagi kesedihan nya dengan Ben karena Ben adalah orang yang bisa ia percaya. Karena Ben selalu seperti itu tanpa pernah mengingkari janji nya.
"Oh Lyra... kau harus tahu bahwa Ed sungguh mencintai mu, kita tahu bahwa dia.. "
"Ben!! "
Lyra menghentikan ucapan Ben dengan nada yang sangat tegas.
"Jika dia mencintai ku, kenapa lamaran itu belum terjadi? Kenapa dia tidak menyegerakan pernikahan kita padahal untuk meminta restu saja sesulit itu lalu kenapa dia menggantung ku dengan sebuah status tunangan nya?!! "
"Lyra mungkin Ed hanya tidak tahu atau merasa kau masih belum siap, apa kalian sudah pernah membicarakan hal ini? "
Raut wajah Lyra kini kembali dengan kesedihan, seolah semua perasaan yang ia pendam terus tertahan kini semua nya mengalir keluar begitu saja.
"Kau kira aku tidak mencoba membicarakan hal ini? setiap aku bicara kan dia selalu kabur? Aku merasa seperti pengemis yang meminta sebuah pernikahan dari tunangan nya"
Pengemis...
Itulah yang Lyra rasakan ketika ia harus memohon mohon kepada Ed tentang pernikahan. Lyra mencoba segala cara dari pembicaraan santai maupun sedikit meminta. Lyra mengatakan ingin sekali pernikahan mereka disegerakan tapi Lyra tak berdaya ketika Ed tak menanggapi sama sekali ucapan nya.
"Aku tidak ingin anak ini jadi alasan pernikahan kami, aku sungguh bisa membesarkan nya sendiri, Aku berjanji pada diriku bahwa kali ini pasti akan berhasil tapi aku juga ingin anak ini dibesarkan oleh orang tua nya dengan cinta"
"Masalah anak ini, siapa - siapa yang tahu masalah ini? Apa kau sudah membicarakan nya kepada orang lain? "
Ben tidak ingin hal ini menjadi berita besar karena itu akan berdampak buruk bagi kesehatan psikis Lyra.
"Kau dan Johnny yang tahu hal ini"
__ADS_1
"Johnny? Siapa Johnny? "
"Dokter yang memeriksa ku, kebetulan sebulan yang lalu dia kembali dari pulau, dia langsung tahu bahwa aku hamil dan membantu ku memeriksa bayi ini"
Lyra mengelus perut nya, kini ada sebuah kehidupan kecil dari dalam tubuh nya. Harta nya serta nyawa nya. Bayi yang kini sudah hampir memasuki empat bulan itu kini menjadi harta yang tak ternilai bagi nya.
"kau tidak boleh stress Lyra, jika kau tidak ingin kejadian dulu terulang kembali, setelah kulihat lagi memang di bagian perut mu agak sedikit berbeda"
Ben baru sadar akan hal itu setelah mengetahui bahwa ada bayi di dalam perut Lyra.
"Kini akan berbeda Ben, aku bersumpah akan melahirkan bayi ini dengan selamat dan sehat tapi aku bingung apakah aku harus mengatakan nya kepada Ed atau tidak?"
Ben berfikir kembali untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi.
"Untuk sekarang kamu diam saja dulu, aku akan mencoba berbicara kepada Ed, tenang lah kali ini kita semua pasti bisa bahagia"
Sebuah kata penyemangat dari Ben mengubah hati nya. Lyra mulai merasa yakin bahwa kini giliran nya untuk bahagia.
.
.
.
"Ada apa? "
"Ada tamu tuan"
Ed memasang wajah malas dan menjawab...
"Aku tidak ingin menerima tamu"
"Ini aku"
Ben langsung memasuki ruang kerja Ed tanpa permisi. Ben tahu Gerrard kesulitan untuk mengusir nya dari rumah itu, meskipun tuan nya tidak ingin menerima tamu.
"Pulang lah aku sedang tidak mood bicara dengan mu"
"Lyra barusan menemui ku"
Ed langsung berdiri dari kursi nya dan menatap dengan terkejut ke arah Ben.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan nya? dia mengabaikan semua pesan dan telfon ku... aku merasa frustasi.. Ben aku tidak tahu harus bagaimana?!!"
Ben bisa melihat Ed yang hampir gila, mata nya terlihat kurang tidur dan wajah nya dalam kondisi tidak baik. Ben tahu bahwa Ed sangat mencintai Lyra namun kenapa Ed tidak bisa tahu apa yang diinginkan Lyra.
"Lyra bilang kau dan Marley berusaha untuk membuat ku makan malam dengan Marley, kenapa? "
"Marley hanya ingin berbicara dengan mu dan jika aku bisa mengajak mu aku akan mendapatkan apa yang ku mau dari Marley"
"Kau menyukai Marley? "
Brakkk!!! Ed memukul meja nya dengan sekuat tenaga yang ia punya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu bicara seperti itu lagi padaku! Kau harus tau mana yang boleh kau ucapkan dan tidak boleh kau ucapkan. Cinta ku pada Lyra bukan hal yang bisa ku dustakan dengan menyukai wanita lain!! "
Ben bisa melihat kemarahan dari wajah Ed saat ini. Wajah nya yang putih terlihat membara bersama amarah yang ia perlihatkan.
"Lalu kenapa kau memperlakukan Lyra seperti itu di hadapan wanita lain? Kau kira bagaimana perasaan Lyra... "
"Ini demi dirinya juga!!! Aku melakukan semua nya demi Lyra!! " Teriak Ed.
Ed kembali berteriak karena merasa kesal dan dirinya semakin terlihat kacau.
"Apa maksud mu? "
"Demi hadiah ku untuk lyra, demi keinginan Lyra aku ingin memberikan segala nya yang dia ingin kan, dan Marley punya semua hadiah itu dan aku memerlukan nya! Aku harus membuat wanita itu memberikan apa yang ku mau"
Ben sedikit mengerti namun hadiah yang Ed maksud membuat nya semakin bingung.
"Hadiah apa yang kau maksud? "
"Cincin pernikahan.... cincin air mata surga dengan batu berlian merah muda yang Lyra ingin kan sebagai cincin pernikahan, cincin peninggalan Kekaisaran prancis, yang sudah di lelang dan pemilik cincin itu adalah Marley".
Ben tahu pasti yang Lyra ingin kan bukan cincin itu melainkan pernikahan itu sendiri.
"Apa Lyra sungguh meminta mu untuk cincin itu? "
"Apa?! tentu saja?! Lyra bilang dia ingin pernikahan ! apalagi pernikahan dengan cincin itu!"
Ben menggelengkan kepala nya, ia sangat kesal dengan ketidak pekaan sahabat ny itu.
"Bukan cincin itu yang ia ingin kan tapi pernikahan. Cincin itu hanya contoh bahwa ia ingin pernikahan dengan sebuah cincin, apa kau tidak paham akan hal itu? "
__ADS_1
Ed baru tersadar bahwa yang diinginkan Lyra bukan lah sebuah cincin pernikahan tapi yang diinginkan Lyra adalah sebuah pernikahan itu sendiri.
-bersambung-