
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
...*...
...*...
...*...
Pekan Olahraga perusahaan M sudah memasuki final yang dinantikan oleh semua orang. Acara yang paling ditunggu dan sebagai penutup selesai nya acara, yaitu lomba lari antar tim. Setiap tim diwakili oleh empat orang yang akan mengoperkan tongkat kepada teman setim nya. Acara itu bisa dikatakan sebagai acara Atletik di perusahaan itu.
Ben sedang bersiap - siap untuk lari, Nissa masih memijat bahu Ben dengan kuat.
"Sakit !!" Ucap Ben tiba - tiba.
"Maaf kan aku, Sayang....Aku tidak sengaja...Aku hanya....hanya gugup"
Nissa merasa bahwa saat ini seperti dia yang akan berlari, meski ini hanya perlombaan biasa, namun Nissa khawatir jika Ben akan kalah.
"Tenang saja Nyonya, Boss tidak kalah hebat saat berlari, cuma....baru tahun ini saja Boss bersikeras ingin ikut semua perlombaan termasuk lari ini"
Salah satu rekan satu tim Ben ikut menenangkan Nissa.
"Apa biasanya suami ku tidak pernah ikut?"
"Jangan kan ikut nyonya, biasanya tuan akan pulang duluan sebelum perlombaan ini dimulai"
"Aku hanya ingin cepat pulang ke rumah" Jawab Ben merasa tuduhan itu tidak benar.
Nissa tahu betapa perhatian nya Ben kepada dirinya, Ben pasti akan pulang ke rumah secepat yang ia bisa jika tidak hal penting lain nya, meski Nissa terkadang ingin Ben sedikit lebih egois dan banyak bergaul dengan rekan di perusahaan.
Perlombaan pun dimulai, Ben bersiap pada lintasan terakhir. Berbeda dengan Ben, Anthony dan Kate berada di Lintasan pertama. Sebelum bunyi tembakan yang menandakan bahwa start di mulai, Ben memandang ke arah Nissa dan tersenyum dengan cerah. Lalu dari bibir Ben yang cerah secerah ceri itu, melayangkan sebuah kecupan untuk Nissa.
Nissa membalas kecupan itu dengan senyum cerah dan berteriak menyemangati Ben dengan suara yang kencang. Saat masa - masa sekolah nya dulu, Nissa belum pernah menyemangati seorang pria saat berlomba basket. Disaat teman - teman sekelas nya yang perempuan berteriak menyemangati senior yang berlomba, Nissa hanya melihat nya saja.
Ketika mengingat hal itu, Nissa baru sadar....mungkin seperti inilah rasa nya memberikan dukungan kepada orang yang kita sukai. Nissa tak kalah semangat nya dari yang lain dan memberikan dukungan dengan sekuat tenaga.
"Ben!! Ayo Ben!! Collin !! Edgar!! Edmund !! Lihat Papa sedang berlomba !!"
Nissa sangat merasa semangat dan bahagia, terutama ketika giliran Ben berlari. Tongkat yang dibawa Ben terlihat begitu menyilaukan mata. Keringat Ben yang menetes deras terlihat begitu sexy dengan wajah nya yang berlari kencang.
"Yeaaayyy!!!"
Tim Ben berhasil memenangkan perlombaan dan mengambil juara pertama dengan jarak yang cukup jauh, Ben menyalip tim lain dengan cepat dengan kaki panjang nya.
Sebelum panitia memberikan mendali, Ben berlari ke arah penonton dan memeluk istri nya dengan erat.
"Selamat ya!! Kamu memang hebat Benedict!!" Ucap Nissa dengan bangga.
"Tentu saja! Aku harus kelihatan hebat di depan istri dan anak - anak ku"
__ADS_1
Prok....prokk...prokkk....Semua orang bertepuk tangan untuk Ben dan Nissa yang terlihat begitu romantis itu.
.
.
.
Setibanya di rumah....
"Aku bawa anak - anak dulu ke kamar" Ucap Ben sambil membawa si kembar di kedua tangan nya.
Colin yang tertidur lelap Nissa bawa ke kamar Collin dan menidurkan nya di ranjang. Rasa gerah membuat Nissa ingin segera mandi dan menuju ke kamar mandi.
Ketika ingin membuka kancing baju nya, Ben masuk dan segera mencium Nissa dengan dalam.
"B...be...Ben"
"Terimakasih sudah datang menyemangati ku"
"Sama - sama? Tapi kenapa kamu masuk begini? Aku mau mandi !"
"Aku tahu!!"
"Kalau begitu keluar dong, Aku mau mandi"
Srakkk.....
"Dingin" Ucap Nissa.
"Maaf, Aku ganti ke air hangat"
Ben segera mengatur ke air hangat, lalu ketika melihat baju Nissa yang melekat ke tubuh itu layak nya kulit asli dari istrinya, Ben terbuai.
"Aku tidak tahan lagi" Ucap Ben.
Ben segera mencium Nissa dengan buas dan dahaga yang besar di bawah air shower yang masih terus hidup. Tangan Ben terus berjalan dan memeluk Nissa dengan penuh damba dan berhasil menanggalkan beberapa kancing baju Nissa.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Ben melepaskan ciuman nya dan sedikit berbisik ke arah Nissa dan berkata....
"Malam ini bolehkah aku meminta hak ku?"
"Hak mu?"
"Ya, Hak ku yang harus nya milik ku"
"Apa itu?"
"Dirimu" Ucap Ben dengan mantap.
Tak perlu kata yang keluar, hanya ada tatapan mata yang dalam membuat mereka saling mengerti satu sama lain. Satu anggukan dari kepala Nissa membuat semua buaian itu menjadi intensitas luar biasa di bawah shower yang hangat. Hangat nya air membuat tubuh mereka semakin mendidih dan uap pun terus bertambah dalam kamar mandi itu.
"B..Ben... Bagaimana dengan mandi? Aku mau mandi" Nissa mengacaukan semua kegilaan yang Ben rasakan.
"Nanti" Ben lanjut mencium Nissa dan menanggalkan semua pakaian.
"Tapi aku sangat ingin mandi"
Srakkk....Ben menekan Nissa dengan erat ke dinding dan menatap Nissa dengan panas.
"Aku sekarang sangat ingin memiliki mu, Aku akan kehilangan kesabaran ku jika kamu masih bersikap begini"
"Aku hanya mau mandi" Nissa memasang wajah melas nya.
"Nanti...Aku akan memandikan mu sampai kamu bersih"
Nissa merasa sangat malu dan berpaling sedikit, namun belum sempat ia berpaling, Ben segera menangkap wajah Nissa dan mencium nya kembali dengan rasa panas yang lebih besar dan lebih dalam.
"Ben...dekap aku lebih erat"
"Hal yang akan selalu kamu miliki, Istri ku sayang"
Ben merapatkan diri dengan cepat dan mendekap Nissa lebih erat. Nissa berpegangan dengan kuat di tubuh Ben dan meninggalkan beberapa bekas di kulit dan tubuh kekar Ben yang luar biasa.
"Be...ben....Aku sudah...ti..tidak sanggup" Ucap Nissa dengan terengah-engah.
"Sebentar lagi sayang, Aku akan selesai dengan cepat....sekarang berpegang lah dengan erat padaku"
Nissa segera menuruti hal itu dan berpegangan dengan erat kepada Ben dan memeluk Ben seerat yang ia bisa. Setiap sentuhan Nissa semakin membuat irama pergerakan semakin besar dan cepat. Nissa cukup sulit untuk menahan nya sambil berdiri, Ben terasa lebih hebat dari biasanya.
"Ben....Aku sudah mencapai batas ku"
"Aku juga"
Suara ******* besar mengakhiri semua intensitas itu dan mereka saling berpelukan untuk merasakan tubuh masing - masing.
__ADS_1
-bersambung-
..." Istimewa itu relatif, tergantung dari siapa yang dianggap istimewa"...