Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 154 - LYRA BAGI ED


__ADS_3

Malam itu setelah ia pulang dari rumah Lyra, Ed tak bisa sedikit pun menutup mata nya. Setiap ia menutup mata hanya wajah sedih Lyra yang ia bayang kan. Ed tidak mengerti kenapa Lyra memarahi nya, padahal ia sudah berkali - kali mengatakan tak ada hubungan apapun antara dirinya dan Marley. Sekarang selain hatinya yang sakit ia juga terbakar cemburu dan penasaran hubungan seperti apa yang Lyra miliki dengan Johnny.


"Sial!! Mata ku tidak mau terpejam!! "


Ed memanggil pelayan nya untuk membuatkan minuman herbal hangat dengan harapan dapat membantu nya tidur namun hal itu tidak membantu sama sekali.


Ed pun mengambil handphone nya dan mulai menghubungi seseorang.


"Kau Gila?!!! Kau pikir ini jam berapa?!! Seenak nya menelfon orang jam segini!!! "


Suara teriakan dari telfon itu cukup mengejutkan Ed dan membuat nya melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul dua subuh.


"Maaf Marley tapi aku ingin tahu berapa lama lagi... "


"Ed! bukan kah kau keterlaluan?! selain mengganggu waktu tidur ku tapi kau juga tidak bisa mengurus perjanjian kita"


"Tapi aku sudah mengajak nya sesuai perjanjian tapi dalam perjanjian kan tidak menyuruh ku untuk berhasil membuat ben makan malam dengan mu?! "


"Hah Gila! apa kau akan terus melanjutkan telfon ini? "


Ed merasa bahwa ia perlu menyegerakan perjanjian nya.


"Baiklah seminggu lagi mungkin bisa, jika sudah beres aku akan menghubungi mu kembali. "


"Apa?!!! Seminggu terlalu lama!!!!! "


Amarah Ed mulai memuncak mengingat waktu yang ia miliki tidak lama lagi.


"Seminggu lagi atau tidak sama sekali" ucap Marley dengan tegas.


Mau tidak mau Ed hanya bisa menyetujui hal itu dan mengiyakan.


"Tapi kau harus bersumpah bahwa seminggu itu sudah beres dan... "


"Dasar Gila!! aku bersumpah!! Puas? dan sekarang biarkan aku tidur brengsek!!! "


Marley yang hilang kesabaran pun menutup telfon nya dengan kesal.


Ed mengambil jubah tidur nya dan memasangkan ke tubuh nya yang sejak tadi mulai terasa dingin. Ia mulai memandang foto - foto di kamar nya. foto nya bersama Lyra selalu menjadi foto terbanyak yang ia pajang di dalam kamar nya. Ed pun mengambil sebuah foto dengan bingkai kecil. Foto Lyra dengan sebuah topi dengan latar pantai dan senyum Lyra yang merekah dengan indah membuat hati Ed bahagia.


"Jika aku bisa membuat mu tersenyum seperti ini selama hidup mu, Aku rela memberikan apapun yang ku miliki"

__ADS_1


Ed yang sejak tadi tak bisa tidur mulai menyibukkan diri dan membuat para pelayan nya yang mengantuk ikut bangun karena mendengar langkah kaki tuan mereka yang ribut sejak dini hari.


"Kenapa kalian bangun ? tidur lah lagi" ucap Ed yang melihat para pelayan nya dengan pakaian tidur keluar kamar dan memperhatikan Ed dengan wajah bingung.


"Saya mohon maaf tuan, apa ada hal mendesak yang terjadi? kenapa anda bangun jam segini? "


"oh Gerard, tidur lah lagi aku hanya tidak bisa tidur"


"Saya rasa saya juga begitu tuan, apa anda butuh sesuatu? "


"Kalau begitu tolong hubungi seseorang untuk menyelidiki Joinnya seseorang dengan nama itu yang memiliki hubungan dengan wanita ku"


"Wanita anda? "


Ed memandang Gerard dengan kesal.


"Dia calon nyonya rumah ini dan ingat nama dia dengan baik"


"Baik saya akan ingat nama lady Lyra dengan baik"


Gerard yang masih mengantuk itu merasa sedikit menyesal menawarkan bantuan ketimbang tidur kembali.


.


.


.


Gerard menyajikan sarapan di ruang kerja Ed. Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi dan semalam Ed tak kunjung tidur.


"Apa sudah ketemu? "


"Ketemu apa nya tuan? "


"Tugas yang ku berikan padamu!! "


"Tentang Johnny! Baik akan saya ambilkan data nya"


Karena waktu nya sangat mepet yang bisa mereka temukan tidak lah banyak data mengenai Johnny. Satu hal yang bisa dikonfirmasi adalah Johnny adalah seorang dokter dan sering menjadi relawan di berbagai daerah kota - kota kecil dan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis. Johnny dan Lyra sudah kenal sejak beberapa tahun yang lalu sejak putus nya Lyra dan Ed.


"Hanya satu lembar? "

__ADS_1


Ed mempertanyakan mengapa laporan itu hanya ada satu lembar yang bahkan tak penuh satu halaman.


"Tentu saja, dalam waktu beberapa jam hanya bisa segitu data yang mereka kumpulkan, jika tuan memberikan waktu seminggu lagi mungkin... "


"Seminggu!! seminggu!! seminggu!!! kenapa kalian suka sekali memberikan aku waktu seminggu?!!! Aku mau data mengenai orang ini dikumpulkan dengan 10 lembar lengkap dalam waktu satu hari, aku mau besok data itu sudah di hadapan ku! paham? "


"Baik tuan akan saya beritahu mereka"


Ed mulai khawatir bahwa Johnny adalah mantan Lyra. Saat mereka berpisah dalam waktu yang lama bagaimana mungkin Lyra yang secantik itu bisa tidak memiliki pria dalam hidup nya. Ed mulai membakar api cemburu di dalam hati nya.


"Sedikit lagi... tapi ini belum waktu nya, maafkan aku Lyra... aku tahu kamu menginginkan sebuah lamaran dan pernikahan tapi aku tidak mampu mewujudkan nya"


Gerard yang sejak tadi di sana baru mengerti rasa gelisah yang dirasakan oleh tuan nya. Gerard paham kenapa tuan nya bersikap seperti itu. Semua itu berawal dari dua minggu yang lalu. Takdir terlalu kejam terhadap tuan nya yang begitu mencintai Lady Lyra.


"Apa anda sudah mengatakan semua nya kepada Lady tuan? "


"Apa maksud nya itu?! "


"Semua harus diucapkan tuan dan dibicarakan antara kedua pasangan agar tidak ada salah paham, bukan kah Lady Lyra juga bukan orang yang tidak akan mendengar percakapan orang lain? Anda harus menceritakan nya"


"Bagaimana bisa aku mengatakan pada nya hal itu?!! Dia akan membenci ku!! Semua nya akan hancur jika ku katakan pada Lyra"


"Meski begitu kalian bisa mencari solusi nya bersama ketimbang begini...


Brakkkk!!! ed memukul meja nya dengan kuat dan menatap Gerard dengan tatapan marah.


" Lyra adalah satu - satu nya kesempurnaan dalam hidup ku!! Kau kira dia akan memaafkan hal itu? "


"Saya yakin Lady akan mengerti tuan"


"Tapi aku yang tidak bisa menerima semua hal ini!! Aku yang tidak bisa menerima nya Gerard apalagi dia masih marah meskipun aku sudah mengatakan aku tidak punya hubungan dengan wanita lain"


"Apa anda membela nona Marley di depan Lady? "


"Iya karena kesepakatan ku dengan Marley..."


"Apa Lady tahu anda punya kesepakatan dengan nona Marley? "


"Tidak lah mana mungkin aku bilang"


"Nah wajar saja jika Lady marah karena dia tidak tahu situasi anda sama sekali dan anda tidak menjelaskan dengan jujur, Tuan di dunia ini ada yang nama nya Timing. Jika anda masih perduli segeralah untuk menjelaskan semua nya ketimbang mencari data orang bernama Johnny itu".

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2