Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 141 - MERAWAT MU


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....


.......


.......


.......


Nissa kini memapah Ben untuk masuk ke rumah. Nissa pelan - pelan dan penuh hati - hati membawa Ben. Namun tawa kecil keluar dari mulut Ben, Nissa pun menoleh.


"Apa yang lucu?"


"Yang terluka itu lengan ku bukan kaki ku, Rasa nya aneh melihat mu membawa ku dengan hati - hati padahal kaki ku baik - baik saja"


"Ah iya! "


Nissa pun melepaskan papahan nya namun tangan Ben segera menarik kembali tubuh Nissa agar merapat pada dirinya.


"Setelah ku fikir lagi, kaki ku juga sakit....Aku lebih suka jika istri ku membawa ku dengan hati - hati"


"Tuh kan apa ku bilang! Kamu harus hati - hati! Aku sangat lelah melihat mu begini"


Semua pelayan mereka hanya bisa tersenyum ikut bahagia melihat hal itu. Mereka selalu membiasakan diri melihat keromantisan mereka berdua.


Ben Sebenarnya tak merasakan sakit sama sekali terhadap kaki nya. Namun di perlakukan dengan manja dan penuh kasih sayang oleh sang istri membuat ia semakin bahagia. Tak ada salah nya menipu istri nya demi kebahagiaan yang ia ingin kan.


Saat makan malam tiba......


"Bisakah kalian menidurkan si kembar? Bagaimana dengan Collin?" Tanya Nissa kepada pelayan nya.


"Tenang saja Nyonya, Tuan Muda Collin sudah tidur dengan nyenyak begitu pula dengan Si kembar"


"Benarkah? Kalau begitu terimakasih"


Nissa sejak tadi memfokuskan diri merawat Ben. Ia memperhatikan Ben yang duduk maupun Ben yang sedang mengerjakan kerjaan nya kembali.


"Sayang! Ini sudah malam, Ayo kita makan malam, Dan malam ini istirahat lah lebih awal"


Ben pun mengangguk dan menutup Laptop nya. Ben kembali di papah oleh Nissa menuju ruang makan. Makan malam kali ini sudah Nissa pinta agar semua menu sesuai dengan kesukaan Ben.


"Malam ini makanan kesukaan ku semua?" Tanya Ben.

__ADS_1


"Tentu saja, Aku kan harus merawat mu"


"Istri ku yang terbaik"


Nissa hanya tersenyum mendengar pujian itu. Bukan karena Nissa tidak tertarik tapi ia tahu persis apa yang Ben rasakan saat ini. Rasa itu berupa bahagia dan kesempurnaan.


Nissa mengambilkan lauk dan hidangan lain ke piring Ben bahkan Nissa memotongkan makanan itu agar Ben mudah memakan nya. Bahkan tak jarang Nissa menyuapi Ben juga sambil Nissa ikut makan dari piring itu.


Setelah makan malam, Ben pun melihat Collin yang sudah terlelap dalam mimpi milik nya.


"Collin sangat perhatian sekali, Aku merasa sepertinya aku papa yang buruk untuk nya"


"Kenapa kamu berfikir begitu sayang?"


"Aku tak mampu menjaga Collin dan membiarkan Collin melihat ku terluka, itu bukan pemandangan yang bagus untuk anak - anak, Aku ingin anak - anak kita hanya melihat hal - hal yang indah saja"


Nisa pun duduk di samping Ben dan ikut memperhatikan Collin. Nissa kemudian bersandar di samping Ben tanpa menyentuh luka nya dan menggenggam tangan Ben.


"Collin itu anak yang kuat, sekali - sekali dia perlu mengalami hal itu, sebagai pembelajaran bagi nya, Aku juga yakin bahwa Collin menganggap mu adalah Papa yang terbaik, Papa yang rela memberikan segala nya demi keselamatan anak nya"


"Kamu bicara begitu, tapi tadi kamu kan yang malah memarahi ku karena khawatir?"


"Aku mengira tadi Collin terjatuh dari kuda atau terkena peluru"


Nissa hanya bisa merespon dengan wajah cemberut nya saja. Ia tahu Ben sangat menyayangi nya dan anak - anak tapi bukan berarti Nissa boleh bebas dari rasa khawatir.


"Aku kadang - kadang suka berdebar ketika melihat Collin tidur, wajah tidur nya itu mengingat kan ku pada mu, dia mirip sekali dengan mu"


"Benarkah? Menurut ku Collin mirip dengan mu"


"Tidak! Anak - anak kita itu hampir semua nya mirip dengan kamu, lihat aja si kembar, bahkan hidung nya yang mancung saja mirip dengan mu"


"Waaah berarti kita perlu membuat lagi satu yang mirip dengan mu, benar kan?"


"Tapi kamu harus sembuh dulu, baru bisa melakukan tugas itu"


Ben pun mengangguk dan akhirnya mereka pun tidur untuk segera mengakhiri percakapan mereka.


.


.

__ADS_1


.


Pukul 01:00 Malam


Nissa terbangun ketika merasakan punggung nya terasa dingin. Ia tak merasakan kehadiran Ben di belakang nya. Biasa nya Ben selalu memeluk nya dari belakang dan membuat punggung nya terasa hangat dalam dekapan Ben. Namun malam itu Nissa tak merasakan rasa hangat itu dan melihat sisi tempat tidur yang kosong.


Nissa memakai jubah tidur nya dan berjalan keluar kamar mencari Ben. Ia mencari ke balkon atas, ruang baca, ruang kerja, ruang tamu serta ruang makan. Nissa tak menemukan keberadaan tanda - tanda dari jejak Ben.


Akhirnya Nissa pun mencoba berjalan ke arah rumah keluarga yang merupakan tempat favorit Ben. Tempat yang menyimpan kenangan milik Ayah dan Ibu nya Ben. Dan benar sekali tebakan Nissa, suami nya berada disana karena lampu rumah itu menyala dengan terang nya.


Tok....tok....tok...


"Boleh Aku masuk?"


"Nissa?!" Ben pun membuka pintu dan membiarkan Nissa masuk. "Kenapa kamu bangun?"


"Aku melihat kamu tidak ada di samping ku"


"Seharusnya kamu tidur lagi"


"Jadi? Kenapa kamu disini malam - malam begini?"


"Aku hanya merindukan orang tua ku"


Nissa Tahu hal itu, mendekati peringatan kematian Ibu nya, Ben selalu merasa rindu dan menghabiskan waktu nya di rumah ini.


"Kenapa tidak besok saja kesini? Aku pasti akan menemani mu kesini, kita bisa sama - sama melihat ini" Ucap Nissa sambil melihat album - album foto itu.


"Aku hanya tidak sengaja terbangun, seperti nya luka ku berdarah lagi"


"Apa?!!"


Nissa mengecek luka Ben dan melihat darah yang keluar semakin banyak dan perban nya mulai tak mampu menyerap lagi darah itu.


"Kenapa sih baru bilang sekarang?!!!"


Nissa pun terburu - buru keluar dari rumah itu untuk mencari kotak obat. Ben ingin menghentikan Nissa dan ingin mengatakan bahwa ia baik - baik saja dan bisa menahan rasa sakit itu namun Nissa sudah keburu pergi terlebih dahulu.


"Nissa Aku baik - baik saja" Ucap Ben dengan pelan.


Ben kembali menatap album foto itu dengan seksama.

__ADS_1


"Ibu jika kamu masih ada, pasti kamu akan melihat kelucuan Collin hari ini, dan betapa aku bangga terhadap nya, Aku ingin sekali mengenal kan Collin dengan mu Ibu"


-bersambung-


__ADS_2