
Nissa terus menatap Collin dengan rasa khawatir. Sebagai seorang ibu yang memiliki empat orang anak tak menjadikan nya pandai dalam banyak hal. Terutama jika anak - anak nya sakit, Nissa selalu merasa lebih khawatir daripada siapapun.
"Collin tolong lihat mata mama sekali lagi"
Nissa berbicara dengan lembut agar anak nya mau mendengar kan apa yang ia katakan.
"..? " Collin pun memandang mama nya dengan penuh pertanyaan.
Wajah yang seratus persen cetakan dari papa nya itu terlihat memandang mama nya dengan penuh tanya dan rasa khawatir.
"Kamu sungguh sudah nggak sakit? "
Collin hanya menggeleng dengan cepat. Collin merasa bahagia mama nya segera datang ketika mendengar ia sakit perut. Papa nya sudah mengatakan bahwa Collin harus jadi anak pandai dan memainkan sebuah peran sebagai anak yang sakit jika ingin mama nya datang.
Collin dan Ben sudah berlatih berkali - kali agar misi mereka berhasil dengan sukses. Ben senang bahwa Nissa segera datang mengingat beberapa hari terakhir sangat susah melihat wajah istri nya. Ben yang bahagia masih harus menghadapi kemarahan Nissa yang menganggap Ben memberikan anak nya makanan sembarangan.
"Anak - anak itu perut nya sangat rentan dan makanan mereka harus dijaga" Ucap Nissa dengan nada yang datar.
Ben tahu Nissa cukup marah akan hal yang terjadi meski itu bukan sungguhan Ben bersedia di marahi Nissa asalkan bisa melihat istri nya berada di hadapan nya saat ini.
"Collin menginginkan Ice cream coklat, aku rasa jika makan sedikit saja tidak masalah tapi siapa yang tahu kalau Collin memakan habis ice cream nya"
Ben yang menjawab begitu semakin membuat Nissa sakit kepala lantaran seolah Ben tidak perduli pada kesehatan anak nya dan Nissa tahu suami nya bukan pria seperti itu.
Ben menidurkan kembali Edmund dan Edgar masih asik dengan susu botol nya. Nissa yang masih khawatir terus mengusap pipi Collin dengan penuh kelembutan.
"Mama sayang sama Collin, kalau kamu sakit mama yang lebih merasakan sakit, jadi kamu harus menjaga kesehatan supaya mama tidak sakit ya? "
"Kalau Edmund dan Edgar? Apa mama juga sedih?"
"Tentu saja! Mau kamu yang sakit, Kak Adel, Edgar atau Edmund, mama juga sedih dan sakit kalau melihat kalian sakit, karena kalian anak mama yang mama sayangi"
"Tapi kenapa mama suka marah dengan Collin? mama suka ninggalin Collin"
Nissa berusaha memahami perkataan collin. Anak nya itu jarang mengungkapkan pemikiran nya sama seperti papa nya. Nissa berusaha mengingat kembali apa yang terjadi. Masalah beberapa hari yang lalu, Nissa belum meminta maaf dengan benar terhadap Collin.
"Mama yang salah sayang"
__ADS_1
Nissa menggendong tubuh Collin dan memeluk nya dengan posisi duduk di kursi.
"Mama Minta maaf, saat itu bukan karena mama marah tapi mama khawatir melihat adik kamu terluka, mama sedikit berteriak dan membuat kamu takut kan? Mama Minta maaf ya sayang, kalau meninggalkan kamu, mama tidak pernah meninggalkan kamu sayang"
"Mama dari kemarin sibuk pergi tapi hanya bawa adik - adik saja, Collin kalau pergi harus di antar pergi tidak sama mama, tapi... tapi.... adik - adik nggak"
"Sayang... kamu lihat mama sini"
Nissa menyuruh anak nya melihat kedua mata nya dengan menarik wajah lembut itu dengan kedua tangan hangat nya.
"Bukan kah Collin punya kelas? Benar kan? Kelas bersama Mr. Howard"
"Benar"
"Kelas kamu itu mempelajari silsilah keluarga kita, etika, dan pelajaran lain agar kamu bisa jadi anak pintar dan berbakat, mama tidak mau mengganggu kelas kamu"
"Tapi mama! Mama bisa mengajar kan Collin semua"
"Mama tidak bisa sayang, karena mama bukan guru yang ahli, Mr. Howard lebih ahli dan kamu perlu belajar dengan Mr. Howard, kedepan nya mama janji tidak akan meninggalkan kamu tapi mama minta beberapa hari kedepan kamu tetap harus sabar ya karena tante Lyra dan Om Ed akan menikah, kamu juga punya tugas membawakan kelopak bunga, jadi mama minta kamu harus sabar ya"
"Baiklah, gitu dong anak mama yang pintar"
Nissa menghujani Collin dengan ciuman dan Collin menerima semua itu dengan tertawa.
.
.
.
Di perjalanan pulang....
Mobil Nissa dibawa oleh pelayan nya dan mereka sekeluarga kembali dalam satu mobil milik Ben. Nissa dan Ben di depan lalu anak - anak mereka di bagian belakang. Collin dan adik - adik nya tertidur dengan lelap bersama safety belt.
"Baru kali ini kamu bisa nggak fokus begini, sebenarnya kamu kenapa sih Ben? "
Nissa bertanya kepada suami nya yang sibuk menyetir mobil tanpa bicara. Ben tak menjawab pertanyaan itu dan masih asik menyetir mobil.
__ADS_1
"Ben"
".... "
"Kamu tahu aku sedang sibuk mempersiapkan pernikahan teman kamu, tapi kenapa kamu tidak bisa menjaga anak kita?! "
"Nissa kamu sangat sensitif, aku tahu kamu lelah tapi jangan lampiaskan kekesalan kamu pada ku!! "
Nissa sadar bahwa dirinya sangat kelelahan dan mungkin benar efek dari lelah nya membuat ia merasa sangat sensitif pada hal sekecil apapun itu. Nissa menyalahkan Ben atas apa yang terjadi padahal normal bagi orang untuk melakukan kesalahan.
"Tapi kamu sungguh keterlaluan kenapa kamu begitu ceroboh?!! "
"Nissa!!" Ben sedikit meninggikan suara nya dan membuat Nissa langsung diam.
"Aku sudah mengatakan kepada kamu sebelum kamu mengurus pernikahan mereka bahwa kamu pasti akan sibuk karena Lyra dan Ed sama sekali tidak pernah melakukan hal ini bahkan Ed tidak bisa di harapkan, pasti nya kamu dan Lyra yang akan di repot kan!! "
"Aku sudah tahu itu untuk apa kamu menegaskan lagi hal ini?!! " Nissa semakin marah.
"Kamu harus ingat sebelum mengurus pernikahan mereka, kamu itu istri ku dan ibu dari anak - anak ku! Coba ingat apa aja yang sudah kamu lalaikan gara - gara menguruskan pernikahan mereka? "
"Aku tidak melalaikan apapun!! " Nissa tidak ingat pernah melalaikan siapapun.
"Kamu tahu kenapa Collin bersikap begitu barusan? bahkan aku lihat tidur si kembar juga tidak teratur dan bahkan kebanyakan tidur yang membuat semua orang harus bangun malam - malam menidurkan mereka tapi mereka tidak mau tidur! Itu yang kamu bilang tidak lalai? "
Nissa berfikir sejenak... yang Ben katakan memang benar namun semua itu tidak ingin diakui oleh Nissa sama sekali.
"Anak - anak tidak teratur tidur nya itu wajar!! Lagian kamu melimpah kan semua pada ku?!! "
"Satu lagi yang kamu lupakan! Kamu ingat kapan terakhir kali menelfon Adel? Dan Kemarin adalah jadwal kunjungan kita tapi karena kamu sibuk aku berusaha pahami itu! Aku dan Collin mengunjungi Adel meski dia terus menanyakan di mana Mama nya!! Kita satu rumah tapi bahkan untuk bercerita begini saja kamu tidak punya waktu!! Lalu bagaimana lagi aku harus toleransi terhadap kamu?!!! "
.
.
.
#Bersambung
__ADS_1