Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 160 - ISTRI KU DIMONOPOLI


__ADS_3

Ben merasa hari nya kian semakin terasa gila. Dalam waktu tiga hari ini terasa sulit untuk menemui istri nya. Mereka hanya bertemu di atas ranjang namun Nissa selalu pulang lebih malam dari dirinya.


sore itu....


"Mana istri ku? " Ben bertanya kepada pelayan nya.


"Seperti biasa, nyonya sedang pergi bersama nyonya Lyra dan tuan Ed. "


Jawaban yang sama selalu di berikan oleh pelayan nya ketika Ben bertanya di mana keberadaan istri nya.


"Lalu anak - anak ku? "


"Tuan muda Edgar dan Edmund dibawa oleh nyonya pergi dan tuan muda Collin sedang menunggu snack time nya"


"Collin tidak dibawa istri ku? "


"Tidak tuan, karena tuan muda ada kelas etika jadi tuan muda akan pergi setelah selesai snack time nya"


Ben pun segera menemui Collin yang sudah siap duduk menunggu snack time nya. Waktu yang paling disukai oleh Collin.


"Hai, sayang" Ben menyapa Collin.


Karena senang melihat papa nya yang pulang lebih awal Collin pun turun dari kursi nya dan segera lari ke pelukan papa nya.


"Papa! Ayo nikmati snack time bersama"


"Apa menu nya ? "


"Pusing buah dan teh buah"


"Baiklah ayo kita sedih bersama teh nya"


Mereka menikmati hidangan sambil berbincang - bincang. Ben menanyakan kelas etika yang sedang di pelajari oleh anak nya. Collin menunjukkan cara menyapa orang lain dan penggunaan alat makan yang ada di hadapan Ben. Collin dengan serius menunjukkan etika yang ia pelajari di hadapan Ben.


"Luar biasa! Perfect! " Ben merasa bangga pada anak nya.


"Ini semua karena Mr. Howard sangat pandai mengajar"


Collin kembali bercerita apa - apa saja yang ia pelajari hingga akhirnya Collin berkata ia kangen dengan mama nya.


"Kapan mama pulang? Akhir - akhir ini mama sering tidak di rumah, mama hanya membawa Edgar dan Edmund tanpa membawa Collin" Ucap Collin sedih.


"Mama tidak membawa kamu, karena kamu ada kelas, jika tidak pasti kamu juga akan di ajak. "


"Tapi mama pergi dari pagi sampai malam"


Untuk hal itu Ben setuju. Bahkan Nissa lebih sibuk dari nya yang bekerja di perusahaan. Nissa menghabiskan waktu nya untuk mempersiapkan pernikahan Lyra dan Ed.


"Kamu sungguh kangen sama mama? " Tanya Ben kepada Collin.


"Iya, Collin mau cerita sama mama dan makan sama mama"


"Kalau begitu kamu harus siap - siap dan ikut papa ya"

__ADS_1


Collin mengikuti setiap arahan papa nya dan kemudian mereka pergi.


.


.


.


"Luar biasa sekali si kembar tidak bangun di dalam keributan ini"


Lyra merasa takjub melihat si kembar, mungkin karena ia akan segera jadi ibu, dirinya selalu merasa suka dengan melihat anak - anak terlebih ketika melihat si kembar yang sedang tidur saat ini. Hatinya merasa sangat hangat dan bahagia.


"Mereka bisa sangat rewel jika terbangun tapi syukur lah jika di bawa kemari mereka tidak merasa rewel"


Nissa sedang sibuk rapat dengan pihak WO membantu Lyra mengurus dekorasi dan masalah gaun pengantin. Dikarenakan Ed sibuk kerja dan mengurus pernikahan yang mendadak ini, beban kerja sebagai pengantin pria dilimpahkan kepada Nissa dan Lyra.


"Aku ingin sekali membuang Ed ke laut, melihat dia melimpahkan semua urusan nya kepada kita, kalau mencoba pakaian mempelai pria pun tidak bisa jangan berharap jadi suami ku!! "


Lyra benar - benar muak dengan kesibukan Ed. Meski Lyra sendiri harus mengakui bahwa kesibukan Ed dikarenakan pernikahan yang terburu - buru itu. Keluarga besar mereka enggan merasakan cibiran jika tahu Lyra hamil sebelum menikah.


Di tengah - tengah kesibukan itu ponsel Nissa berbunyi. Nissa hanya melihat nya tanpa berani mengangkat telfon itu.


"Angkat lah! Suami mu bisa membunuh ku jika kau tidak mengangkat nya"


Lyra bergidik ngeri jika memikirkan Ben yang akan memarahi nya habis - habisan.


"Tapi, sehari ini dia sudah menelfon lebih dari sepuluh kali"


"Meski begitu, angat saja dulu"


"Hallo? "


"Nissa! Kamu di mana sekarang?! "


"Apa? tentu aku... "


"Collin!! Terjadi sesuatu pada nya!! "


"Apa?!! kenapa dengan Collin?!! "


"Kami sedang makan di luar dan Collin... "


"Iya! ada apa dengan Collin?!! Benedict!! Katakan apa yang terjadi dengan anak ku?!!! "


Nissa merasa panik dan ketakutan mendengar ucapan Ben.


"Nissa... aku.... "


"Kamu di mana?!! Aku dan anak - anak akan kesana"


Ben membagi kan lokasi nya kepada Nissa. Dan Nissa pun berpamitan kepada Lyra.


"Maaf Lyra ada sesuatu yang terjadi pada Collin"

__ADS_1


"Pergi lah"


Lyra merasakan kejanggalan, ia merasa bahwa tidak mungkin Ben seperti apa yang ia bayangkan. Nissa membawa mobil nya melaju dalam kecepatan aman mengingat si kembar berada di kursi belakang.


"Maaf ya sayang, kita harus menemui abang kalian" Nissa menenangkan si kembar yang baru saja terbangun.


Akhirnya Nissa dan si kembar sampai di sebuah Restaurant besar La lumière. Restaurant indah dengan dekorasi mewah dan elegan. Nissa masuk namun segera di hadang oleh pelayan di sana.


"Maaf nyonya, hanya member yang bisa makan disini, kalau boleh tahu anda sudah reservasi? "


"Suami saya sudah disini jadi saya.. "


Nissa mengat nafas nya pelan - pelan.


"Atas nama siapa? oh maaf suami anda siapa? " Tanya pelayan itu sambil memeriksa daftar nama tamu.


"Benedict Silver"


"Oh tuan silver, baiklah akan kami bantu, mari ikut kami"


Nissa di antar ke ruangan privat dengan kemewahan luar biasa yang memiliki pemandangan indah dari luar gedung. Nissa segera masuk dan panik melihat Collin yang sedang meletakkan kepala nya di meja, duduk dengan kesakitan.


"Ada apa dengan kamu sayang? Mama disini"


Ben segera mengambil si kembar dari baby stroller nya.


"Collin lapar ma, Collin sakit perut"


Collin merengek kepada Nissa dan terlihat sangat sedih. Jarang - jarang anak nya bersikap begini.


"Kamu kasih Collin makan apa? " Tanya Nissa.


"Ice cream"


"Ben!! umur segini biarpun dia suka ice cream tetap nggak boleh berlebihan kasih nya"


"Aku tidak berlebihan hanya... "


Nissa tidak memperdulikan ucapan Ben dan terus menggendong Collin dalam pelukan nya.


"Mama disini jadi Collin bisa tenang ya, kamu masih mau makan? apa yang kamu rasakan sekarang sayang? "


"Collin lapar ma"


Nissa menyuapkan Collin dengan semua makanan yang Collin ingin kan.


"Perut kamu tidak sakit? "


"Tadi sakit tapi sekarang tidak lagi"


Collin terlihat bahagia dan itulah yang terpenting. meski Nissa tidak marah kepada Collin tapi Nissa cukup marah kepada Ben yang tak mampu menjaga anak mereka. Nissa merasa sedih melihat Collin makan dengan lahap meski Collin tidak sakit sama sekali. Nissa merasa tidak bisa jadi ibu yang baik bagi anak nya..


.

__ADS_1


.


. #bersambung


__ADS_2